MA Al Falah Rawalo Pilih Prodi KPI untuk Lulusan, Jalin Kerjasama dengan Universitas Komputama

RAWALO, suarabanyumas.co.id – Kemampuan komunikasi dan pengelolaan media menjadi salah satu kompetensi yang semakin dibutuhkan di era digital. Melihat kebutuhan tersebut, MA Al Falah Rawalo memfasilitasi lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Komputama Majenang melalui kerja sama pendidikan antarlembaga.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Gus Nasirun, M.Pd., mengatakan, kemampuan komunikasi merupakan bekal penting yang perlu dimiliki generasi muda. Terlebih, perkembangan media digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan menyampaikan informasi.

“Kami memandang Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam cukup relevan dengan kebutuhan zaman. Kemampuan komunikasi menjadi sesuatu yang penting, terlebih di era ketika informasi dan media memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat,” ungkap Gus Nasirun, Selasa (3/11/2026).

Pilihan terhadap Program Studi KPI bukan tanpa pertimbangan. Bidang keilmuan tersebut dinilai relevan dengan perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi kebutuhan komunikasi, penyebaran informasi, dan publikasi lembaga pendidikan maupun pesantren.

Menurutnya, ilmu komunikasi yang diperoleh di bangku kuliah diharapkan tidak hanya menjadi bekal akademik bagi mahasiswa, tetapi juga dapat diterapkan secara langsung di lingkungan pesantren dan sekolah. Kebutuhan publikasi lembaga pendidikan Islam, mulai dari penyampaian informasi kegiatan hingga penyebarluasan berbagai program dan capaian kelembagaan, menjadi salah satu ruang aktualisasi kompetensi tersebut.

“Kami berharap anak-anak bisa serius menekuni bidang komunikasi. Minimal, ilmu yang mereka peroleh nantinya bisa bermanfaat untuk membantu publikasi pesantren dan sekolah. Lebih jauh lagi, tentu menjadi bekal bagi pengembangan diri dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” jelasnya.

Kepala MA Al Falah Rawalo, Juanda, S.Pd.I, M.Pd. mengaku senang dengan realisasi kerjasama tersebut. Baginya, kerjasama dengan UNIKMA apalagi KIP adalah solusi bagi santri yang tidak mampu. Selain itu, beberapa santri masih bisa di pesantren melanjutkan ngaji sambil kuliah.

“Kami ingin membekali santri secara maksimal. Ini konsep dasar, bagaimana anak-anak ngajinya bagus tapi juga kelak pulang sudah punya ijazah sarjana. Alhamdulillah, seoga kerjasama dengan Unikma terus berjalan baik,” katanya.

Juanda berharap, kesempatan belajar di perguruan tinggi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan keseriusan menekuni bidang komunikasi, para mahasiswa diharapkan kelak tidak hanya memiliki kompetensi profesional, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan dakwah, pendidikan, dan publikasi pesantren di tengah masyarakat digital.