BANYUMAS – Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan dan pertanian berkelanjutan, Program Studi Peternakan Universitas Nahdlatul Ulama Purwokerto (UNU Purwokerto) kembali menunjukkan kiprahnya dalam pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan pembuatan pupuk organik berbahan dasar kotoran hewan (kohe), kampus NU tersebut menggandeng Kelompok Tani Ternak Mindajaya Farm di Desa Glempang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas untuk mengubah limbah ternak menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Kegiatan yang mengusung semangat pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat desa ini menjadi bagian dari upaya nyata keluarga besar Nahdlatul Ulama Banyumas dalam mendorong terciptanya ekonomi sirkular berbasis potensi lokal. Di tengah melimpahnya limbah ternak, khususnya kotoran kambing yang meningkat setelah perayaan Iduladha, para peternak diajak melihat limbah bukan sebagai persoalan, melainkan sebagai peluang usaha yang menjanjikan.
Melalui inovasi pengolahan pupuk organik, kotoran hewan yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan dapat diolah menjadi pupuk berkualitas yang bermanfaat bagi sektor pertanian sekaligus memiliki nilai jual. Konsep inilah yang kemudian disebut sebagai transformasi “kohe menjadi emas hijau”.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut dipimpin oleh tim dosen yang terdiri dari Arif Harnowo, Siti Rahmawati, Muhammad Rayhan, dan Wahyu Maulana Endris. Dalam pelaksanaannya, tim juga menghadirkan narasumber dari Universitas Jenderal Soedirman, yakni Billy Arifa Tengger, yang memberikan edukasi teknis mengenai penggunaan kalkulator takaran pembuatan pupuk organik.
Inovasi kalkulator tersebut dirancang untuk membantu peternak menentukan komposisi bahan baku secara tepat sehingga proses pengomposan dapat berlangsung lebih efektif dan efisien. Dengan formulasi yang akurat, kualitas pupuk yang dihasilkan menjadi lebih baik dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Tidak hanya melibatkan akademisi, kegiatan ini juga menjadi wadah pembelajaran bagi sembilan mahasiswa UNU Purwokerto yang berasal dari berbagai wilayah di Banyumas dan sekitarnya. Kehadiran mahasiswa menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Mereka turut mendampingi peserta selama proses pelatihan, mulai dari penyampaian materi hingga praktik lapangan.
Kegiatan berlangsung di lingkungan Kelompok Tani Ternak Mindajaya Farm dan dihadiri sekitar 20 anggota kelompok. Hadir pula Ketua Kelompok Tani Ternak Mindajaya Farm, Achri Priyono, bersama Wakil Ketua Kelompok, Gisus. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan hingga sesi praktik pembuatan pupuk organik.
Dalam pelatihan tersebut, para peternak mendapatkan penjelasan menyeluruh mengenai tahapan pengolahan kotoran kambing menjadi pupuk organik kompos. Materi yang diberikan mencakup teknik pencampuran bahan, pengaturan kadar air, penggunaan aktivator mikroba, hingga metode fermentasi yang tepat untuk menghasilkan pupuk berkualitas.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan ini juga membuka wawasan baru bagi para peternak mengenai peluang usaha berbasis limbah peternakan. Dengan pengelolaan yang baik, limbah ternak tidak hanya mampu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat.
Bagi UNU Purwokerto dan NU Banyumas, program ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pelatihan pembuatan pupuk organik. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa, serta mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
Dari kandang-kandang ternak di Desa Glempang, semangat perubahan itu terus tumbuh. Melalui kolaborasi antara kampus, peternak, dan masyarakat, limbah diubah menjadi manfaat, kotoran hewan disulap menjadi emas hijau, dan potensi desa dikembangkan menjadi kekuatan masa depan yang mampu menopang kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.