BANYUMAS – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas melakukan survei lapangan di Desa Randegan, Kecamatan Wangon, sebagai tindak lanjut atas permohonan bantuan air bersih yang diajukan pemerintah desa. Survei tersebut menjadi tahapan penting sebelum BPBD menetapkan kebutuhan dan jumlah distribusi air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.
Pranata BPBD Kabupaten Banyumas, Aji, mengatakan kedatangannya bersama tim merupakan tindak lanjut dari surat yang telah diterima BPBD dari Pemerintah Kabupaten Banyumas. Tim turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi riil serta jumlah warga yang terdampak.
“Survei ini menjadi dasar kami untuk melakukan pengiriman bantuan air bersih. Kami akan melihat langsung lokasi terdampak dan mencocokkan data yang diajukan desa,” ujarnya saat melakukan survei di Desa Randegan, Rabu (5/8/2026).
Menurut Aji, pemerintah desa nantinya diminta melengkapi formulir pendataan yang telah disiapkan BPBD. Data tersebut menjadi acuan dalam menghitung kebutuhan air bersih yang akan didistribusikan.
“Kami memiliki format pendataan dari pemerintah daerah yang tinggal diisi oleh desa. Dari jumlah warga terdampak itulah nanti kami menghitung kebutuhan air bersih dan jumlah ritase pengiriman. Ada rumus perhitungannya, sehingga distribusi bisa lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Ia menerangkan, BPBD Banyumas memiliki armada tangki air dengan kapasitas 4.000 hingga 5.000 liter. Penentuan jumlah tangki yang dikirim disesuaikan dengan banyaknya warga terdampak di masing-masing desa.
Hingga saat ini, BPBD telah menerima pengajuan bantuan dari sekitar 31 hingga 32 desa yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Seluruh lokasi tersebut sedang diverifikasi melalui survei lapangan sebelum jadwal distribusi ditetapkan.
“Sampai hari ini desa-desa yang mengajukan sudah kami survei. Namun sebagian belum kami kirim karena masih menunggu hasil perhitungan kebutuhan air bersih. Prioritas kami tentu wilayah yang kondisinya paling parah,” katanya.
Saat ini, wilayah dengan distribusi air bersih paling rutin berada di Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh. BPBD mengirimkan dua tangki air atau sekitar 10.000 liter setiap dua hari sekali untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah tersebut.
Secara keseluruhan, dampak kekeringan di Kabupaten Banyumas terus meluas. Hingga awal Agustus 2026, tercatat 31 des 14 kecamatan mengalami krisis air bersih.
Sebanyak 7.230 kepala keluarga (KK) atau sekitar 23.269 jiwa terdampak kekeringan. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, BPBD Banyumas telah melakukan 172 kali pengiriman dengan total volume mencapai 833.000 liter air bersih.
Distribusi tersebut dilakukan menggunakan armada truk tangki BPBD yang setiap ritasenya mengangkut sekitar 4.000 hingga 5.000 liter air, disesuaikan dengan kondisi lapangan dan jumlah warga penerima manfaat.
BPBD mengimbau pemerintah desa yang mulai mengalami kesulitan air bersih agar segera melaporkan kondisi di wilayahnya. Dengan pendataan yang cepat dan akurat, bantuan air bersih diharapkan dapat segera disalurkan sehingga kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau tetap terpenuhi.