Forum Temu Gagasan, 41 Tokoh Banyumas Bahas Arah Pembangunan hingga 2030

PURWOKERTO – Temu Gagasan Tokoh Banyumas 2026 kembali digelar pada Jumat, 28 Agustus 2026. Forum yang telah memasuki penyelenggaraan keenam tersebut menjadi ruang bertemunya berbagai tokoh Banyumas untuk bertukar pemikiran dan menggali gagasan bagi kemajuan daerah.

Penggagas Temu Gagasan Tokoh Kabupaten Banyumas, Iksanto mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menghimpun berbagai perspektif dari tokoh-tokoh Banyumas untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah di masa mendatang.

“Kita menggali potensi-potensi pikiran tokoh-tokoh di Banyumas untuk kepentingan Banyumas mendatang. Tema yang kita angkat kali ini adalah meneropong Banyumas sampai 2030 di segala bidang pembangunan,” kata Iksanto kepada wartawan.

Menurut Iksanto, pembangunan di Banyumas saat ini masih terus diarahkan secara merata, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

Pembangunan tersebut mencakup sektor fisik dan nonfisik. Pemerataan pembangunan di berbagai bidang diharapkan dapat menjadi fondasi bagi kemajuan Banyumas dalam beberapa tahun mendatang.

41 Tokoh Banyumas Hadir

Temu Gagasan Tokoh Banyumas 2026 diikuti 41 tokoh dari berbagai latar belakang. Mereka berasal dari sejumlah bidang, mulai dari sosial, pendidikan, olahraga, perempuan hingga kebijakan publik.

Kehadiran tokoh-tokoh dari beragam sektor tersebut menjadi bagian penting dalam forum untuk memperkaya perspektif mengenai tantangan dan peluang pembangunan Banyumas menuju 2030.

Selain forum gagasan, kegiatan tersebut juga memberikan penghargaan kepada 10 Tokoh Perempuan Banyumas 2026.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kiprah dan kontribusi perempuan dalam berbagai bidang kehidupan di Banyumas.

Salah satu penerima penghargaan, Shinta Laila, yang juga merupakan anggota DPRD Jawa Tengah, mengapresiasi penyelenggaraan Temu Gagasan Tokoh Banyumas 2026.

Menurut Shinta, pertemuan tokoh dari berbagai latar belakang menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus bertukar gagasan.

“Saya mewakili perempuan mengapresiasi sekali acara hari ini. Yang pertama, dari sekian banyak orang yang beraktivitas dari berbagai bidang, saling berbagi, saling ketemu, saling silaturahmi,” ujarnya.

Ia menilai keberagaman latar belakang para peserta dapat menghasilkan perspektif dan ide yang bermanfaat bagi pembangunan daerah.

“Ini bagus untuk bertukar pikiran dengan background masing-masing sehingga menjadi suatu ide gagasan ke depan bisa untuk peningkatan, pengembangan,” lanjutnya.

Shinta berharap gagasan yang lahir dari Temu Gagasan Tokoh Banyumas 2026 tidak berhenti sebagai diskusi, tetapi dapat menjadi masukan bagi peningkatan dan pengembangan Banyumas ke depan.

Forum tersebut diharapkan dapat terus menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk memberikan kontribusi pemikiran dalam menentukan arah pembangunan Banyumas hingga 2030.

Sementara itu sambutan Bupati Banyumas Sadewo Trilastiono yang di bacakan Junaidi m