Hadapi Musim Hujan dan Angkutan Nataru 2026/2027, KAI Daop 5 Purwokerto Perkuat Keandalan Jalur Kereta Api

PURWOKERTO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto terus memperkuat keandalan jalur kereta api sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan sekaligus mempersiapkan masa Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Berbagai program perawatan dan peningkatan prasarana dilaksanakan untuk memastikan jalur kereta api tetap dalam kondisi andal sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan selamat, aman, dan lancar.

Upaya tersebut dilakukan melalui pemeliharaan rutin, penggantian komponen prasarana, serta peningkatan konstruksi di sejumlah titik wilayah operasional Daop 5 Purwokerto. Pekerjaan meliputi penambahan batu balas, peremajaan rel dan bantalan, hingga peningkatan konstruksi jembatan guna menjaga kualitas dan ketahanan prasarana.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, menyampaikan bahwa kesiapan prasarana menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api, terutama saat memasuki musim hujan dengan potensi peningkatan curah hujan yang dapat memengaruhi kondisi jalur.

“Persiapan menghadapi musim hujan dan Angkutan Nataru kami lakukan melalui pemeliharaan serta peningkatan kualitas prasarana secara terencana. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk memastikan jalur kereta api berada dalam kondisi andal,” ujar As’ad.

Hingga Oktober 2026, KAI Daop 5 Purwokerto telah melakukan penambahan batu balas sebanyak 14.160 meter kubik, peremajaan 1.499 batang bantalan rel yang terdiri atas bantalan beton, sintetis, dan kayu, serta peremajaan rel sepanjang 6.850 meter.

Berbagai pekerjaan tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas prasarana, meningkatkan stabilitas jalur, serta mendukung keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api.

Selain itu, KAI Daop 5 Purwokerto juga telah menyelesaikan penggantian empat jembatan pendek dengan konstruksi box culvert. Penggunaan konstruksi ini diharapkan dapat meningkatkan kekuatan dan stabilitas struktur, sekaligus mendukung keandalan prasarana dalam menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan debit air.

Keempat jembatan tersebut meliputi penggantian jembatan baja menjadi box culvert di BH 1462 antara Stasiun Meluwung–Cipari; penggantian jembatan plat beton menjadi box culvert di BH 1526 dan BH 1527 antara Stasiun Kawunganten–Jeruklegi; serta penggantian jembatan baja menjadi box culvert di BH 1735A hulu KM 445+163 antara Stasiun Sruweng–Kebumen.

As’ad menambahkan bahwa upaya peningkatan prasarana tidak hanya dilakukan melalui pekerjaan fisik, tetapi juga diperkuat dengan pemantauan kondisi jalur secara berkala. Hal ini penting untuk mengidentifikasi potensi gangguan sejak dini, terutama pada lokasi yang berpotensi terdampak curah hujan tinggi, perubahan kondisi tanah, maupun faktor lingkungan lainnya.

KAI Daop 5 Purwokerto melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi prasarana di seluruh wilayah operasional. Apabila ditemukan potensi gangguan atau kondisi yang memerlukan penanganan, langkah tindak lanjut akan dilakukan sesuai kebutuhan untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api.

“Kami berkomitmen untuk terus mengutamakan keselamatan dalam setiap aspek operasional. Dengan kesiapan prasarana yang terjaga dan pengawasan yang berkelanjutan, kami berharap masyarakat dapat menikmati perjalanan kereta api selama libur Natal dan Tahun Baru dengan aman, nyaman, dan lancar,” tutup As’ad.