Warga Sawangan Wetan Banyumas Gelar Tahlilan untuk Anto, Korban KM Virgo Transport 8

BANYUMAS – Kabar tenggelamnya KM Virgo Transport 8 menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga RT 3 RW 03 Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Salah satu warga setempat, Windianto alias Anto, disebut menjadi korban dalam insiden kapal yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa.

Keluarga bersama warga menggelar doa bersama atau tahlilan pada Senin (14/9/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus ikhtiar keluarga di tengah proses pencarian dan identifikasi korban yang masih berlangsung.

Anto diketahui berangkat bersama kernetnya, Arifin, menggunakan KM Virgo Transport 8 dengan membawa sebuah truk menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Adapun truk yang dibawa Anto mengangkut benih kopi ke Banjarmasin.

Anto merupakan pengelola sekaligus pemilik JSKS Trans Antar Nusa, usaha jasa pengiriman barang yang melayani pengiriman ke berbagai wilayah di Indonesia.

Kernet Selamat, Anto Belum Diketahui Kondisinya

Informasi mengenai detik-detik tenggelamnya kapal juga diperoleh dari rekaman suara WhatsApp yang disebut berasal dari Arifin, kernet Anto. Rekaman tersebut telah beredar di kalangan warga dan media sosial.

Dalam rekaman itu, Arifin menceritakan suasana saat kapal tiba-tiba mengalami kemiringan hingga tenggelam.

“Saya sudah pasrah pada takdir karena tidak ada alarm, tiba-tiba saja kapal tenggelam. Saya sudah tenggelam sampai kemudian ada kapal tongkang dan saya diselamatkan oleh kapal itu,” ungkap Arifin dalam rekaman tersebut.

Arifin menyebut, sekitar pukul 01.00, kapal mulai miring tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya. Para sopir dan kru kendaraan yang sedang beristirahat pun sontak panik dan berusaha menyelamatkan diri.

“Anto posisi neng mburine nyong (Anto berada di belakang saya),” kata Arifin.

Namun, Arifin mengaku tidak mengetahui kondisi Anto setelah kapal tenggelam. Ia hanya melihat sejumlah orang tergeletak dan tidak sadarkan diri di atas kapal yang dipenuhi tumpahan oli.

“Saya melihat sekitar tiga sampai empat orang sudah tergeletak meninggal dunia karena di atas kapal oli sudah membludak,” ujarnya.

Hingga kini, kondisi Windianto masih dalam proses penanganan, pencarian, serta identifikasi oleh pihak terkait. Keluarga masih menunggu informasi resmi dari tim SAR dan instansi berwenang.

Doa Bersama di Rumah dan Warung Milik Anto

Di tengah ketidakpastian tersebut, keluarga Windianto menggelar tahlilan di rumah duka pada Senin malam. Sejumlah warga berdatangan untuk memberikan doa dan dukungan kepada keluarga.

Doa bersama juga dilakukan warga Sawangan Wetan di warung milik Anto yang berada di perbatasan Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja, dan Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok.

Suasana duka tampak menyelimuti lingkungan sekitar. Warga berharap seluruh proses pencarian dan penanganan korban dapat segera memberikan kepastian bagi keluarga.

Sigit Soeranangga, salah seorang sahabat Anto, mengenang sosok almarhum sebagai pribadi yang dekat dengan banyak orang.

“Beliau juga sahabat kami, komunikasi bahkan masih kami lakukan sebelum berangkat,” kata Sigit.

Anto juga dikenal sebagai putra Ki Karwin, seorang dalang yang cukup dikenal di kalangan masyarakat Banyumas.

Kabar musibah tersebut meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, dan warga Sawangan Wetan. Doa bersama menjadi bentuk ikhtiar sekaligus harapan agar Anto dan seluruh korban lainnya segera mendapatkan kepastian.

114 Korban KM Virgo Transport 8 Berhasil Dievakuasi

Sebelumnya, KM Virgo Transport 8 yang mengangkut ratusan orang terbalik dan tenggelam setelah menghadapi cuaca buruk dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin.

Berdasarkan data manifes yang disampaikan Kementerian Perhubungan, kapal tersebut membawa total 243 orang. Jumlah itu terdiri atas 30 kru kapal, 27 mitra kerja kapal, 59 penumpang dewasa, satu anak-anak, serta 126 sopir dan kernet kendaraan.

Kapal juga mengangkut 89 unit kendaraan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan, hingga Senin (14/9/2026), sebanyak 114 orang telah dievakuasi oleh tim gabungan.

“Total yang sudah ditemukan adalah 114 orang, dengan rincian 108 yang selamat dan enam yang meninggal dunia,” kata Dudy dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Para korban dievakuasi menggunakan sejumlah kapal. Sebagian besar korban dibawa ke Banjarmasin untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Namun, data tersebut masih dapat berubah seiring berlangsungnya operasi pencarian dan evakuasi oleh tim SAR gabungan.

Kronologi Kapal Hilang Kontak di Perairan Masalembo

KM Virgo Transport 8 merupakan kapal Roro Penumpang berbendera Indonesia dengan ukuran 8.540 GT. Kapal tersebut dinakhodai Arief Yunianto dan dioperasikan oleh PT Virgo Karya Shipping.

Kapal bertolak dari Pelabuhan Surabaya pada 12 September 2026 pukul 06.52 waktu setempat dengan tujuan Pelabuhan Banjarmasin.

Kepala Kantor KSOP Kelas I Banjarmasin, Heri Purwanto, menyebut kapal mengalami kondisi listing atau miring sebelum kehilangan kontak di sekitar perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 waktu setempat.

Kantor Basarnas Banjarmasin sebelumnya juga menyampaikan bahwa kapal sempat menghadapi cuaca buruk sebelum dinyatakan hilang kontak.

Hingga berita ini ditulis, operasi pencarian dan evakuasi masih dilakukan oleh tim gabungan. Keluarga korban, termasuk keluarga Windianto alias Anto dari Desa Sawangan Wetan, masih menanti kabar terbaru mengenai kondisi anggota keluarganya.