Prestasi Gemilang, Adhyasta Hanindhito dan Aura Latifa Adzkia Siswa SDN 1 Panican Juara 1 FLS3N Pantomim Kabupaten Purbalingga 2026

PURBALINGGA – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional 2026 di Kabupaten Purbalingga menghadirkan berbagai penampilan kreatif dan penuh talenta dari para pelajar sekolah dasar. Salah satu cabang yang menyita perhatian adalah lomba pantomim yang digelar di SD Kristen Bina Harapan Purbalingga pada Sabtu (9/5).

Sebanyak 18 kecamatan turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut. Dari seluruh peserta yang tampil, pasangan Adhyasta Hanindhito bersama rekannya Aura Latifa Adzkia, siswa dari SD N 1 Panican berhasil meraih Juara 1 tingkat Kabupaten Purbalingga pada cabang seni pantomim.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kecamatan Kemangkon sekaligus menjadi bukti bahwa seni pantomim mulai mendapat tempat di kalangan pelajar sekolah dasar.

Pendamping sekaligus pelatih, Dwi Pebriantoro yang akrab disapa Ucil, mengungkapkan bahwa perjalanan anak didiknya menuju tingkat kabupaten tidak berlangsung mudah. Ia menjelaskan, pada seleksi tingkat kecamatan, tim dari SDN 1 Panican awalnya hanya meraih posisi kedua.

“Awalnya di kecamatan murid saya mendapatkan peringkat dua, tetapi karena juara satunya ada salah satu syarat yang belum terpenuhi, akhirnya murid saya yang melaju ke tingkat kabupaten,” ujar Ucil.

Menurutnya, pantomim masih menjadi cabang seni yang belum banyak dipahami masyarakat, meskipun telah menjadi bagian dari FLS3N sejak tahun 2013. Padahal, seni pertunjukan tanpa dialog tersebut memiliki manfaat besar bagi perkembangan anak, khususnya usia sekolah dasar.

Ucil yang juga merupakan pendiri Sanggar Seni Kadipaten Pantomim menilai pantomim mampu melatih kreativitas, ekspresi, hingga daya imajinasi anak-anak.

“Dalam pantomim, anak bercerita menggunakan gerak dan ekspresi serta harus kuat berimajinasi karena tidak memakai properti apa pun. Dari imajinasi itulah anak belajar berpikir kreatif,” katanya.

Ia menambahkan, seni pantomim juga dapat membantu meningkatkan kesehatan mental anak melalui kemampuan memvisualisasikan ide-ide baru yang belum ada di dunia nyata.

Pada ajang FLS3N 2026 ini, Sanggar Seni Kadipaten Pantomim turut mendampingi perwakilan dari lima kecamatan. Selain Kecamatan Kemangkon yang berhasil menjadi juara pertama, Kecamatan Bobotsari meraih Juara 2, Kecamatan Kaligondang meraih Harapan 2, Kecamatan Purbalingga Kota meraih Harapan 3, serta Kecamatan Karangreja yang juga ikut berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.

Keberhasilan para siswa dalam ajang ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan seni pantomim kepada masyarakat luas. Para pelatih dan pegiat seni berharap cabang seni pantomim di FLS3N mendatang dapat memperoleh perhatian yang lebih besar sehingga semakin banyak anak-anak yang tertarik mengembangkan bakatnya melalui seni gerak dan ekspresi.