Mahasiswa KKN ke Banjarnegara, Wakil Rektor I UIN Saizu : Jaga Marwah Kampus dan Hadirkan Pengabdian yang Berdampak

PURWOKERTO, suarabanyumas.co.id – Wakil Rektor I Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Prof. Suwito, memberikan pembekalan kepada 420 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan ke-58 yang akan melaksanakan pengabdian di Kabupaten Banjarnegara.

Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Saizu Purwokerto tersebut berlangsung di Auditorium Utama UIN Saizu Purwokerto, pada Rabu (1/7/2026) sebagai bekal sebelum mahasiswa diterjunkan ke lokasi KKN.

Pembekalan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar mampu melaksanakan program pengabdian secara profesional, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Mewakili Ketua LPPM UIN Saizu Purwokerto, Sekretaris LPPM Dr. Toifur menjelaskan bahwa KKN Angkatan ke-58 tahun ini terdiri atas tujuh skema, yaitu KKN Reguler, KKN Tematik, KKN Kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen, KKN Kolaborasi PTKIN, KKN Kampung Zakat, KKN Nusantara, serta KKN Terpadu Internasional.

Menurut Dr. Toifur, sejumlah program tersebut juga melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mitra, yakni UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan, serta Universitas Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep, Madura.

Kolaborasi lintas perguruan tinggi tersebut diharapkan mampu memperkaya pengalaman mahasiswa sekaligus memperkuat sinergi dalam pemberdayaan masyarakat. Dr. Toifur mengingatkan seluruh mahasiswa KKN, khususnya yang akan ditempatkan di Kabupaten Banjarnegara, agar selalu menjaga nama baik diri, keluarga, dan almamater UIN Saizu selama berada di tengah masyarakat.

Ia menegaskan bahwa KKN merupakan media pembelajaran sekaligus pengabdian yang harus mampu memberikan dampak positif. “Mahasiswa KKN jangan sampai wujuduhu kaadamihi, keberadaannya sama seperti tidak ada. Karena itu, mahasiswa harus mampu srawung dengan masyarakat, menjunjung tinggi etika, menghormati norma yang berlaku, dan membangun hubungan yang harmonis selama menjalankan program KKN,” ujar Dr. Toifur.

Ia berharap setiap mahasiswa dapat meninggalkan jejak pengabdian yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sementara itu, Wakil Rektor I UIN Saizu Purwokerto, Prof. Suwito, berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga kekompakan selama menjalankan KKN, baik dalam kelompok besar maupun kelompok kecil.

Menurutnya, kerja sama yang solid menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan program pengabdian di desa. Prof. Suwito juga mengingatkan mahasiswa agar berhati-hati dalam berkomunikasi dengan masyarakat. Ia meminta peserta tidak menanyakan ataupun menjanjikan pembangunan fasilitas yang belum tersedia di desa karena dapat menimbulkan harapan yang sulit diwujudkan.

“Jangan sampai mahasiswa bertanya atau menjanjikan pembangunan fasilitas seperti lapangan sepak bola, jembatan, atau sarana lainnya. Masyarakat bisa menganggap itu sebagai komitmen yang harus direalisasikan,” pesannya.

Selain menjaga etika dan integritas, Prof. Suwito juga meminta mahasiswa menjadi duta kampus dengan memperkenalkan UIN Saizu kepada masyarakat melalui sikap, perilaku, dan karya nyata selama menjalankan KKN. Ia mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan KKN sebagai bagian dari ibadah dan bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Prof. Suwito secara resmi membuka pembekalan KKN Angkatan ke-58 dengan mengucapkan basmalah. Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembekalan yang menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan pemerintah daerah.

Narasumber tersebut meliputi Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN SAIZU, Mawi Khusni Albar; Adi Gunawan, dari UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Akh. Khusenudin, Camat Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara; dan
Perwakilan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjarnegara.

Para narasumber membekali mahasiswa dengan materi mengenai strategi pemberdayaan masyarakat, penyusunan program kerja, komunikasi sosial, serta pemetaan potensi desa agar pelaksanaan KKN mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Pembekalan berlangsung hingga pukul 16.00 WIB dan menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum diterjunkan ke berbagai desa di Kabupaten Banjarnegara. Melalui kegiatan ini, UIN Saizu menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, integritas, dan kemampuan memberdayakan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, mahasiswa KKN Angkatan ke-58 diharapkan mampu menghadirkan inovasi serta solusi yang berdampak nyata bagi pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat.