AFK Banyumas Siapkan Pelatih Berlisensi, Bidik Liga Futsal Nusantara 2027 dan Porprov 2030

BANYUMAS – Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) Banyumas mulai memperkuat fondasi pembinaan atlet dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kepelatihan. Langkah ini dilakukan melalui Kursus Pelatih Futsal Level 1 Nasional 2026 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Selasa (3/11/2026).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya AFK Banyumas membangun sistem pembinaan futsal yang lebih profesional dan berkelanjutan. Tidak hanya menyiapkan pelatih berlisensi, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet sejak usia dini.

Pembukaan kursus berlangsung di Ruang Baedhowi Lantai 1 UMP. Sejumlah unsur olahraga hadir, di antaranya Kepala Dinporabudpar Banyumas, Ketua Umum KONI Banyumas, Sekretaris Umum ASKAB PSSI Banyumas, serta jajaran pengurus dan insan futsal.

Ketua Umum AFK Banyumas, Didi Rudianto, S.Par., M.M., mengatakan kualitas pelatih merupakan salah satu faktor utama yang menentukan perkembangan dan prestasi atlet.

Menurutnya, kemampuan teknik, pemahaman taktik permainan, hingga pembentukan mental bertanding pemain sangat dipengaruhi oleh kualitas pelatih yang mendampingi mereka.

“Kalau pelatihnya tidak bagus, bagaimana ke depan atletnya bisa memiliki skill, mentalitas, dan teknik yang bagus. Kami ingin membangun dasar kepelatihan yang benar agar futsal Banyumas ke depan semakin berkembang,” ujarnya.

Banyumas Baru Punya Dua Pelatih Berlisensi AFC

Didi mengungkapkan, saat ini ketersediaan pelatih futsal berlisensi di Banyumas masih terbatas. Tercatat baru ada dua pelatih yang mengantongi lisensi AFC dan tiga pelatih dengan lisensi nasional.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan AFK Banyumas menggelar kursus kepelatihan sebagai langkah memperluas jumlah pelatih berkualifikasi.

Kursus Level 1 Nasional ini sekaligus menjadi pintu masuk bagi peserta untuk menapaki jenjang sertifikasi yang lebih tinggi, termasuk lisensi AFC.

AFK Banyumas menargetkan setiap klub yang menjadi anggotanya memiliki pelatih berlisensi nasional. Standar tersebut diharapkan menjadi dasar dalam membangun sistem pembinaan yang lebih terukur.

Didi juga menyoroti pentingnya kompetensi pelatih dalam pembinaan pemain usia dini. Menurutnya, pembentukan teknik dasar dan karakter bermain harus dilakukan oleh tenaga kepelatihan yang memahami metode pembinaan secara benar.

“Jangan sampai fondasi pembinaan sejak usia dini dibangun oleh pelatih yang belum memiliki kompetensi memadai. Kami ingin mengawal futsal Banyumas agar standar kepelatihannya terus meningkat,” katanya.

Bidik Liga Futsal Nusantara 2027

Selain memperkuat kualitas kepelatihan, AFK Banyumas mulai menyiapkan target kompetitif dengan membidik keikutsertaan dalam Liga Futsal Nusantara pada 2027.

Target tersebut bukan sekadar mengejar partisipasi dalam kompetisi nasional, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk mempersiapkan tim menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2030.

AFK Banyumas ingin membangun basis atlet melalui kompetisi yang berjenjang dan berkesinambungan. Dengan begitu, ketika memasuki babak kualifikasi Porprov pada 2029, Banyumas sudah memiliki skuad yang matang dan mampu bersaing dengan daerah lain di Jawa Tengah.

Menurut Didi, persiapan menuju Porprov tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses pembinaan yang konsisten, mulai dari peningkatan kualitas pelatih, penjaringan atlet potensial, hingga pemberian pengalaman bertanding melalui kompetisi.

Karena itu, peningkatan lisensi pelatih menjadi bagian penting dari strategi membangun kekuatan futsal Banyumas dalam jangka panjang.

Kurikulum Juga Perkuat Spesialisasi Pelatih Kiper

Dalam pelaksanaan kursus, materi kepelatihan juga memberikan perhatian khusus terhadap kompetensi pelatih penjaga gawang atau goalkeeper coach.

Materi yang diberikan meliputi teknik menangkap bola, penempatan posisi, gerak kaki, teknik menghentikan tembakan, pembinaan penjaga gawang usia dini, hingga kemampuan distribusi bola.

Instruktur penjaga gawang, Endi Bagus Setiawan, mengapresiasi langkah AFK Banyumas yang menyelenggarakan kursus tersebut.

Ia menilai peningkatan kapasitas pelatih merupakan kebutuhan mendesak, mengingat ketersediaan SDM kepelatihan futsal berlisensi nasional maupun AFC di Jawa Tengah masih perlu diperkuat.

“Kami dari PSSI sangat mengapresiasi pengurus futsal Banyumas yang menyelenggarakan kursus ini. Ini bisa menjadi awal bagi Banyumas sekaligus mendukung pengembangan SDM kepelatihan futsal di Jawa Tengah,” ujarnya.

Endi menjelaskan, PSSI telah menyiapkan kurikulum dan jalur pengembangan kepelatihan secara terstruktur. Jenjang tersebut dimulai dari lisensi nasional hingga AFC Level 1, Level 2, dan Level 3.

Sertifikasi nasional menjadi bekal awal bagi peserta untuk melanjutkan peningkatan kompetensi ke jenjang berikutnya. Termasuk mengambil spesialisasi kepelatihan penjaga gawang.

Ia juga menyebut penguatan SDM kepelatihan menjadi bagian dari persiapan menghadapi target Piala Dunia Futsal 2028. Karena itu, pengembangan kompetensi pelatih di daerah perlu berjalan dengan standar dan filosofi pembinaan yang terarah.

KONI Dorong Pelatih Serap Ilmu Instruktur

Apresiasi terhadap penyelenggaraan kursus juga disampaikan Ketua Umum KONI Banyumas, Arie Suprapto, melalui Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Antar-Lembaga dan Humas Media, Dr. Ir. Aman Suyadi, M.P.

Menurut Aman, kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting bagi para pelatih untuk meningkatkan kompetensi sekaligus membuka peluang meniti karier kepelatihan ke tingkat nasional.

Ia menegaskan, pelatih memiliki peran strategis dalam menggali dan mengembangkan potensi atlet. Karena itu, seluruh peserta diharapkan mengikuti materi dengan serius dan menyerap ilmu yang diberikan instruktur.

“Pelatih yang kompeten akan mampu mengeksplorasi kemampuan pemain. Karena itu, peserta harus menyerap seluruh ilmu yang diberikan instruktur agar bisa diterapkan dalam proses pembinaan,” katanya.

Melalui Kursus Pelatih Futsal Level 1 Nasional 2026, AFK Banyumas berupaya membangun pola pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi jangka pendek.

Penguatan kualitas pelatih, standardisasi kompetensi, dan regenerasi atlet menjadi tiga fondasi yang ingin dibangun secara bersamaan.

Dengan fondasi tersebut, target mengikuti Liga Futsal Nusantara 2027 dan menembus persaingan Porprov Jawa Tengah 2030 diharapkan dapat dipersiapkan lebih matang.

Sebab, prestasi futsal tidak cukup hanya mengandalkan pemain berbakat. Dibutuhkan pelatih kompeten dan sistem pembinaan yang konsisten agar potensi atlet Banyumas dapat berkembang secara maksimal. (\*\*)