Purwokerto City Run 2026 Dihelat, Usung Konsep Sport, Digital, dan Budaya Banyumasan

PURWOKERTO – Setelah vakum selama beberapa tahun, ajang lari bergengsi Purwokerto City Run (PCR) kembali hadir pada 2026 dengan konsep yang lebih segar dan modern. Kini mengusung nama Tel-U Purwokerto City Run 2026, event yang akan digelar pada 23 Agustus 2026 tersebut tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga memadukan teknologi digital, promosi budaya Banyumasan, serta penguatan sektor wisata dan ekonomi daerah.

Peluncuran resmi PCR 2026 dilakukan dalam acara Grand Launching di Kampus Telkom University Purwokerto, Rabu (17/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kampus pasca transformasi menjadi Telkom University Purwokerto sekaligus menandai kebangkitan salah satu event olahraga terbesar di Banyumas Raya.

Direktur Telkom University Purwokerto, Tenia Wahyuningrum, mengatakan PCR bukan sekadar lomba lari, melainkan sarana membangun gaya hidup sehat, memperkuat kebersamaan, serta memperkenalkan potensi Banyumas kepada masyarakat yang lebih luas.

“Ajang ini menjadi sarana untuk mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup sehat, mempererat kebersamaan, serta memperkenalkan potensi dan keindahan Banyumas kepada masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Menurut Tenia, penyelenggaraan PCR juga merupakan bentuk kontribusi Telkom University Purwokerto dalam mendukung pengembangan sport tourism atau wisata olahraga yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui keterlibatan masyarakat dan pelaku UMKM.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut sebelumnya telah menjadi agenda kampus sejak masih bernama ST3 Telkom Purwokerto dan IT Telkom Purwokerto. Namun, dalam beberapa tahun terakhir event tersebut tidak diselenggarakan.

“Pada tahun 2026 ini kami menghidupkan kembali PCR sebagai salah satu kegiatan unggulan kampus yang diharapkan dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan berkualitas,” katanya.

Warisan Event yang Kuat Sejak 2017

Wakil Direktur Bidang Sumber Daya Tel-U Purwokerto, Tata Sembada, menjelaskan bahwa PCR pertama kali digelar pada 2017 dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Jumlah peserta terus meningkat pada 2018 dan 2019 hingga mencapai sekitar 1.000 pelari.

Saat pandemi COVID-19, penyelenggaraan beralih ke format virtual pada 2021 dan 2022 dengan menambahkan kategori jalan kaki dan bersepeda untuk menjaga semangat masyarakat dalam berolahraga.

Memasuki periode 2023 hingga 2025, PCR tidak diselenggarakan karena dinamika transformasi kelembagaan kampus dan kondisi pascapandemi. Kini, event tersebut kembali hadir dengan semangat baru.

“Kami berharap PCR dapat kembali menumbuhkan budaya lari, budaya berolahraga, dan gaya hidup sehat di tengah masyarakat Banyumas,” ujar Tata.

“Digital On, Larine Urip”

Project Leader PCR 2026, Muhammad Iqbal F, menjelaskan bahwa tahun ini PCR mengusung tema “Digital On, Larine Urip”.

Tema tersebut menggabungkan dua identitas utama. “Digital On” mencerminkan kesiapan memanfaatkan teknologi untuk menciptakan pengalaman olahraga yang modern dan terintegrasi. Sementara “Larine Urip”, yang berasal dari bahasa Banyumasan, memiliki makna bahwa berlari bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan simbol perjuangan, semangat hidup, dan perjalanan menuju versi terbaik diri.

“Setiap langkah memiliki cerita, setiap kilometer membawa makna,” kata Iqbal.

Konsep ini diwujudkan melalui Smart Running Experience, yang menghadirkan berbagai layanan berbasis digital seperti:

Pendaftaran online, Digital race pack, Live tracking peserta, Leaderboard real-time, E-certificate, Live streaming kegiatan

Menurut Iqbal, konsep tersebut menjadi pembeda PCR 2026 dibandingkan event lari lainnya di wilayah Banyumas.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman berlari yang tidak hanya menyehatkan, juga memberikan pengalaman digital sekaligus memperkenalkan identitas Banyumas kepada peserta,” katanya.

Target 1.500 Peserta

Panitia menargetkan sebanyak 1.000 hingga 1.500 peserta dari Banyumas maupun berbagai daerah lainnya.

PCR 2026 membuka tiga kategori lomba: 3 Kilometer, 5 Kilometer, 10 Kilometer.

Kategori tersebut dirancang agar dapat diikuti berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas lari, hingga keluarga.

Pendaftaran resmi dibuka mulai 17 Juni 2026 pukul 17.00 WIB hingga 7 Juli 2026.

Menyusuri Ikon Kota Purwokerto

Salah satu daya tarik utama PCR 2026 adalah rute lomba yang melewati sejumlah ikon Kota Purwokerto.

Rute 3 Kilometer

Start dari Kampus Telkom University Purwokerto menuju Jalan DI Pandjaitan, Jalan Sudagaran, Jalan S. Parman, Taman Kota Andhang Pangrenan, Jalan Gerilya, kemudian kembali ke kampus.

Rute 5 Kilometer

Peserta akan melintasi Jalan DI Pandjaitan, Jalan Pramuka, Jalan Jenderal Sudirman Timur, Jalan S. Parman, Taman Kota Andhang Pangrenan, Jalan Gerilya, dan kembali ke garis finis di kampus.

Rute 10 Kilometer

Rute terpanjang akan membawa pelari melewati sejumlah landmark kota seperti Alun-Alun Purwokerto, Jalan RA Wiryaatmaja, Jalan Gatot Subroto, Tugu Pembangunan, Jalan Jenderal Suprapto, hingga Taman Kota Andhang Pangrenan sebelum kembali ke kampus.

Panitia juga menyiapkan beberapa titik water station untuk mendukung kenyamanan peserta. Untuk kategori 5K dan 10K, titik pertama berada di kawasan Hotel Besar pada kilometer 2,5. Khusus kategori 10K, tambahan water station disiapkan di Jalan Wiryaatmaja pada kilometer 5 dan kawasan Kebondalem pada kilometer 7,5.

Dorong Wisata dan Ekonomi Banyumas

Lebih dari sekadar ajang olahraga, PCR 2026 dirancang sebagai wadah promosi wisata dan budaya Banyumas. Melalui konsep Sport, Digital & Culture, panitia ingin memperkenalkan kearifan lokal Banyumasan kepada peserta yang datang dari berbagai daerah.

Kehadiran ribuan pelari dan pendamping diperkirakan akan memberikan dampak ekonomi positif bagi sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM lokal.

Dengan menggabungkan olahraga, teknologi, dan budaya dalam satu panggung, Tel-U Purwokerto City Run 2026 diharapkan menjadi salah satu agenda sport tourism unggulan di Jawa Tengah sekaligus menegaskan posisi Banyumas sebagai destinasi wisata olahraga yang terus berkembang.