Drama Musikal “Soko Tani” Ajak Mahasiswa Dukung Swasembada Pangan Nasional

SEMARANG – Sekitar 500 mahasiswa menghadiri pementasan drama musikal bertema “Indonesia Berdaulat Menuju Swasembada Pangan” yang digelar Teater Lingkar Semarang di Auditorium Universitas Negeri Semarang (Unnes), Gunung Pati, Semarang, Jumat (24/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan nasional.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Dr. H. Anang Budi Utomo, S.Pd., S.Mn., S.H., M.Pd., Direktur Direktorat AKK Unnes Mulyo Widodo, S.Pd., M.M., Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Kota Semarang Moch Agus Rochmatullah Gundar, S.T., M.T., serta Presiden BEM Unnes Septiana Linasari.

Direktur Direktorat AKK Unnes Mulyo Widodo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pentas seni merupakan media yang efektif untuk menyampaikan pesan kebangsaan karena mampu menyentuh hati sekaligus menggugah kesadaran masyarakat.

Ia mengatakan swasembada pangan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga melibatkan petani, akademisi, mahasiswa, dan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi antara seni dan semangat kebangsaan akan melahirkan karya-karya positif yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Mulyo juga menegaskan bahwa mahasiswa sebagai kaum intelektual memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional. Di tengah berbagai tantangan global, kemandirian pangan menjadi salah satu isu penting yang harus mendapat perhatian bersama. Karena itu, Unnes terus mendorong mahasiswa untuk berkontribusi secara nyata dalam mendukung kebijakan swasembada pangan nasional.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang Dr. H. Anang Budi Utomo menilai pementasan teater tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu strategis nasional.

Menurutnya, kemampuan suatu bangsa dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat menjadi salah satu indikator penting tingkat kesejahteraan.

Ia menegaskan bahwa semangat swasembada pangan perlu dimulai dari lingkungan terkecil, mulai dari individu, keluarga, hingga kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Pemerintah saat ini, lanjutnya, juga terus berupaya mewujudkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.

Presiden BEM Unnes Septiana Linasari mengatakan swasembada pangan merupakan agenda penting yang harus dikawal bersama sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat. Ia berharap pementasan teater tersebut mampu memberikan pembelajaran dan pesan positif bagi mahasiswa agar semakin peduli terhadap pembangunan sektor pertanian dan kedaulatan pangan nasional.

Pada kesempatan tersebut, Teater Lingkar Semarang menampilkan drama musikal berjudul “Soko Tani” yang mengangkat kisah perjuangan para petani dalam mewujudkan kehidupan yang lebih sejahtera melalui harga hasil panen yang layak.

Pementasan juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam menghadirkan inovasi dan transformasi teknologi di sektor pertanian, sekaligus mengajak masyarakat untuk mensyukuri potensi sumber daya alam Indonesia dan bersama-sama menjaga keberlanjutan pertanian sebagai fondasi terwujudnya swasembada pangan.