KOLABORASI : Teuku Riefky Harsya Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (kedua dari kanan), Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison (paling kanan), dan David Wadhwani President of Creativity & Productivity Business Adobe (kedua dari kiri) berkolaborasi mendukung masyarakat Indonesia dalam mengubah kreativitas menjadi peluang melalui pemanfaatan teknologi dan AI.
JAKARTA – Pemerintah bersama industri teknologi global semakin serius membangun ekosistem ekonomi kreatif digital di Indonesia. Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dan Adobe resmi berkolaborasi menghadirkan program pemberdayaan kreator yang tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan digital, tetapi juga membuka peluang monetisasi karya berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kolaborasi yang diumumkan di Jakarta, Selasa (17/6), menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan transformasi digital Indonesia. Meski akses internet dan keterampilan digital masyarakat terus meningkat, masih banyak talenta kreatif yang belum mampu mengubah kreativitas mereka menjadi peluang ekonomi yang nyata.
Berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025, tingkat konektivitas dan kemampuan digital masyarakat terus berkembang. Namun, potensi tersebut masih membutuhkan dukungan ekosistem yang mampu menghubungkan kreativitas dengan peluang usaha, pekerjaan, maupun sumber pendapatan baru.
Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada kekayaan intelektual yang lahir dari budaya dan kreativitas masyarakat.
“Di era AI ini, fokus kami adalah memanfaatkan teknologi untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya, agar ide-ide dapat dikembangkan, dilindungi, dan diwujudkan menjadi peluang yang lebih besar,” ujarnya.
Ia menilai kemitraan antara pemerintah dan sektor industri menjadi model penting dalam membekali generasi muda agar mampu bersaing secara global sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Salah satu program unggulan dalam kolaborasi ini adalah peluncuran program monetisasi kreator pertama Adobe Express yang memilih Indonesia sebagai negara perdananya. Program tersebut memungkinkan kreator menghasilkan pendapatan langsung melalui template desain yang dibuat dan dipasarkan melalui platform Adobe Express.
Presiden Creative & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, mengatakan Indonesia memiliki komunitas kreatif yang berkembang pesat dan berpotensi menjadi pemain penting dalam ekonomi kreatif digital dunia.
“Kami ingin membantu lebih banyak kreator mewujudkan ide menjadi peluang nyata, melalui Adobe Express, kurikulum pengembangan keterampilan, dan jalur monetisasi yang dapat memberikan penghasilan dari karya mereka,” katanya.
Sebagai bagian dari program tersebut, peserta terpilih akan memperoleh kesempatan menampilkan karya mereka pada IDEAFEST, salah satu festival kreatif terbesar di Indonesia. Kesempatan itu membuka akses bagi kreator untuk memperluas jaringan profesional, menjangkau pasar baru, dan menjalin kolaborasi dengan pelaku industri kreatif.
Dukungan Kemenekraf juga akan memperkuat eksposur para peserta terhadap calon mitra, investor, hingga peluang pasar yang lebih luas sehingga karya kreatif dapat berkembang menjadi aset ekonomi yang berkelanjutan.
Kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya generasi kreator baru Indonesia yang tidak hanya mahir memanfaatkan teknologi AI, tetapi juga mampu mengubah kreativitas menjadi sumber pertumbuhan ekonomi nasional.