PURBALINGGA, suarabanyumas.co.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 52 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto melakukan penghijauan di Lapangan Randualas, Desa Bukateja, pada Kamis (20/8/2026). Sebanyak 21 bibit pohon ditanam di lahan kosong sekitar lapangan sebagai upaya menciptakan lingkungan yang lebih hijau sekaligus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Bibit yang ditanam terdiri atas 11 bibit jengkol, tujuh bibit ketapang belanda, dan tiga bibit kemuning. Lapangan Randualas dipilih karena masih terdapat lahan kosong yang belum dimanfaatkan secara optimal. Area tersebut dinilai strategis untuk penghijauan karena berada di ruang publik yang banyak digunakan masyarakat.
Kepala Dusun V Desa Bukateja, Sri Ankati, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UIN Saizu yang memberikan bibit sekaligus memilih wilayahnya sebagai lokasi penghijauan. Menurutnya, keberadaan tanaman di sekitar lapangan akan memberikan manfaat, terutama sebagai peneduh bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.
“Dari wilayah mengucapkan banyak terima kasih kepada adik-adik KKN dari UIN Saizu yang sudah berkenan memberikan bibit. Tentunya akan sangat bermanfaat, terutama bagi wilayah sebagai peneduh karena lokasinya ada di lapangan, ada lahan kosong,” ujar Sri.
Ia menjelaskan, pemilihan Lapangan Randualas sebagai lokasi penanaman didasarkan pada kebutuhan penghijauan dan pertimbangan manfaat bagi masyarakat. Dibandingkan sejumlah lokasi lain seperti tepi jalan maupun area pemakaman, lahan kosong di sekitar lapangan dinilai lebih tepat untuk dikembangkan sebagai ruang hijau sekaligus area peneduh.
“Alasan pemilihan lokasi yang pertama tentunya terkait adanya kebutuhan, di lapangan banyak lahan kosong. Dan yang kedua karena manfaat, di sini lebih bermanfaat dibandingkan ditanam di jalan maupun di area pemakaman, di sini lebih tepat sasaran,” jelasnya. Selain berfungsi sebagai peneduh, bibit jengkol diharapkan kelak menghasilkan buah yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Kelompok 52 UIN Saizu, Wahyu Nur Hidayat, mengatakan penentuan lokasi dilakukan setelah mahasiswa meninjau sejumlah dusun di Desa Bukateja. Dusun V dipilih karena memiliki potensi di bidang pertanian sekaligus membutuhkan penataan lingkungan di sejumlah lahan kosong.
“Setelah melihat ke setiap dusun di Desa Bukateja, Dusun V ini memiliki potensi di bidang pertanian. Karena itu, kami memilih melakukan penanaman bibit di lapangan untuk membantu masyarakat, khususnya Dusun V, dalam menciptakan lingkungan yang asri dan nyaman,” kata Wahyu.
Menurut Wahyu, jenis tanaman dipilih dengan mempertimbangkan fungsi dan manfaatnya. Ketapang belanda dan kemuning diharapkan dapat tumbuh rimbun sehingga memberikan keteduhan dan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, sedangkan bibit jengkol merupakan bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup yang turut ditanam di lahan kosong di samping lapangan. Program tersebut juga melibatkan warga RW 10 untuk menjaga dan merawat tanaman setelah penanaman dilakukan.
Sri berharap penghijauan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi dilanjutkan dengan perawatan secara konsisten. Warga diharapkan menyiram tanaman secara rutin, memberikan pupuk sesuai kebutuhan, membersihkan area sekitar tanaman, serta memastikan bibit memperoleh cukup cahaya matahari. Bagi mahasiswa KKN Kelompok 52 UIN Saizu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus menghadirkan manfaat ekologis dan ekonomis bagi masyarakat Desa Bukateja, khususnya Dusun V dan RW 10.
Penulis: Putra Satria Kurniawan dan Farah Nazira Amany