BANYUMAS – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Banyumas memastikan kesiapan struktur dan kader untuk menyambut kedatangan Presiden ke-7 RI Joko Widodo ke Banyumas.
Ketua DPD PSI Banyumas, Mubaedah alias Bos Ubed, mengatakan kesiapan tersebut salah satunya dilakukan dengan memastikan struktur organisasi PSI berjalan hingga tingkat DPD, DPC, dan Dewan Pimpinan Ranting (DPRT). Hal itu disampaikan Bos Ubed di sela Rakorda DPC PSI Sokaraja di Sokaraja Kidul, Minggu (27/9/2026).
Menurut Bos Ubed, konsolidasi struktur tidak cukup hanya berdasarkan data administratif atau kepemilikan KTP anggota. PSI Banyumas, kata dia, ingin memastikan nama-nama yang tercatat dalam struktur benar-benar merupakan kader faktual yang aktif dan siap menjalankan kerja organisasi.
“Bukan hanya KTP. Kami pastikan kepengurusan DPRt se-Banyumas satu desa sepuluh orang benar-benar valid,” kata Bos Ubed, seperti dikutip dari Radar Banyumas.
Ia menambahkan, penguatan struktur tersebut menjadi bagian dari konsolidasi PSI Banyumas menuju Pemilu 2029. Setelah konsolidasi di Sokaraja, pengurus DPD PSI Banyumas akan melanjutkan pengecekan dan penguatan struktur di kecamatan-kecamatan lainnya.
Kesiapan tersebut mendapat konteks baru setelah Joko Widodo pada 26 September 2026 secara terbuka menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) PSI saat menghadiri Rakorda PSI Kota Bandung. Jokowi menyatakan dirinya telah menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025 dan meminta jajaran partai mengetahui status tersebut.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menekankan pentingnya merapikan struktur organisasi hingga tingkat desa serta mengaktifkan kader untuk turun ke masyarakat. PSI menyebut agenda konsolidasi struktur tersebut berkaitan dengan persiapan menghadapi Pemilu 2029.
Bagi PSI Banyumas, kedatangan Jokowi menjadi momentum konsolidasi sekaligus penyemangat bagi kader untuk memperkuat organisasi. “Kami pastikan seluruh pengurus DPC sampai DPRT siap menyambut Presiden ke-7 Indonesia dan menjalankan kerja organisasi,” tegas Bos Ubed.