Memutus Rantai Kemiskinan Melalui Pemberdayaan dan Akses Sumberdaya

Oleh : Bangkit Ari Sasongko Mahasiswa Doktor Administrasi Publik, Unsoed

Kemiskinan masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan Indonesia. Meskipun berbagai program bantuan sosial telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dalam beberapa tahun terakhir, masih banyak masyarakat yang rentan kembali miskin akibat krisis ekonomi, bencana, maupun keterbatasan akses terhadap pekerjaan yang layak. Karena itu, pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 1, yaitu Tanpa Kemiskinan, harus menjadi agenda bersama seluruh pemangku kepentingan.

Pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya melalui bantuan tunai. Yang lebih penting adalah menciptakan kesempatan agar masyarakat mampu meningkatkan kesejahteraannya secara mandiri. Pendidikan yang berkualitas, pelatihan keterampilan, akses permodalan bagi UMKM, serta perluasan lapangan kerja harus menjadi prioritas pembangunan. Di era digital saat ini, pemerintah juga perlu memastikan bahwa masyarakat miskin tidak tertinggal dalam akses teknologi dan informasi yang dapat membuka peluang ekonomi baru.

Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung SDGs 1 melalui pelaksanaan tridharma. Penelitian yang berorientasi pada solusi kemiskinan, pengabdian kepada masyarakat berbasis pemberdayaan ekonomi, serta kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta dapat menghasilkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan menghapus kemiskinan tidak hanya diukur dari berkurangnya jumlah penduduk miskin, tetapi juga dari meningkatnya kemandirian, martabat, dan kualitas hidup masyarakat. Kemiskinan bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan persoalan keadilan sosial yang harus diselesaikan secara berkelanjutan dan inklusif.