Enam Pesantren Binaan BI Purwokerto Ikuti Capacity Building Nasional ABI 2026 di Jakarta

JAKARTA, suarabanyumas.co.id – Sebanyak enam pesantren binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Purwokerto mengikuti Capacity Building Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu Air Berkah Indonesia (ABI) 2026 di Jakarta, 28–30 Juli 2026. Program yang diikuti 200 pesantren terpilih dari berbagai daerah di Indonesia itu menjadi bagian dari upaya Bank Indonesia memperkuat ekosistem ekonomi syariah melalui pengembangan unit usaha pesantren.

Enam pesantren yang mewakili wilayah kerja KPw BI Purwokerto yakni MBZ Zamzam Cilongok, Pondok Pesantren Darussalam Dukuhwaluh Banyumas, Pondok Pesantren At Taujieh Al Islamy 2 Andalusia Leler Banyumas, Pondok Pesantren Al Mukhtar Adipala Cilacap, Pondok Pesantren Minhajut Tholibin Kembangan Purbalingga, dan Pondok Pesantren Miftahul Huda Pesawahan Rawalo Banyumas. Seluruh peserta merupakan pengelola unit usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang selama ini mendapatkan pendampingan dari Bank Indonesia.

Kegiatan dibuka oleh Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (DEKS) Bank Indonesia, Suryono, yang menegaskan bahwa penguatan kewirausahaan pesantren merupakan bagian dari strategi besar Bank Indonesia dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Menurutnya, pesantren memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis syariah.

“Bank Indonesia memiliki visi besar menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Karena itu, pesantren harus terus didorong menjadi pusat-pusat ekonomi baru melalui pengembangan unit usaha yang profesional, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Suryono saat membuka kegiatan.

Ia menambahkan, sejumlah pesantren di Indonesia telah berhasil membangun unit usaha yang berkembang pesat, mulai dari sektor makanan dan minuman, pertanian, peternakan, ritel, hingga industri halal. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa pesantren mampu bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem halal nasional.

Selama tiga hari, peserta memperoleh pembekalan mengenai manajemen usaha, strategi pengembangan bisnis, tata kelola keuangan, pemasaran, berbagi praktik terbaik (success story), hingga kunjungan lapangan ke pesantren yang sukses mengembangkan unit usahanya. Program ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya unit-unit usaha pesantren yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

Salah satu peserta, Solikhin, pengelola AMDK Ar Royyan Pondok Pesantren At Taujieh Al Islamy 2 Andalusia Banyumas, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Selain peningkatan kapasitas usaha, forum ini juga menjadi ruang memperluas jejaring antarpengelola unit usaha pesantren dari berbagai daerah.

“Program ini membuka cara pandang baru dalam mengelola usaha AMDK berbasis pesantren. Kami optimistis Ar Royyan dapat terus berkembang, baik dari sisi kualitas produk, manajemen usaha, maupun pemasaran. Ilmu dan jejaring yang kami peroleh akan menjadi bekal untuk memperkuat kemandirian ekonomi pesantren serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Solikhin.

Keikutsertaan enam pesantren binaan KPw BI Purwokerto dalam Capacity Building ABI 2026 menjadi bukti komitmen Bank Indonesia dalam mendorong lahirnya pesantren-pesantren yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan dakwah, tetapi juga memiliki unit usaha yang profesional dan berkelanjutan. Melalui penguatan kewirausahaan tersebut, pesantren diharapkan semakin berperan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.