Khotbah Jumat Nikmat Hidayah: Jalan Lurus yang Harus Dijaga dengan Ilmu dan Istiqamah

BANYUMAS — Nikmat hidayah disebut sebagai anugerah terbesar dari Allah SWT yang tidak bisa dinilai dengan harta, kedudukan, maupun kemewahan dunia. Hal tersebut disampaikan dalam sebuah khotbah keagamaan yang mengajak umat Islam untuk terus menjaga keimanan, memperkuat ilmu syar’i, dan istiqamah dalam amal saleh agar tetap berada di jalan yang lurus.

Dalam pembukaan khotbahnya, khatib mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmat yang diberikan, terutama nikmat iman dan hidayah. Shalawat dan salam juga disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga akhir zaman.

“Kita semua mendapatkan berbagai nikmat, seperti rezeki, kesehatan, keluarga, dan kedudukan. Namun di antara seluruh nikmat itu, yang paling berharga adalah nikmat hidayah,” ujar khatib masjid NU Dukuh Waluh, Jumat 15 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa hidayah merupakan petunjuk dari Allah SWT agar manusia mengenal kebenaran, mencintainya, dan mampu menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa hidayah, seseorang tidak akan merasakan manisnya iman meskipun memiliki seluruh kenikmatan dunia.

Dalam khotbah tersebut juga ditegaskan bahwa hidayah sepenuhnya merupakan karunia Allah SWT. Manusia tidak mampu memberikannya kepada siapa pun, bahkan kepada orang yang paling dicintai sekalipun. Khatib mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW tidak dapat memberikan hidayah kepada pamannya, Abu Thalib.

“Betapa banyak orang yang lebih pintar, lebih kaya, dan lebih kuat, tetapi tidak mendapatkan hidayah untuk mengenal Allah, tidak mendapatkan hidayah untuk mengucapkan kalimat tauhid, dan tidak mendapatkan hidayah untuk beribadah,” katanya.

Menurutnya, hidayah bukanlah hasil dari kepintaran, keturunan, atau jabatan, melainkan murni anugerah Allah SWT yang harus dijaga dan dirawat sepanjang hidup.

Tiga Pilar Menjaga Hidayah

Dalam isi khotbahnya, khatib menyampaikan tiga pilar utama dalam menjaga nikmat hidayah.

Pilar pertama adalah komitmen terhadap ilmu syar’i. Ia menegaskan bahwa hidayah datang melalui ilmu agama yang benar. Semakin seseorang memahami ajaran Islam, maka semakin kokoh pula imannya.

Khatib mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Mujadilah ayat 11 yang menjelaskan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.

Karena itu, umat Islam diajak untuk rutin menghadiri majelis ilmu, membaca Al-Qur’an beserta tafsirnya, mempelajari sunnah Rasulullah SAW, dan memperdalam pemahaman agama agar tidak mudah tersesat oleh kebatilan.

Pilar kedua adalah istiqamah dalam amal saleh. Hidayah, kata khatib, harus diwujudkan dalam tindakan nyata melalui ibadah dan akhlak yang baik.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.

“Istiqamah dalam salat lima waktu, puasa, zakat, dan berbuat baik kepada sesama merupakan bentuk menjaga hidayah agar tetap hidup dalam diri kita,” ujarnya.

Pilar ketiga adalah senantiasa memohon keteguhan hati kepada Allah SWT. Sebab hati manusia sangat mudah berubah dan terpengaruh oleh godaan dunia.

Khatib mengingatkan bahwa Nabi Muhammad SAW sendiri kerap memanjatkan doa agar diteguhkan hatinya di atas agama Allah, meskipun beliau adalah manusia yang paling mulia.

Hidayah Harus Disebarkan

Di akhir khotbah, jamaah diajak untuk tidak hanya menjaga hidayah bagi diri sendiri, tetapi juga menyebarkannya kepada keluarga, lingkungan, dan masyarakat dengan cara yang baik dan bijaksana.

“Hidayah bukan untuk disimpan sendiri, tetapi untuk disebarkan. Jadilah penolong bagi orang lain menuju kebaikan,” pesan khatib.

Khatib juga mengingatkan jamaah agar menjaga salat, menjauhi perkara haram, memperbanyak amal kebaikan, dan terus bersyukur atas nikmat hidayah yang telah diberikan Allah SWT.

Khotbah ditutup dengan doa agar seluruh umat Islam senantiasa diberi keteguhan iman, dijaga dalam jalan kebenaran, dan diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.

“Amin ya Rabbal Alamin,” tutup khatib.