Warga Grumbul Cibun Sunyalangu Segera Nikmati Jembatan Permanen

BANYUMAS – Pembangunan jembatan yang menjadi akses penting bagi masyarakat Grumbul Cibun Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas dengan Desa Baseh Kecamatan Kedungbanteng sepanjang 60 Meter dengan lebar 5,5 meter segera dimulai. Targetnya, pembangunan tersebut akan selesai hingga 130 hari kedepan.

Pembangunan tersebut kini memasuki tahap keempat dengan dukungan anggaran pemerintah pusat Rp 5 milyar dan Pemerintah Kabupaten Banyumas Rp 2,1 Milyar.

Peletakan batu pertama pembangunan tahap keempat dilakukan bersama oleh Anggota DPR RI Yanuar Arif Wibowo, Bupati Banyumas Sadewo Trilastiono, Kepala Deda Sunyalangu, Desa Baseh, Dinas Pekerjaan Umum, unsur Forkompincam , serta masyarakat setempat.

Anggota DPR RI Yanuar Arif mengatakan, dirinya sejak 16 Mei tahun lalu telah diminta melihat langsung kondisi jembatan tersebut. Dari hasil peninjauan, diketahui bahwa pembangunan jembatan sudah lama direncanakan, namun pelaksanaannya terkendala keterbatasan anggaran negara.

“16 Mei itu saya diminta untuk melihat kondisi jembatan. Memang seperti yang disampaikan Mas Bupati, jembatan ini sudah dirancang lama,” kata Yanuar.

Menurut Yanuar, kondisi anggaran negara yang terbatas membuat pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap dan berdasarkan skala prioritas.

Karena itu, sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas – Cilacap, ia berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat agar pembangunan jembatan dapat direalisasikan.

Yanuar mengatakan, akan memperjuangkan alokasi anggaran lanjutan senilai Rp 4 miliar untuk pembangunan jalan, setelah pembangunan jembatan selesai. Diharapkan anggaran tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal di tahun 2028 mendatang.

Ia berharap pembangunan jembatan tidak hanya menyelesaikan persoalan akses transportasi masyarakat. Lebih dari itu, jembatan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

“Ini mudah-mudahan ketika jadi bisa membawa kebaikan buat kita semua, meningkatkan perekonomian dan meningkatkan akses,” ujarnya.

Keberadaan jembatan juga dinilai penting bagi akses pendidikan. Selama ini, masyarakat, termasuk para pelajar, membutuhkan akses yang lebih mudah dan aman untuk menuju sekolah maupun pusat aktivitas lainnya.

Yanuar berharap pembangunan tersebut dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pembangunan dari tingkat desa.

Ia menilai pembangunan infrastruktur di desa merupakan bukti bahwa perhatian pemerintah terhadap masyarakat tidak hanya berpusat di perkotaan.

“Ini salah satu bukti bahwa komitmen untuk membangun dari desa, terutama infrastrukturnya, bisa diterapkan,” katanya.

Yanuar juga memaknai pembangunan jembatan tersebut sebagai bagian dari amal dan pengabdian kepada masyarakat.

“Jembatan ini tidak hanya jembatan, tetapi menjadi jembatan kebaikan, menjadi jembatan yang menghantarkan amal saleh kita semua,” tuturnya.

Dengan terealisasinya pembangunan, masyarakat diharapkan tidak lagi menghadapi persoalan akses yang selama ini menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun mobilitas sehari-hari.

Pembangunan jembatan tersebut sekaligus menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, DPR RI, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan infrastruktur dasar.

Yanuar berharap seluruh pihak dapat ikut menjaga dan memanfaatkan jembatan tersebut setelah pembangunan selesai. Dengan begitu, infrastruktur yang dibangun menggunakan anggaran negara benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Jadi Jembatan Menuju Kebaikan

Kepala Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas Mansur mengatakan, pembangunan jembatan tersebut menjadi kabar gembira yang telah lama dinantikan masyarakat. Jembatan diharapkan membuka akses yang lebih mudah bagi warga sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.

“Alhamdulillah, kami bersyukur sekali. Hari ini menandakan kelanjutan pembangunan jembatan yang menjadi akses masyarakat,” kata Mansur.

Menurutnya, keberadaan jembatan tidak hanya penting untuk mobilitas warga. Akses tersebut juga akan mendukung sektor perkebunan yang selama ini menjadi salah satu aktivitas masyarakat.

