PURWOKERTO – Kesehatan ayam menjadi salah satu faktor paling menentukan keberhasilan usaha peternakan layer. Di tengah tantangan penyakit, kualitas air dan pakan, hingga risiko penularan dari lingkungan, peternak dituntut menerapkan manajemen kesehatan secara terencana dan menyeluruh.
Hal tersebut mengemuka dalam National Poultry Executive Seminar & MVP Vaccine Launch 2026 yang digelar di VIP Meeting Room Daun Kemangi Resto, Purwokerto, Selasa (11/8/2026).
Seminar yang mengusung tema “Vaksinasi Tepat, Produksi Hebat!” itu menghadirkan sejumlah pembicara, antara lain Dr. Abdul Muhaimin bin Abd Wahab dari Malaysian Vaccines and Pharmaceuticals serta Prof. drh. Charles Rangga Tabbu, M.Sc., Ph.D., dari Fakultas Kedokteran Hewan UGM.
Kegiatan tersebut membahas perkembangan terbaru kesehatan ayam layer, tantangan manajemen peternakan, strategi vaksinasi, hingga penerapan biosekuriti untuk menjaga produktivitas.
Dalam paparannya, Prof. drh. Charles Rangga Tabbu menekankan bahwa manajemen kesehatan ayam tidak boleh dilakukan secara sporadis. Kesehatan harus menjadi bagian dari sistem pengelolaan peternakan yang sudah direncanakan sejak awal.
Menurutnya, peternak perlu menentukan standar operasional prosedur (SOP) dan instruksi kerja sebelum kegiatan pemeliharaan dilakukan.
“Manajemen kesehatan itu suatu sistem pengelolaan kesehatan ayam yang direncanakan,” demikian inti paparan dalam seminar tersebut.
Kualitas Air Jangan Diabaikan
Salah satu persoalan yang kerap luput dari perhatian peternak adalah kualitas air.
Padahal, ayam yang dipelihara dalam lingkungan terbatas membutuhkan air dengan kualitas yang memenuhi persyaratan. Air bukan sekadar kebutuhan untuk minum, tetapi juga dapat menjadi sumber masuknya bakteri dan agen penyakit apabila kualitasnya tidak dikendalikan.
Karena itu, pemeriksaan kualitas air secara berkala dinilai penting. Dalam paparan tersebut, peternak disarankan melakukan pemeriksaan laboratorium secara berkala, termasuk memperhatikan pH, kandungan logam berat, serta cemaran bakteri.
Klorinasi juga menjadi salah satu langkah yang dapat diterapkan untuk menjaga kualitas air minum.
Pengawasan tidak berhenti pada sumber air. Pada kandang dengan sistem nipple, kualitas air juga perlu diperiksa di beberapa titik, mulai dari bagian depan, tengah hingga ujung saluran.
Langkah tersebut penting untuk memastikan air yang sampai ke ayam tetap memenuhi standar dan tidak mengalami peningkatan cemaran di sepanjang saluran.
Pakan Juga Berpengaruh terhadap Kesehatan
Selain air, pakan menjadi bagian penting dalam manajemen kesehatan ayam.
Formulasi pakan modern tidak lagi hanya memperhatikan protein kasar. Kebutuhan nutrisi ayam semakin diarahkan pada keseimbangan asam amino dan komponen nutrisi lainnya agar pertumbuhan dan produksi dapat berlangsung optimal.
Namun, pakan juga memiliki risiko kontaminasi.
Bahan baku maupun proses penyimpanan yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber cemaran bakteri. Karena itu, peternak perlu memperhatikan kualitas bahan baku sekaligus mencegah terjadinya pencemaran selama proses penyimpanan dan pemberian pakan.
Penyakit Datang dari Banyak Arah
Tantangan kesehatan ayam tidak hanya berasal dari dalam kandang.
Sumber penyakit dapat berasal dari berbagai arah, mulai dari bibit penyakit yang terbawa manusia, kendaraan, peralatan, hingga hewan lain yang berada di sekitar peternakan.
Lalat, tikus, serangga, unggas lain, maupun hewan peliharaan dapat menjadi bagian dari rantai penyebaran penyakit.
Bahkan, unggas yang tampak sehat belum tentu bebas dari risiko menjadi pembawa atau penyebar agen penyakit.
Karena itu, pembatasan akses ke area kandang menjadi bagian penting dalam penerapan biosekuriti.
Peternak juga perlu mengendalikan lalu lintas manusia, kendaraan dan peralatan agar tidak menjadi media perpindahan penyakit dari satu kandang ke kandang lainnya.
