PURWOKERTO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto kembali menggelar program kesehatan bertajuk Getuk Ketan (Bergerak untuk Kesehatan) #2 sebagai upaya membangun budaya hidup sehat di kalangan pekerja.
Mengusung tema 81K 28 Days Challenge, program tersebut menantang seluruh pegawai untuk menyelesaikan akumulasi lari atau jalan cepat sejauh 81 kilometer dalam waktu 28 hari sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 KAI yang akan diperingati pada 28 September 2026.
Program secara resmi dibuka oleh Vice President KAI Daop 5 Purwokerto, Rangga Putra Maulana, melalui kegiatan Fun Run 5K yang mengambil rute start dan finis di halaman Kantor KAI Daop 5 Purwokerto, Jumat (24/7).
Dalam kesempatan itu, Rangga juga melakukan flag off sebagai tanda dimulainya rangkaian tantangan kesehatan bagi seluruh insan KAI di wilayah Daop 5.
Rangga menjelaskan, program tersebut bukan sekadar ajang olahraga, melainkan bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga kebugaran pekerja yang setiap hari bertanggung jawab terhadap keselamatan perjalanan kereta api.

“Kereta api menjalankan proses bisnis yang dilayani oleh para pekerja yang berhubungan langsung dengan keselamatan. Mereka dituntut selalu fokus karena membawa penumpang maupun barang yang harus dijaga keselamatannya. Salah satu ikhtiarnya adalah menjaga kesehatan,” ujar Rangga.
Menurutnya, kondisi fisik yang prima menjadi faktor penting dalam mendukung konsentrasi para pekerja saat menjalankan tugas. Karena itu, KAI ingin membentuk kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan, bukan hanya olahraga sesaat.
“Menjelang ulang tahun KAI pada bulan September nanti, kami mengajak teman-teman membiasakan pola hidup sehat melalui challenge ini. Harapannya, setelah 28 hari, kegiatan olahraga menjadi kebiasaan sehingga insan KAI, khususnya di Daop 5, tetap bugar dan mampu melaksanakan tugas dengan baik,” katanya.
Dalam tantangan tersebut, peserta diberi waktu selama 28 hari untuk mengumpulkan total jarak tempuh 81 kilometer. Angka tersebut dipilih sebagai simbol usia KAI yang memasuki tahun ke-81.
Rangga menegaskan, target tersebut tidak harus dicapai setiap hari karena menyesuaikan jadwal kerja para pegawai yang sebagian besar bertugas secara bergiliran.
“Tidak harus setiap hari berlari. Ada teman-teman yang sedang dinas sehingga mungkin belum sempat berolahraga. Yang penting selama 28 hari totalnya mencapai 81 kilometer. Semua aktivitas dicatat melalui aplikasi dan hasilnya dilaporkan secara berkala,” jelasnya.
Selain mendorong peningkatan aktivitas fisik, peserta juga diajak menerapkan pola makan sehat serta mendapatkan pendampingan psikologis agar perubahan gaya hidup dapat dilakukan secara konsisten.
Rangga menyebut, Getuk Ketan merupakan bagian dari implementasi Program Well-Being KAI secara nasional yang bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.
“Bagi insan perkeretaapian, kondisi tubuh yang sehat dan bugar merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pelayanan yang aman dan selamat kepada masyarakat. Oleh karena itu, kami terus mendorong terciptanya budaya hidup sehat di lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat menjalankan tugasnya secara optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini juga dirancang untuk membantu pekerja yang memiliki kelebihan berat badan sekaligus memberikan ruang bagi seluruh pegawai untuk memperbaiki gaya hidupnya.
“Kami berharap semangat ini terus tumbuh menjadi budaya positif di lingkungan KAI. Dengan pekerja yang sehat dan bugar, kualitas pelayanan dan keselamatan operasional akan semakin terjaga sehingga masyarakat dapat terus menikmati layanan kereta api yang aman, nyaman, dan andal,” pungkas Rangga.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto M. As’ad Habibuddin menambahkan, Getuk Ketan #2 menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menempatkan kesehatan pekerja sebagai salah satu fondasi utama keselamatan operasional.
Melalui kebiasaan hidup sehat yang dibangun secara konsisten, KAI berharap seluruh insan perusahaan dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan sekaligus menjaga keandalan transportasi kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto.