Tukang Bubur Sumsum Asal Cilacap Naik Haji, Kisah Haru dari Pasar Tanjungsari

Sumiyati (kiri), seorang penjual bubur sumsum menjadi jamaah calon haji yang mengikuti bimbingan ibadah haji di KBIHU Miftahul Jannah BDI PT PPN RU IV Cilacap. 

CILACAP, 4 Mei 2026 – Di tengah riuh aktivitas Pasar Tanjungsari, tak banyak yang menyangka bahwa sosok sederhana penjual bubur sumsum ini akan menjejakkan kaki ke Tanah Suci. Ia adalah Sumiyati, perempuan tangguh yang sehari-hari menggantungkan hidup dari berjualan bubur, kini bersiap menunaikan ibadah haji bersama sang ibu.

Sumiyati bukanlah pebisnis besar atau pegawai kantoran. Ia hanya meneruskan usaha keluarga yang telah lama dirintis ibunya. “Saya sehari-hari jualan bubur sumsum di Pasar Tanjungsari, melanjutkan ibu yang sudah sepuh,” tuturnya dengan sederhana.

Namun tahun ini menjadi titik balik dalam hidupnya. Pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, ia bersama ibunya mendapat kesempatan berharga untuk memenuhi rukun Islam kelima.

Dalam persiapan ibadahnya, Sumiyati mempercayakan bimbingan kepada KBIHU Miftahul Jannah BDI PT PPN RU IV Cilacap. Lembaga ini berada di bawah naungan PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap dan dikenal memberikan layanan bimbingan haji yang inklusif.

Sumiyati mengaku terkesan dengan pelayanan yang ia terima. Ia sempat mengira bahwa lembaga tersebut hanya diperuntukkan bagi kalangan internal Pertamina. Namun kenyataannya berbeda.

“Saya merasa dibimbing dan dilayani sama, tidak ada perbedaan sama sekali. Mungkin orang luar mengira hanya untuk orang Pertamina, ternyata tidak,” ungkapnya haru.

Tahun ini, Sumiyati menjadi bagian dari 45 jamaah haji yang tergabung dalam KBIHU tersebut. Mereka dijadwalkan berangkat pada 16 Mei 2026 melalui Gedung IPHI Cilacap, tergabung dalam Kloter 76. Sebelum keberangkatan, para jamaah telah menjalani rangkaian manasik intensif yang menekankan kemandirian dan kenyamanan dalam beribadah.

GM PT PPN RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo sedang menyalami salah satu jamaah calon haji saat pembekalan akhir di Gedung Patra Graha, Minggu 3 Mei 2026. 

General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU IV Cilacap, Wahyu Sulistyo Wibowo, menegaskan bahwa KBIHU Miftahul Jannah hadir untuk semua kalangan tanpa sekat.

“Kami ingin menjadi jembatan bagi masyarakat Cilacap untuk meraih haji mabrur. Baik pekerja Pertamina maupun masyarakat umum, semuanya kami pandang sama,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat yang telah mampu secara finansial untuk segera mendaftar haji, serta memanfaatkan fasilitas bimbingan yang tersedia.

KBIHU Miftahul Jannah sendiri dikenal sebagai lembaga bimbingan haji dan umrah dengan fasilitas eksekutif namun tetap mengedepankan prinsip inklusivitas. Dukungan dari Pertamina diharapkan mampu memperluas akses layanan berkualitas bagi masyarakat Cilacap.

Kisah Sumiyati menjadi bukti bahwa perjalanan menuju Baitullah bukan hanya milik mereka yang berkecukupan, tetapi juga bagi siapa saja yang tekun berusaha dan bersungguh-sungguh dalam berdoa. Dari balik gerobak bubur sederhana, harapan itu kini menjelma menjadi kenyataan.