Biosekuriti Harus Menjadi Pertahanan Terdepan
Biosekuriti menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga kesehatan ayam.
Prinsipnya adalah mencegah sumber penyakit melakukan kontak dengan ayam yang berada di dalam kandang.
Semakin kecil peluang penyakit masuk ke lingkungan kandang, semakin besar peluang ayam mempertahankan kondisi kesehatannya.
Dalam paparan seminar, hubungan antara ayam, penyakit dan lingkungan digambarkan sebagai suatu keseimbangan.
Ayam memiliki daya tahan tubuh. Sementara itu, lingkungan dapat membawa berbagai agen penyakit. Manajemen peternakan harus memastikan daya tahan tubuh ayam tetap baik dan jumlah sumber penyakit dapat ditekan serendah mungkin.
Kondisi lingkungan juga harus dikendalikan karena lingkungan yang buruk dapat meningkatkan tekanan penyakit.
Kelembapan tinggi, misalnya, dapat membuat bibit penyakit bertahan lebih lama. Kondisi litter yang basah juga dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan.
Vaksinasi Harus Dilakukan dengan Tepat
Vaksinasi menjadi bagian penting dalam program kesehatan ayam, tetapi pelaksanaannya harus memperhatikan berbagai faktor.
Ayam yang mengalami stres akibat transportasi, perubahan lingkungan maupun kondisi kesehatan yang kurang baik dapat menghadapi tantangan ketika vaksinasi dilakukan.
Karena itu, vaksinasi perlu dilakukan pada kondisi ayam yang sesuai, menggunakan vaksin yang tepat serta dikerjakan oleh tenaga yang terlatih.
Ketepatan prosedur menjadi penting karena vaksinasi bukan sekadar memberikan vaksin, tetapi merupakan bagian dari sistem perlindungan kesehatan ternak.
Seminar tersebut sekaligus menjadi momentum peluncuran MVP Vaccine 2026, yang diperkenalkan sebagai solusi vaksinasi untuk mendukung perlindungan ayam layer berproduksi tinggi. Materi kegiatan menekankan tiga sasaran utama, yakni perlindungan kesehatan, peningkatan produktivitas, dan keberlanjutan keuntungan peternakan.
Target Akhir: Ayam Sehat, Produksi Maksimal
Manajemen kesehatan pada akhirnya tidak hanya bertujuan mencegah penyakit.
Tujuan yang lebih besar adalah memastikan ayam mampu tumbuh dan berproduksi secara maksimal.
Ayam yang sehat memiliki peluang lebih besar mencapai pertumbuhan optimal dan mempertahankan produksi.
Karena itu, pengelolaan kesehatan harus dilakukan sejak awal pemeliharaan. Pertumbuhan pada fase awal menjadi salah satu indikator penting yang harus diperhatikan karena gangguan pada periode tersebut dapat berpengaruh terhadap fase berikutnya.
Manajemen kesehatan juga tidak dapat dipisahkan dari manajemen pakan, air, kandang, lingkungan dan sumber daya manusia.
Semua komponen tersebut saling berkaitan dalam menentukan performa ayam.
Peternak Diminta Tidak Hanya Berorientasi pada Produksi
Pesan penting dari seminar tersebut adalah peternak tidak cukup hanya mengejar jumlah produksi.
Produksi yang tinggi harus dibangun dari sistem pemeliharaan yang sehat dan berkelanjutan.
Perencanaan lokasi kandang, ketersediaan air, kualitas pakan, pengendalian lalu lintas orang dan kendaraan, kebersihan kandang, pengendalian hewan pembawa penyakit hingga program vaksinasi harus dipikirkan sejak awal.
Kesalahan dalam satu aspek dapat memengaruhi aspek lainnya.
Dengan pendekatan tersebut, kesehatan ayam tidak lagi dipandang sebagai tindakan ketika penyakit sudah muncul. Kesehatan menjadi investasi yang harus direncanakan sejak peternakan dibangun.
Seminar National Poultry Executive Seminar & MVP Vaccine Launch 2026 sendiri juga memberikan ruang bagi peserta untuk memperoleh pembaruan mengenai kesehatan layer, berdiskusi dengan ahli, mendapatkan konsultasi mengenai persoalan di lapangan serta mengenal solusi vaksinasi terbaru.
Konsep tersebut sejalan dengan pesan utama kegiatan: healthy flock, high production, better profit.
Dengan kata lain, menjaga kesehatan ayam bukan hanya soal mencegah penyakit, tetapi menjadi fondasi untuk mempertahankan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis peternakan.