“Insyaallah dengan dibangunnya jembatan ini beberapa sektor akan bisa kita lalui, terutama untuk perkebunan. Harapan kami jembatan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Mansur juga berharap pembangunan infrastruktur tersebut diikuti peningkatan fasilitas pendukung, termasuk jaringan listrik.

Ia menyebut Pemerintah Desa telah mulai membuka akses jalan menuju kawasan Semaya dan Sunyalangu. Ke depan, akses tersebut diharapkan dapat tersambung ke wilayah lain sehingga mobilitas masyarakat semakin mudah.

“Selama ini masyarakat harus memutar, melewati Desa Baseh yang berada di Kecamatan Kedungbanteng. Harapan saya akses ini nantinya bisa tersambung sehingga silaturahmi dan aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kresnawan, ST, MM, menjelaskan pembangunan jembatan tersebut bukan pekerjaan yang baru dimulai tahun ini.

Menurutnya, pembangunan telah dilakukan secara bertahap sejak 2020. Pada tahap awal, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp200 juta untuk sejumlah pekerjaan minor.

“Pembangunan jembatan ini merupakan suatu tahapan. Jadi tidak dimulai dari sekarang. Sejak 2020 sudah direncanakan dan diawali dengan beberapa pekerjaan minor,” jelas Kresnawan.

Pembangunan kemudian kembali dilanjutkan pada 2022 dan dilakukan secara bertahap hingga akhirnya memasuki tahap keempat pada tahun ini.

Kresnawan mengatakan, pembangunan tahap keempat mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Bantuan tersebut mencapai sekitar Rp5 miliar.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Yanuar yang ikut mengawal kegiatan ini sehingga mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat untuk pembangunan jembatan sebesar Rp5 miliar,” ujarnya.

Selain bantuan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Banyumas juga mengalokasikan anggaran melalui APBD. Pada tahap ini, Pemkab Banyumas mengalokasikan sekitar Rp2,1 miliar untuk mendukung penyelesaian pembangunan.

Dengan dukungan dua sumber anggaran tersebut, pembangunan jembatan diharapkan dapat diselesaikan sesuai target.

Namun, Kresnawan mengingatkan bahwa pekerjaan belum sepenuhnya berhenti setelah jembatan selesai. Masih terdapat pekerjaan lanjutan berupa pembangunan jalan di sisi seberang jembatan.

“Kami berharap pekerjaan ini tidak berhenti di sini. Masih ada tahapan berikutnya, yaitu meneruskan jalan di seberang jembatan,” katanya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Banyumas dapat kembali mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan tersebut. Pasalnya, jembatan yang sudah dibangun akan lebih optimal manfaatnya apabila terhubung dengan jaringan jalan yang memadai.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki akses masyarakat secara bertahap.

Menurut Sadewo, pembangunan infrastruktur memang harus menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Karena itu, sejumlah pekerjaan dilakukan secara bertahap sesuai skala prioritas.

“Alhamdulillah, saya senang pembangunan jembatannya bisa dilanjutkan. Setelah ini tahap selanjutnya adalah menyelesaikan jalan di sana,” kata Sadewo.

Ia memastikan pemerintah akan berupaya melanjutkan pembangunan jalan menuju jembatan tersebut. Namun, penyelesaiannya tetap akan memperhatikan kondisi anggaran APBD.

“Insyaallah setelah ini secara bertahap kita selesaikan untuk jalan di sana. Kalau memungkinkan, tentu kita upayakan agar bisa segera selesai,” ujarnya.

Sadewo menegaskan, pembangunan infrastruktur harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, akses yang dibangun tidak boleh berhenti hanya pada jembatan, tetapi harus terhubung dengan jalan dan kawasan yang menjadi tujuan mobilitas warga.

Ia juga meminta masyarakat memahami apabila selama proses pembangunan terjadi gangguan terhadap aktivitas sehari-hari.

“Mohon maaf selama proses pembangunan tentu agak terganggu. Tetapi yakin, nanti hasilnya akan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Dengan rampungnya pembangunan jembatan dan rencana kelanjutan akses jalan, pemerintah berharap konektivitas antarwilayah semakin baik. Selain memudahkan mobilitas warga, infrastruktur tersebut diharapkan mampu membuka akses ekonomi, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan sektor perkebunan.