Mahasiswa UIN Saizu Halya Nur Ajilla Wakili Jawa Tengah di MTQ Nasional XXXI 2026

PURWOKERTO – Kabar membanggakan datang dari Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora (FUAH), Halya Nur Ajilla, dipercaya memperkuat Kafilah Jawa Tengah dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.

Halya akan tampil pada cabang Hafalan Al-Qur’an 30 Juz Putri dalam ajang MTQ Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 12–20 September 2026 di Semarang, Jawa Tengah.

Keikutsertaan Halya menjadi kebanggaan tersendiri bagi UIN Saizu dan Kabupaten Banyumas. Ia tercatat sebagai salah satu peserta asal Banyumas yang berhasil menembus seleksi dan kemudian dipercaya membawa nama Provinsi Jawa Tengah pada kompetisi Al-Qur’an tingkat nasional.

Dukungan terhadap Halya disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UIN Saizu Purwokerto, Prof. Sunhaji. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Saizu memiliki ruang yang luas untuk berkembang, baik dalam bidang akademik maupun kompetensi keagamaan.

“Halya adalah teladan bagi mahasiswa lain. Prestasinya menunjukkan bahwa kesungguhan, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an mampu mengantarkan mahasiswa mencapai prestasi di tingkat nasional,” ujar Prof. Sunhaji seusai menghadiri audiensi dan pamit peserta MTQ Nasional XXXI bersama pimpinan daerah, Rabu (19/8/2026).

Audiensi berlangsung di Ruang Tamu Wakil Bupati Banyumas, Kompleks Pendapa Si Panji Purwokerto, sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut, Halya memperoleh dukungan dari Pemerintah Kabupaten Banyumas, UIN Saizu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, serta Baznas Kabupaten Banyumas.

Prof. Sunhaji menegaskan, UIN Saizu akan terus memberikan dukungan kepada mahasiswa yang berprestasi dan membawa nama baik kampus, daerah maupun bangsa.

“UIN Saizu akan terus mendukung penuh langkah-langkah mahasiswa yang berkompetisi membawa nama baik kampus, daerah, dan bangsa,” tegasnya.

Lolos Seleksi Ketat

Perjalanan Halya menuju MTQ Nasional tidak berlangsung instan. Sebelum dipercaya menjadi bagian dari Kafilah Jawa Tengah, ia harus melewati serangkaian seleksi dan pembinaan.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, Wakhyono, mengatakan Halya merupakan salah satu kafilah terbaik Banyumas. Ia telah mengikuti tahapan seleksi, pelatihan hingga karantina sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Dalam proses seleksi MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah, terdapat tiga kandidat asal Kabupaten Banyumas yang mengikuti tahapan untuk mendapatkan tiket menuju MTQ Nasional.

Dari proses tersebut, Halya dinilai memenuhi persyaratan dan akhirnya dipercaya menjadi wakil Jawa Tengah pada cabang Hafalan Al-Qur’an 30 Juz Putri.

“Dari tiga orang, Halya memenuhi syarat untuk maju di tingkat nasional,” ungkap Wakhyono.

Capaian itu sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan peserta MTQ di daerah dapat melahirkan talenta yang mampu bersaing hingga tingkat nasional.

Wabup Banyumas Bangga

Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, turut menyampaikan kebanggaannya atas keberhasilan Halya. Menurutnya, keikutsertaan putri Banyumas dalam Kafilah Jawa Tengah merupakan kehormatan sekaligus momentum untuk memperkuat syiar Al-Qur’an.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Banyumas, saya merasa sangat bangga. Ini kehormatan luar biasa sekaligus syiar Al-Qur’an yang patut kita syukuri,” ungkap Lintarti.

Ia berpesan agar Halya tidak hanya mempersiapkan kemampuan hafalan, tetapi juga menjaga kesehatan dan mental selama mengikuti rangkaian MTQ Nasional.

Lintarti meminta Halya tetap rendah hati dan tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian yang telah diraih.

“Jangan merasa cukup dengan capaian yang telah diraih. Nikmati proses, terus gali ilmu, dan jadikan ajang ini sebagai sarana memperluas persahabatan,” pesannya.

Perkuat Pembinaan Al-Qur’an

Momentum keberangkatan Halya menuju MTQ Nasional juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Kementerian Agama untuk memperkuat pembinaan peserta MTQ secara berkelanjutan.

Pembinaan yang terstruktur dinilai penting untuk melahirkan kader-kader Al-Qur’an yang mampu berprestasi secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional.

Kolaborasi pemerintah daerah, Kementerian Agama, perguruan tinggi, termasuk UIN Saizu, serta Baznas diharapkan mampu memperkuat ekosistem pembinaan Al-Qur’an di Banyumas.

Pembinaan tersebut tidak semata diarahkan untuk mengejar prestasi dalam kompetisi. Lebih jauh, pembinaan diharapkan mampu membentuk generasi muda yang memiliki kecintaan, pemahaman, sekaligus pengamalan terhadap nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Persiapan Menuju Semarang

Menjelang pelaksanaan MTQ Nasional XXXI, Halya terus menjalani latihan dan pembinaan. Persiapan dilakukan untuk menjaga kualitas hafalan sekaligus kesiapan mental dan fisik sebelum tampil di panggung nasional.

Dukungan keluarga, kampus, Pemkab Banyumas, Kementerian Agama, Baznas dan masyarakat menjadi modal tambahan bagi Halya untuk memberikan penampilan terbaik.

Bagi UIN Saizu, keikutsertaan Halya bukan semata-mata soal mengejar gelar juara. Lebih dari itu, kiprahnya menjadi bagian dari upaya kampus mencetak generasi muda yang unggul secara akademik, memiliki karakter kuat, serta menguasai kompetensi keagamaan.

Halya kini membawa harapan besar. Ia tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama UIN Saizu Purwokerto, Kabupaten Banyumas dan Jawa Tengah di panggung MTQ Nasional XXXI 2026.

Dengan persiapan yang matang dan dukungan berbagai pihak, Halya diharapkan mampu tampil maksimal, menjaga ketenangan, serta memberikan prestasi terbaik pada ajang nasional tersebut.