6.800 Liter Air Bersih Disalurkan, Siswa SMP Muhammadiyah Rawalo Turut Jadi Relawan

BANYUMAS — Di tengah krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Banyumas, semangat berbagi justru tumbuh dari lingkungan sekolah. SMP Muhammadiyah Rawalo bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Banyumas dan Lazismu Banyumas menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat.

Kegiatan distribusi air bersih tersebut dilaksanakan pada Senin (14/9/2026), menyasar tiga titik di wilayah Kecamatan Rawalo. Ketiga lokasi tersebut yakni Desa Banjarparakan, SMP Muhammadiyah Rawalo, dan TK Aisyiyah 1 Rawalo.

Total bantuan air bersih yang didistribusikan mencapai 6.800 liter.

Menariknya, SMP Muhammadiyah Rawalo yang turut terdampak krisis air bersih tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga ikut terlibat dalam aksi kemanusiaan tersebut. Para siswa berkolaborasi bersama relawan MDMC Banyumas dalam proses penyaluran air kepada warga.

Koordinator Bidang Tanggap Darurat MDMC Banyumas, Yahya Nur Abidin, yang akrab disapa Don Aceng, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kepedulian dan semangat kemanusiaan di kalangan pelajar.

“Alhamdulillah droping kali ini kolaborasi bareng siswa SMP Muhammadiyah Rawalo yang luar biasa semangatnya. Semoga kelak bisa bertumbuh menjadi kader relawan Muhammadiyah di bidang kemanusiaan,” ujar Aceng.

Ia berharap keterlibatan para siswa dalam kegiatan sosial tersebut dapat menjadi pengalaman berharga sekaligus menanamkan nilai kepedulian terhadap sesama.

“Semoga kegiatan ini menginspirasi pelajar lainnya untuk peduli serta menumbuhkan ghirah ta’awun yang berkemajuan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah Rawalo, Ibu Ning, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu sekolah dan masyarakat di tengah kondisi kekeringan.

“Dengan penuh syukur kami sampaikan Jazaakumullah Khairan Katsiran kepada seluruh tim MDMC Banyumas, Lazismu Banyumas, dan LLHPB Aisyiyah Rawalo yang telah peduli dan sigap membantu sekolah kami di tengah krisis air,” ungkapnya.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya menjadi solusi atas kebutuhan air bersih, tetapi juga menghadirkan pembelajaran nyata bagi para siswa tentang pentingnya berbagi dan membantu sesama.

“Semoga setiap tetes air yang mengalir menjadi amal jariyah dan keberkahan untuk kita semua. Aamiin,” kata Ning.

Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari siapa saja, termasuk dari lingkungan sekolah yang juga sedang menghadapi keterbatasan.

Di tengah kekeringan, SMP Muhammadiyah Rawalo membuktikan bahwa berbagi tidak harus menunggu berlebih. Semangat ta’awun dan gotong royong justru menjadi kekuatan untuk saling membantu menghadapi kesulitan bersama.