BANTUAN PRESIDEN : Bupati Sadewo menyaksikan sapi bantuan kurban Presiden RI Prabowo Subianto, yang berbobot 1,1 ton, di halaman Masjid Wakaf Al Istiqomah, Kauman Lama, Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur, Rabu (27/05/2026).
BANYUMAS – Dua ekor sapi bantuan Presiden RI Prabowo Subianto dikurbankan di wilayah Kabupaten Banyuams. Satu ekor di kurbankan di Desa Sirau Kecamatan Banyumas dan satu lagi di Masjid Wakaf Al Istiqomah, Kauman Lama, Kelurahan Purwokerto Lor, Kecamatan Purwokerto Timur.
Sapi Limosin berbobot lebih dari 1 ton, yang dikurbankan di Kauman Lama, berasal dari peternak lokal. Ahmad ghouzi Al Fatah asal Pernasidi, menjual sapi tersebut dengan nilai Rp 128 juta. Sedangkan sapi yang dikurbankan di Sirau, berbobot 800kg berasal dari Boyolali.
Secara simbolis, hewan kurban tersebut diserahkan oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, di halaman Masjid Al Istiqomah, Kauman Lama, Rabu (27/05/2026).
Satu ekor sapi limosin berbotot 1,1 ton ini, bisa didistribusikan menjadi sekitar 2000 paket. “Nanti tidak hanya untuk warga sekitar sini (Kauman Lama, red), tapi lintas kecamatan di sini,” kata Sadewo.
Sadewo menyampaikan terimakasih kepada Presiden atas bantuan ini. Terlebih bantuan sapi ini dibeli dari peternak lokal Banyumas.
“Alhamdulillah, sapi yang diserahkan lewat Pemkab beratnya mencapai 1,1 ton dan dibeli dari peternak lokal kita sendiri. Semoga bantuan dari Bapak Presiden ini membawa manfaat besar bagi warga Banyumas. Kami juga berharap tahun depan Banyumas bisa mendapat alokasi lebih banyak lagi,” ujar Sadewo.
Distribusi Meluas ke Berbagai Wilayah Takmir Masjid Wakaf Al Istiqomah, Wahyu Fauzi, menjelaskan bahwa total penerima manfaat dari sapi kepresidenan ini mencapai sekitar 2.000 Kepala Keluarga (KK).
Meski fokus utama adalah warga Kauman Lama, distribusi daging akan meluas hingga ke wilayah lain seperti Kecamatan Kebasen dan Cilongok.
“Di kawasan Kauman Lama sendiri, terdapat sekitar 700 KK (tersebar di 7 RW dan 28 RT). Pihak panitia telah mengamankan 1.000 paket daging agar seluruh warga setempat dipastikan kebagian,” kata dia.
Untuk menjaga higienitas dan kelancaran, proses pemotongan tidak dilakukan di area masjid. “Setelah penyerahan, sapi langsung dibawa ke Rumah Potong Hewan (RPH). Mulai dari penyembelihan, pencacahan, hingga pengemasan ke kantong plastik dilakukan di sana, baru kemudian kami distribusikan ke masyarakat,” kata Wahyu.