BANYUMAS – Ribuan warga memadati kegiatan Grebeg Sura yang digelar Pemerintah Desa Kelapagading Kulon, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Kamis 2 Juli 2026. Tradisi tahunan tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kepala Desa Kelapagading Kulon, Karsono, yang akrab disapa Sower, mengatakan kegiatan Grebeg Sura tahun ini dipusatkan di wilayah Kadus 1 dan Kadus 4. Rute kirab dimulai dari Lapangan Krido Sariro dan berakhir di Makam Citomo.
“Hari ini, Kamis 2 Juli 2026, Desa Kelapagading Kulon di wilayah Kadus 1 dan Kadus 4 mengadakan Grebeg Sura. Kegiatan dimulai dari Lapangan Krido Sariro dan berakhir di Makam Citomo,” ujar Sower.
Menurutnya, sekitar 2.500 warga mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kalangan pemuda hingga kelompok ibu-ibu yang turut memeriahkan acara.
Sower menilai antusiasme masyarakat menunjukkan semangat kebersamaan yang masih terjaga. Selain menjadi agenda budaya tahunan, Grebeg Sura juga diharapkan menjadi sarana memperkuat silaturahmi dan menjaga nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat Desa Kelapagading Kulon.
Sementara itu, kuasa hukum Sower dari Peradi SAI Purwokerto, H. Djoko Susanto, SH, menyampaikan bahwa kondisi Desa Kelapagading Kulon kini berangsur kondusif setelah sebelumnya sempat terjadi perseteruan antara kepala desa dan perangkat desa.
“Kelapagading Kulon berangsur kondusif pasca perseteruan antara kepala desa dan perangkat desa,” kata Djoko Susanto.
Ia berharap situasi yang semakin kondusif tersebut dapat terus dipertahankan sehingga masyarakat dapat kembali fokus membangun desa dan menjaga kerukunan.
Menurutnya, kegiatan budaya seperti Grebeg Sura menjadi salah satu momentum yang mampu mempererat hubungan antarwarga serta memperkuat persatuan di lingkungan Desa Kelapagading Kulon.