Temu Gagasan Tokoh Banyumas VI Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Wujudkan Pembangunan Banyumas 2030

PURWOKERTO — Pemerintah Kabupaten Banyumas mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat untuk merumuskan arah pembangunan daerah menuju 2030. Dunia pendidikan, usaha, budaya, olahraga, media, hingga masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam menentukan wajah Banyumas di masa mendatang.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Banyumas dalam sambutan yang dibacakan Asisten  Junaidi, dalam kegiatan Temu Gagasan Tokoh Banyumas VI, Jumat (28/8/2026).

Menurut Bupati, Banyumas membutuhkan pandangan dan gagasan dari para tokoh serta berbagai kelompok masyarakat. Ruang dialog dan pertukaran gagasan diperlukan agar pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama.

“Kami membutuhkan persatuan dari dunia pendidikan, dunia usaha, budaya, olahraga, media, masyarakat dan berbagai bidang lain,” kata Junaidi saat membacakan sambutan Bupati.

Ia mengatakan, Temu Gagasan Tokoh Banyumas diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi. Pertemuan tersebut harus mampu melahirkan catatan gagasan yang konkret dan komprehensif mengenai arah Banyumas ke depan.

Salah satu pertanyaan besar yang perlu dijawab melalui forum tersebut adalah bagaimana Banyumas yang ingin diwujudkan pada 2030.

“Kami berharap dari Temu Gagasan Tokoh Banyumas yang keenam ini lahir catatan gagasan yang komplit untuk menjawab satu pertanyaan besar: Banyumas seperti apa yang ingin kita lihat pada tahun 2030,” ujarnya.

Bupati menilai, cita-cita menjadikan Banyumas semakin maju dan dikenal secara nasional membutuhkan kerja bersama. Setiap sektor memiliki kekuatan dan potensi yang dapat saling melengkapi apabila dikolaborasikan secara konsisten.

Para tokoh dan masyarakat, kata dia, dapat berperan melalui gagasan dan gerakan nyata. Dunia usaha dapat memperkuat kolaborasi ekonomi, sedangkan media memiliki posisi strategis untuk mengangkat berbagai potensi Banyumas agar semakin dikenal masyarakat luas.

Di sisi lain, pemerintah berperan sebagai fasilitator yang menciptakan ruang dan kebijakan agar berbagai potensi tersebut dapat berkembang.

“Saya percaya kalau para tokoh Banyumas turun rembug, masyarakat bergerak, dunia usaha ikut berkolaborasi, media ikut mengangkat potensi daerah dan pemerintah mampu memfasilitasi dengan baik, maka Banyumas akan semakin dikenal dan semakin diperhitungkan di tingkat nasional,” katanya.

Karena itu, Temu Gagasan Tokoh Banyumas diharapkan menjadi ruang untuk menyusun langkah konkret yang harus dilakukan sejak sekarang. Gagasan yang muncul tidak hanya menjadi wacana, tetapi dapat menjadi pijakan dalam menentukan berbagai agenda pembangunan daerah.

“Forum ini menjadi tempat untuk merumuskan apa yang harus kita lakukan hari ini untuk mewujudkan Banyumas tahun 2030 yang lebih maju, lebih dikenal dan lebih membanggakan,” ujar Junaidi.

Menurut Bupati, pembangunan Banyumas tidak dapat dikerjakan secara parsial. Diperlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, budayawan, insan olahraga, media, dan berbagai elemen lainnya.

Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi modal sosial untuk menghadapi perubahan dan tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Forum Banyumas yang dinilai terus menjaga ruang urun rembug sebagai wadah bertemunya berbagai gagasan mengenai masa depan Banyumas.

Ia berharap forum tersebut tetap menjadi ruang terbuka bagi para tokoh dan masyarakat untuk bertukar pandangan, memberikan kritik, serta menawarkan solusi bagi kemajuan daerah.

“Terima kasih kepada Forum Banyumas yang terus menjaga ruang turun rembug ini,” katanya.

Bupati kemudian mengajak seluruh peserta untuk mengikuti rangkaian diskusi dengan semangat bertukar gagasan dan pengalaman. Menurutnya, perbedaan pandangan justru dapat menjadi kekuatan apabila diarahkan untuk menemukan solusi bersama.

Temu Gagasan Tokoh Banyumas VI pun diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi bagian dari upaya bersama membangun Banyumas hingga 2030—bukan hanya lebih maju secara ekonomi, tetapi juga semakin kuat dalam pendidikan, kebudayaan, olahraga, kehidupan sosial, serta semakin dikenal di tingkat nasional.