PURWOKERTO – Semangat Raden Ajeng Kartini kembali digaungkan melalui cara yang kreatif dan membumi. Aston Purwokerto Hotel & Convention Center menggelar Workshop Membatik bertajuk “Heritage in Our Hands: Batik for Kartini Day”, sebagai ruang ekspresi sekaligus upaya pelestarian budaya bagi perempuan.
Rhenantya Rezky Marketing Communication Aston Hotel Purwokerto mengungkapkan, Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh antusias ini menghadirkan pengalaman langsung membatik bagi para peserta. Bekerja sama dengan Rumah Batik R, workshop ini tidak hanya menjadi ajang belajar teknik, tetapi juga sarana memperdalam makna batik sebagai identitas budaya Indonesia.
Para peserta dibimbing langsung oleh Berlinda Ellen, pengrajin dari Rumah Batik R. Mereka diajak memahami setiap tahapan membatik secara komprehensif, mulai dari penggunaan canting, menggambar pola, hingga proses pewarnaan kain. Suasana interaktif terlihat ketika peserta mencoba menuangkan ide kreatif mereka ke dalam motif batik, menciptakan karya yang personal sekaligus sarat nilai tradisi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi perempuan untuk terus berkarya dan berdaya, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal,” ujarnya.
Tak sekadar edukatif, workshop ini juga dikemas dengan nuansa santai dan menyenangkan. Aston Purwokerto turut memanjakan peserta dengan sajian makanan dan minuman, serta memberikan berbagai fasilitas seperti media pouch batik, perlengkapan membatik, dokumentasi kegiatan, hingga voucher khusus bagi peserta terbaik.
Momentum peringatan Hari Kartini ini dimanfaatkan Aston Purwokerto untuk menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan perempuan. Melalui kegiatan inspiratif seperti ini, diharapkan semakin banyak perempuan yang berani mengekspresikan diri, mengembangkan kreativitas, dan berkontribusi dalam menjaga warisan budaya bangsa.
Aston dikenal sebagai salah satu merek hotel terpercaya dengan layanan berkualitas dan inovatif. Dengan lebih dari 50 hotel yang tersebar di berbagai kawasan, Aston terus beradaptasi dengan kebutuhan wisatawan modern, tanpa meninggalkan sentuhan nilai budaya lokal dalam setiap programnya.