BANYUMAS, suarabanyumas.co.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memperkuat kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Mugi Sejahtera, Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, melalui pelatihan manajemen usaha dan pemasaran digital. Program tersebut menjadi bagian dari pengembangan Smart Rural Entrepreneurship untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha perempuan berbasis potensi lokal.
Kegiatan yang didanai Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed itu digelar di Balai Desa Pandak dan diikuti 20 anggota KWT Mugi Sejahtera. Pelatihan dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri atas Elsa Puspasari, M.Pd. sebagai ketua pelaksana, dengan anggota Dwi Astarani Aslindar, M.Pd. dan Telma Anis Safitri, S.T., M.M.. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan dua mahasiswa Unsoed sebagai pendamping teknis.
Peserta memperoleh materi mengenai pencatatan keuangan usaha, manajemen usaha dan literasi kewirausahaan, serta branding dan pemasaran digital. Selain penyampaian materi, tim pengabdian juga menyerahkan bantuan sarana pendukung usaha berupa teknologi tepat guna dan perlengkapan penunjang produksi serta pemasaran untuk mendukung pengembangan usaha anggota KWT.
Ketua Tim Pengabdian, Elsa Puspasari, mengatakan penguatan kapasitas pelaku usaha perempuan menjadi salah satu langkah penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Menurutnya, pelatihan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga mendorong peserta menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam pengelolaan usaha sehari-hari.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi mampu mendorong anggota KWT menerapkan pencatatan keuangan yang baik, mengelola usaha secara profesional, serta memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk lokal. Dengan demikian, usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Elsa.
Perwakilan Pemerintah Desa Pandak, Nasub, menyambut baik program tersebut. Ia menilai materi yang diberikan relevan dengan kebutuhan masyarakat desa, khususnya pelaku usaha yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani.
“Materi yang diberikan sangat sesuai dengan kebutuhan anggota KWT. Kami berharap ilmu dan teknologi yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, memperkuat pemasaran produk lokal, serta mendorong lahirnya wirausaha desa yang mandiri dan berdaya saing,” kata Nasub.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan kelompok masyarakat, program ini diharapkan mampu membangun ekosistem kewirausahaan desa yang lebih kuat. Digitalisasi administrasi usaha, penguatan literasi kewirausahaan, dan pemasaran berbasis teknologi dinilai menjadi strategi penting dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Program pengabdian tersebut menjadi bagian dari upaya Unsoed dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas usaha mikro berbasis desa. Pendekatan Smart Rural Entrepreneurship diharapkan mampu menciptakan pelaku usaha yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk lokal Desa Pandak.