PURWOKERTO, suarabanyumas.co.id – Mahasiswi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto, Septi Rahmadani, berhasil lolos ke Grand Final Miss Hijab Jawa Tengah 2026 sebagai perwakilan Kabupaten Banyumas. Malam puncak ajang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 1–2 Agustus 2026 di Surakarta dengan penobatan finalis pada 2 Agustus di TATV Solo.
Tidak sekadar mengikuti kompetisi, Septi membawa program advokasi bertajuk SpeakUp.Sister (The Unheard Project) yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, khususnya kelompok rentan. Program tersebut mengedepankan edukasi komunikasi dan public speaking agar perempuan memiliki keberanian menyampaikan pendapat, memperjuangkan hak, serta membangun kepercayaan diri.
Menurut Septi, kemampuan berbicara di depan publik bukan hanya keterampilan komunikasi, melainkan sarana untuk menghadirkan perubahan sosial yang lebih luas. Melalui program yang diusungnya, ia ingin menciptakan ruang yang aman bagi perempuan untuk berkembang.
“Public speaking bukan sekadar seni berbicara di atas panggung, tetapi juga alat untuk membela hak-hak sesama. Melalui SpeakUp.Sister, saya ingin mendedikasikan ilmu dan suara saya agar semakin banyak perempuan berani menyampaikan pendapat dan memiliki ruang yang aman untuk berkembang,” ujar Septi Rahmadani, Jumat (24/7/2026).
Mahasiswi KPI UIN Saizu tersebut menilai ilmu komunikasi yang dipelajarinya harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, SpeakUp.Sister dirancang sebagai gerakan edukatif yang mendorong perempuan berani menolak berbagai bentuk kekerasan maupun diskriminasi melalui penguatan kemampuan berkomunikasi.
Ajang Miss Hijab Jawa Tengah sendiri tidak hanya menilai penampilan peserta, tetapi juga menguji kapasitas kepemimpinan, kemampuan komunikasi, bakat, serta kepedulian terhadap isu sosial melalui program advokasi yang dibawa masing-masing finalis. Program tersebut sejalan dengan konsep Beauty with Purpose, yakni menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui potensi yang dimiliki peserta.
Menjelang grand final, panitia telah merilis berbagai materi publikasi resmi para finalis, mulai dari video profil, video bakat, hingga rangkaian kegiatan Road to Grand Final. Dalam video bakatnya, Septi menampilkan kemampuan komunikasi sebagai bagian dari komitmennya mengembangkan potensi diri sekaligus menginspirasi generasi muda.
Septi mengaku menjadikan prinsip Man Jadda Wa Jada sebagai motivasi selama mengikuti seluruh tahapan seleksi. Ia berharap keikutsertaannya dapat menjadi inspirasi bagi perempuan muda untuk terus belajar, berprestasi, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
“Saya berharap perjuangan ini tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi. Semoga dapat menginspirasi lebih banyak perempuan muda agar berani belajar, berkarya, dan memanfaatkan kemampuan komunikasi untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menjelang malam puncak, Septi memohon doa dan dukungan dari masyarakat Banyumas serta sivitas akademika UIN Saizu agar mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama baik Kabupaten Banyumas dan kampusnya di tingkat Provinsi Jawa Tengah.