PURWOKERTO – Suasana hangat penuh rasa syukur dan kebersamaan mewarnai acara silaturahmi atas selesainya ujian tertutup disertasi doktoral Akhmad Saefudin di Universitas Islam Negeri Prof. Kiai Haji Saifuddin Zuhri, 2026. Momentum ini menjadi penanda perjalanan panjang akademik sekaligus refleksi perjuangan pribadi dalam meraih gelar doktor di bidang Studi Islam.
Disertasi yang diangkat berjudul “Modal Sosial Perempuan Jawa dalam Membangun Wirausaha Perspektif Ekonomi Islam (Studi di Jawa Tengah)”. Karya ini menyoroti peran strategis perempuan Jawa dalam membangun kemandirian ekonomi berbasis nilai-nilai sosial dan ajaran Islam.
Dalam sambutannya, Akhmad Saefudin mengungkapkan bahwa perjalanan akademiknya tidaklah mudah. Ia mengaku sempat mengalami penurunan produktivitas hingga akhirnya menemukan kembali semangat melalui keterlibatan dalam komunitas akademik.
“Ketika produktivitas menurun, saya harus masuk komunitas. Di situlah saya kembali menemukan energi untuk meneliti dan menulis,” ujarnya.
Ia menuturkan, proses penyusunan disertasi ditempuh selama enam semester bersama rekan satu angkatan. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, ia tetap konsisten menulis dan aktif di dunia jurnalistik, yang justru menjadi kekuatan tersendiri dalam menyelesaikan karya ilmiah tersebut.
Menariknya, Saefudin juga menyampaikan motivasi personal di balik perjuangannya. Di usia 50 tahun, ia ingin membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk menempuh pendidikan tinggi.
“Saya ingin menginspirasi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan. Bahwa usia bukan penghalang untuk terus belajar dan berkarya,” katanya yang juga pernah bertugas di Humas dan Protokol Penda Banyumas.
Ia juga menyinggung pentingnya penggunaan bahasa yang sederhana dalam karya ilmiah agar lebih mudah dipahami masyarakat luas. Menurutnya, keilmuan tidak harus selalu disampaikan dengan istilah yang rumit.
Selain fokus pada akademik, Saefudin dikenal produktif menulis. Ia bahkan telah menyiapkan sejumlah karya, di antaranya buku tentang ulama Banyumas Raya dan Solo Raya, serta tulisan bertema motivasi Islam.
“Menulis adalah bagian dari perjalanan hidup saya. Dari jurnalistik hingga akademik, semuanya saling menguatkan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memohon doa untuk keluarga, khususnya bagi anak-anaknya yang tengah menghadapi tantangan kesehatan dan pekerjaan. Baginya, pencapaian akademik tidak lepas dari dukungan keluarga dan lingkungan.
Karya Akhmad Saefudin diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi berbasis komunitas, khususnya dalam pemberdayaan perempuan Jawa melalui pendekatan ekonomi Islam.