PURWOKERTO – Ma’had Al-Imam Malik Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) sukses menggelar Wisuda ke-VII Program _I’dad Lughawi_ (Persiapan Bahasa Arab) untuk Tahun Akademik 2025/2026 pada Kamis, 23 Juli 2026.
Acara yang berlangsung dengan khidmat tersebut menjadi momentum penting bagi UMP dalam mengukuhkan komitmennya melahirkan generasi unggul yang menguasai bahasa Al-Qur’an serta siap berkontribusi bagi masyarakat.
Dalam prosesi wisuda tersebut, Direktur Ma’had Al-Imam Malik UMP, Muhammad Asdi Nurkholis, S.Pd.I., B.Ed., M.Pd., menyampaikan pesan mendalam yang diawali dengan Bahasa Arab dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Beliau menegaskan bahwa momen wisuda bukanlah garis akhir dari proses menuntut ilmu.
”Momen kelulusan ini bukanlah akhir dari perjalanan kalian dalam mempelajari bahasa Arab. Allah SWT telah memilih bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an, bahasa yang paling fasih, indah, dan penuh kejelasan,” ujar M. Asdi Nurkholis di hadapan para wisudawan.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam Surah Thaha ayat 113–114 untuk mengingatkan para wisudawan mengenai keutamaan Al-Qur’an dan pentingnya adab dalam menuntut ilmu.
”Sebagaimana ajaran Al-Qur’an, kita diminta untuk tidak tergesa-gesa dan senantiasa berdoa, ‘Rabbi zidni ‘ilma’ (Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku). Penguasaan bahasa Arab adalah sebuah kemuliaan, dan hendaknya ilmu yang telah diraih menjadi modal awal untuk terus belajar serta berkhidmat kepada agama dan bangsa,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor 1 UMP, Assoc. Prof. Saefurrohman, Ph.D., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian para wisudawan serta dedikasi civitas akademika Ma’had Al-Imam Malik. Beliau menekankan pentingnya sinergi kelembagaan dalam mendukung ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
”Kita patut bersyukur atas karunia dan nikmat yang Allah berikan pada hari ini. UMP senantiasa berkomitmen penuh untuk mendukung setiap ikhtiar pembelajaran dan pembentukan karakter insan yang saleh. Doa kami, semoga para wisudawan diberikan keberkahan dan kemudahan dalam mencapai cita-cita mulia,” tutur Assoc. Prof. Saefurrohman.
Beliau juga menambahkan bahwa keberadaan program _I’dad Lughawi_ tidak hanya memperkuat iklim akademis di lingkungan kampus, melainkan juga memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) dalam membangun masyarakat yang cerdas, berakhlak, dan berdaya saing.
Rangkaian acara wisuda diakhiri dengan penyerahan ijazah, pelepasan simbolis wisudawan, serta doa bersama. Suasana haru dan bangga menyelimuti para wisudawan beserta orang tua yang hadir, menandai langkah awal para lulusan untuk meneruskan estafet dakwah dan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat. (Rhn/Chy)