PURWOKERTO – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menegaskan komitmennya mendukung dunia perfilman nasional sekaligus memperkuat peran kampus sebagai pusat edukasi dan destinasi kreatif. Hal itu ditandai dengan peluncuran program Beasiswa Insan Film Indonesia, yang ditujukan bagi talenta perfilman, khususnya peserta dan pemeran film Landasan yang tengah melakukan proses casting dan persiapan produksi di wilayah Banyumas dan sekitarnya.
Rektor UMP, Prof. Jebul Soeroso, menyampaikan bahwa inisiatif ini lahir dari semangat mempertemukan dunia pendidikan, pariwisata, dan industri kreatif dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
“Kami berharap ada titik temu antara kampus wisata, dukungan terhadap pendidikan, dan dukungan terhadap perfilman Indonesia. Insan perfilman yang lolos casting dan menunjukkan performa akting yang baik akan kami berikan kesempatan beasiswa studi di UMP, baik jenjang S1 maupun S2,” ujar Prof. Jebul.
Beasiswa Fleksibel dengan Hybrid Learning
Menurut Prof. Jebul, UMP telah menyiapkan skema pembelajaran hybrid learning bagi mahasiswa yang aktif di dunia film dan memiliki jadwal padat syuting. Dengan sistem ini, perkuliahan dapat diikuti secara daring tanpa mengurangi kualitas akademik.
“UMP sudah menggunakan sistem open learning yang terintegrasi dengan sistem akademik dan didukung oleh DIY. Artinya, kualitas pendidikan tetap terjaga. Mahasiswa bisa menyelesaikan syuting film, tetapi juga tetap bisa lulus dan mendapatkan ijazah UMP yang berkualitas,” tegasnya.

Program beasiswa ini tidak hanya berlaku bagi kru dan pemeran film Landasan, tetapi juga terbuka secara umum bagi mahasiswa UMP yang aktif dan berprestasi di bidang perfilman.
Kolaborasi dengan Bayu Skak, Syuting di Area Kampus
Kehadiran aktor sekaligus kreator film Bayu Skak dalam proyek ini menjadi momen penting bagi UMP. Kampus berencana menyediakan sejumlah spot strategis sebagai lokasi syuting, sekaligus memperkenalkan keindahan dan potensi UMP sebagai “kampus wisata” yang ramah industri kreatif.
“Kami ingin beberapa adegan film disyuting di UMP. Banyak spot menarik yang bisa diangkat ke dalam adegan. Bahkan, ada peran mahasiswa dalam cerita film ini, yang karakternya memang digambarkan sebagai mahasl.
Konsep pengambilan gambar akan lebih banyak memanfaatkan area luar ruang (outdoor) agar kemegahan dan atmosfer kampus dapat terekam secara visual.
Antusiasme Warga Banyumas, 80 Persen Pemeran Lokal
Proses casting film Landasan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Banyumas dan sekitarnya. Tercatat, lebih dari 4.000 pendaftar mengikuti seleksi yang dilakukan langsung oleh tim casting director dari Jakarta.
“Awalnya mereka ingin melihat sejauh mana antusiasme warga Purwokerto dan sekitarnya. Ketika melihat ribuan pendaftar, mereka cukup kaget. Seleksi dilakukan satu per satu, dan alhamdulillah sekitar 80 persen pemeran terpilih merupakan talenta lokal,” jelasnya
Ia berharap, keterlibatan masyarakat lokal tidak hanya memperkuat identitas film, tetapi juga membuka peluang baru bagi generasi muda Banyumas untuk menembus industri perfilman nasional.
Produksi film Landasan dijadwalkan mulai melakukan pengambilan gambar pada 12 Februari mendatang. UMP optimistis kolaborasi ini akan menjadi model sinergi antara dunia pendidikan, pariwisata, dan industri kreatif, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak talenta film dari daerah.
“Harapannya, setelah peluncuran ini, kesempatan akan mengalir untuk film-film berikutnya. Kami akan tetap melakukan seleksi bersama insan perfilman agar program ini tepat sasaran dan berkelanjutan,” pungkas Prof. Jebul.
UMP tidak hanya memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi insan kreatif dan promotor potensi lokal Banyumas di kancah nasional.