PURWOKERTO, suarabanyumas.co.id – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional. Sinergi tersebut diarahkan pada penguatan program Penangkapan Ikan Terukur (PIT) serta penyiapan calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun Anggaran 2027.
Kolaborasi ini menegaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung kebijakan pemerintah yang berbasis data, kajian ilmiah, dan prinsip keberlanjutan. Melalui kapasitas akademik dan penelitian, FPIK Unsoed diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat perencanaan serta pelaksanaan program pembangunan kelautan dan perikanan.
Dekan FPIK Unsoed, Prof. Dr. Ir. Endang Hilmi, S.Hut., M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam program strategis pemerintah menjadi ruang untuk menghubungkan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Menurutnya, kompetensi akademisi, kegiatan penelitian, dan pengalaman pendampingan masyarakat dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan perikanan yang lebih terencana. Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mendorong penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat pesisir.
“Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah merupakan langkah strategis untuk menghubungkan hasil penelitian dengan kebutuhan pembangunan sektor kelautan dan perikanan. FPIK Unsoed memiliki komitmen untuk berkontribusi melalui penguatan kajian ilmiah, dukungan data, serta pengembangan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir dan nelayan,” demikian rumusan pernyataan Dekan FPIK Unsoed dalam bahan informasi kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, program Penangkapan Ikan Terukur membutuhkan dukungan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar pengelolaan sumber daya ikan. Sementara itu, penyiapan calon lokasi Kampung Nelayan Merah Putih memerlukan pemetaan kondisi wilayah, potensi perikanan, ketersediaan infrastruktur, serta kebutuhan masyarakat setempat.
Perwakilan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) KKP, Ade Setia Januar, S.Pi., M.Si., turut berperan dalam memperkuat komunikasi dan koordinasi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas dukungan keilmuan dalam perencanaan program sektor perikanan tangkap.
“Kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat dukungan keilmuan dan kualitas data dalam pelaksanaan program perikanan tangkap. Sinergi ini juga penting untuk mendukung penyiapan program yang terencana, tepat sasaran, dan berorientasi pada keberlanjutan sumber daya perikanan serta kesejahteraan masyarakat nelayan,” demikian rumusan pernyataan perwakilan DJPT KKP dalam bahan informasi kegiatan.
Melalui kerja sama tersebut, FPIK Unsoed dan KKP diharapkan dapat membangun pola kolaborasi yang saling melengkapi, mulai dari penguatan kajian ilmiah, penyediaan data, hingga dukungan terhadap pengembangan kawasan pesisir. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan ekonomi biru yang tidak hanya berorientasi pada pengelolaan sumber daya laut, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.