PURWOKERTO — Tongkat kepemimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Purwokerto resmi berganti. Aliandra Harahap menyerahkan jabatan Kepala Lapas kepada Winarso dalam agenda serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Eks Karesidenan Banyumas.
Kegiatan berlangsung di Lapas Kelas IIA Purwokerto, Jumat (14/8/2026), dan dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) Jawa Tengah, Mardi.
Selain Lapas Kelas IIA Purwokerto, pergantian pimpinan juga dilakukan di Bapas Kelas II Purwokerto dan Rutan Kelas IIB Purbalingga.
Dalam sertijab tersebut, Aliandra Harahap resmi mengakhiri masa tugasnya sebagai Kalapas Purwokerto setelah sekitar satu tahun empat bulan memimpin. Ia selanjutnya dipercaya menduduki jabatan sebagai Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta.
Sementara itu, posisi Kalapas Kelas IIA Purwokerto dipercayakan kepada Winarso. Sebelumnya, Winarso menjabat sebagai Kepala Lapas Kembang Kuning Nusakambangan, Cilacap.
Regenerasi dan Penyegaran Organisasi
Mardi mengatakan pergantian pimpinan merupakan bagian dari tour of duty yang lazim dilakukan dalam organisasi. Rotasi diperlukan untuk menjaga dinamika organisasi sekaligus menyiapkan regenerasi sumber daya manusia.
“Tour of duty, pergantian pimpinan di satuan kerja di Jawa Tengah itu hal yang biasa. Ini sebagai penyegaran dan reorganisasi tim SDM,” kata Mardi seusai kegiatan.
Menurut dia, regenerasi menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan kepemimpinan di lingkungan pemasyarakatan. Karena itu, kader-kader muda perlu dipersiapkan untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
Mardi menilai Lapas Purwokerto, Bapas Purwokerto, dan Rutan Purbalingga merupakan unit yang harus terus dipersiapkan dengan kepemimpinan dan sumber daya manusia terbaik.
“Generasi muda juga sudah mulai naik. Suksesinya harus kita persiapkan dengan baik, apalagi Lapas Purwokerto, Bapas Purwokerto, dan Rutan Purbalingga,” ujarnya.
Ia berpesan agar pergantian pimpinan tidak mengganggu pelayanan dan program pemasyarakatan yang selama ini telah berjalan.
Standar tugas pokok dan fungsi, kata Mardi, tetap menjadi prioritas. Hal itu meliputi pelayanan kepada masyarakat, pembinaan narapidana dan tahanan, pengamanan, hingga pelayanan kesehatan.
“Pelayanan masyarakat, pembinaan, pengamanan narapidana dan tahanan, serta pelayanan kesehatan harus tetap menjadi standar pokok,” tegasnya.
Dorong Pemasyarakatan Dukung Ketahanan Pangan
Di luar tugas utama tersebut, Mardi juga meminta jajaran pemasyarakatan berperan aktif mendukung program strategis pemerintah, salah satunya ketahanan pangan.
Menurut dia, Lapas, Rutan, dan Bapas memiliki potensi untuk memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program pembinaan kemandirian warga binaan.
“Kita juga memiliki tugas tambahan, salah satunya bagaimana Lapas, Rutan, dan Bapas bisa berkontribusi dalam ketahanan pangan,” katanya.
Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan produktif di dalam lapas, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Cocosheat Lapas Purwokerto Tembus Pasar China
Aliandra Harahap mengatakan selama satu tahun empat bulan memimpin Lapas Purwokerto, pihaknya berupaya menjaga program pembinaan sekaligus memperkuat kemandirian warga binaan.
Program pembinaan tidak hanya diarahkan pada aspek kerohanian, tetapi juga keterampilan dan produktivitas.
Salah satu capaian yang menjadi catatan penting adalah pengembangan produksi cocosheat yang berhasil menembus pasar ekspor ke China.
“Beberapa waktu lalu, bersama Pak Dirjen PAS, kami pertama kali melepas ekspor cocosheat ke China. Ini tentu menjadi catatan positif yang diharapkan dapat dilanjutkan oleh pimpinan baru,” ujar Aliandra.
Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama jajaran Lapas Purwokerto. Ia berharap program tersebut terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat lebih besar bagi warga binaan maupun masyarakat.
Aliandra juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah bekerja bersama menjaga integritas dan menjalankan program pemasyarakatan.
“Selama satu tahun empat bulan bertugas di Purwokerto, saya sangat berterima kasih kepada teman-teman petugas yang berkomitmen bersama-sama menjaga integritas,” katanya.

Winarso Siap Lanjutkan Program
Kalapas Kelas IIA Purwokerto yang baru, Winarso, mengatakan dirinya siap melanjutkan program yang telah dirintis oleh Aliandra.
Ia tidak ingin pergantian kepemimpinan membuat program yang sudah berjalan berhenti. Sebaliknya, program tersebut akan dievaluasi dan dikembangkan sesuai kebutuhan.
“Program yang belum dilaksanakan oleh beliau, Pak Aliandra, tentunya akan saya lanjutkan,” kata Winarso.
Winarso membawa visi menjadikan pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Misi saya adalah menjadikan pemasyarakatan pasti bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.
Ia juga akan mendorong keterlibatan Lapas Purwokerto dalam mendukung agenda strategis pemerintah, terutama program ketahanan pangan.
Menurut Winarso, pemasyarakatan memiliki ruang yang besar untuk berkontribusi melalui pembinaan warga binaan berbasis produktivitas.
“Kami akan mendorong akselerasi program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan Presiden. Semoga Lapas Purwokerto bisa memberikan sumbangsih nyata untuk masyarakat,” katanya.
Dengan kepemimpinan baru tersebut, Lapas Kelas IIA Purwokerto diharapkan mampu mempertahankan capaian yang telah diraih sekaligus melahirkan inovasi baru.
Pergantian kepemimpinan juga diharapkan menjadi momentum memperkuat integritas petugas, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperluas kontribusi pemasyarakatan bagi masyarakat melalui pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.