TOLAK : Sejumlah seniman melangsungkan rapat koordinasi yang digelar di Hetero Space Purwokerto, Senin (25/5/2026) malam.
BANYUMAS – Kalangan seniman dan budayawan lintas generasi di Banyumas menyatakan sikap tegas menolak rencana pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di dalam kawasan Taman Budaya Soetedja. Penolakan tersebut disepakati dalam rapat koordinasi yang digelar di Hetero Space Purwokerto, Senin (25/5/2026) malam.
Sebagai bentuk perlawanan, pertemuan tersebut menelurkan sejumlah langkah taktis. Mulai dari penyusunan pernyataan sikap, penggalangan dukungan masif, hingga rencana melayangkan surat kepada Bupati Banyumas serta permohonan audiensi dengan DPRD Kabupaten Banyumas.
Koordinator Forum Seniman dan Budayawan Peduli Taman Budaya Soetedja, Rohadi, mengungkapkan bahwa rencana ini sangat mengusik ketenangan para pelaku seni. Saat ini, TBS justru sedang menggeliat dan mulai bertransformasi menjadi episentrum aktivitas kesenian di Banyumas.
“Teman-teman merasa sangat terusik. Di saat kami sedang bangga-bangganya memiliki taman budaya yang mulai berkembang dan padat kegiatan, tiba-tiba muncul rencana ini,” ujar Rohadi usai pertemuan.
Para seniman merasa terkejut karena ruang publik yang tengah mereka kembangkan sebagai pusat kesenian tiba-tiba beralih fungsi. Kekecewaan bertambah karena lahan sebelah selatan kawasan taman budaya kabarnya telah dipatok tanpa ada sosialisasi atau pelibatan para pelaku seni.
“Kami sangat kecewa dengan kebijakan yang tidak partisipatif ini. Seniman sama sekali tidak dilibatkan dalam pembahasan rencana pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di sana. Jelas kami kaget,” kata dia.
Rohadi menambahkan, sisa lahan yang ada diharapkan bisa untuk dibangun fasilitas pendukung lainnya, misalnya asrama seniman, ruang pameran khusus, dana tau gedung serbaguna berlantai datar untuk berbagai pementasan.
Dia menjelaskan, gerakan ini diklaim murni mengacu pada UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Perda Banyumas No. 13 Tahun 2021. Rohadi menegaskan, pihaknya sama sekali tidak menolak keberadaan Koperasi Merah Putih, melainkan hanya menuntut ketepatan lokasi pembangunan.
“Kami mendukung penuh program koperasinya, silakan dibangun. Tapi poinnya adalah: jangan di area Taman Budaya Soetedja,” kata Rohadi.