Rembug Ageng II, Prof Norman  Terpilih sebagai Ketua IKAS Mansa Purwokerto

PURWOKERTO — Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Purwokerto (IKAS Mansa) sukses menggelar Rembug Ageng II yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan, Sabtu (16/5/2026). Forum empat tahunan tersebut tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua umum baru, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas lintas angkatan sekaligus melestarikan budaya Banyumasan di tengah arus modernisasi generasi muda.

Dalam pemilihan yang berlangsung demokratis dan dinamis, Prof. Dr. Ir. Norman Arie Prayogo resmi terpilih sebagai Ketua Umum IKAS Mansa periode 2026–2030 setelah meraih 84 suara dari total 133 suara sah.

Pemilihan kali ini diikuti 10 kandidat dari berbagai angkatan. Tingkat partisipasi alumni pun terbilang tinggi. Dari total 67 angkatan yang tercatat, sebanyak 62 angkatan mengirimkan delegasi, sehingga tingkat kehadiran mencapai 92,5 persen. Masing-masing angkatan diperbolehkan mengirim maksimal tiga perwakilan.

Ketua pelaksana pemilihan, Mikhael Anton Hanibal, menyebut dinamika pemilihan berlangsung cukup kompetitif. Meski begitu, seluruh kandidat dan tim sukses tetap menjaga sportivitas serta semangat demokrasi yang dewasa.

“Walaupun persaingan cukup ketat karena banyak kandidat membawa visi besar dan dukungan kuat, seluruh proses tetap berjalan tertib dan penuh kekeluargaan,” ujar Mikhael.

Budaya Banyumasan Jadi Identitas Acara

Rembug Ageng II juga tampil berbeda karena kental dengan nuansa budaya lokal Banyumas. Panitia sengaja menghadirkan berbagai unsur tradisi Banyumasan sebagai bagian dari identitas alumni SMA Negeri 1 Purwokerto.

Pertunjukan seni Begalan dan tari Lengger menjadi daya tarik utama yang memeriahkan suasana acara. Para peserta juga dianjurkan mengenakan pakaian adat dari angkatan masing-masing.

“Kami ingin mengenalkan budaya Banyumasan kepada generasi muda. Karena itu ada Begalan, Lengger, dan seluruh peserta kami imbau memakai pakaian adat. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi bagian dari upaya menjaga identitas SMA 1 Purwokerto agar tetap berbeda dan dekat dengan budaya lokal,” kata Mikhael.

Menurutnya, budaya bukan hanya pelengkap acara, melainkan ruh yang harus terus dijaga oleh seluruh alumni.

Prof Norman Bawa Visi Tiga Jembatan Alumni

Usai terpilih, Prof. Norman Arie Prayogo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan seluruh alumni. Ia menyebut amanah tersebut sebagai tanggung jawab besar untuk membawa IKAS Mansa menjadi organisasi alumni yang lebih solid, inklusif, dan bermanfaat.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kepercayaan seluruh alumni SMA Negeri 1 Purwokerto melalui Rembug Ageng II ini. Saya menyadari amanah ini tidak ringan,” ujarnya.

Dalam kepemimpinannya, Norman mengusung tiga jembatan utama sebagai fondasi organisasi.

Pertama, membangun jembatan antargenerasi yang menghubungkan alumni senior dengan adik-adik angkatan baru, terutama dalam pendampingan pendidikan dan pengembangan karier.

Kedua, memperkuat jembatan sosial melalui berbagai kegiatan bersama seperti kerja bakti, bakti sosial, hingga agenda kebersamaan lintas angkatan guna menumbuhkan rasa memiliki terhadap IKAS Mansa.

Ketiga, menjadikan IKAS Mansa sebagai rumah besar bagi seluruh alumni.

“Ketika pulang ke Purwokerto, kita punya tempat untuk kembali berkumpul, saling mendukung, dan mempererat persaudaraan,” tegasnya.

Siapkan Dana Abadi dan Pengembangan UMKM

Tak hanya menyampaikan visi, Prof Norman juga langsung memaparkan sejumlah program prioritas yang dinilai konkret dan menyentuh kebutuhan alumni lintas generasi.

Beberapa program unggulan yang akan dijalankan antara lain pembentukan Dana Abadi IKAS Mansa sebagai fondasi kegiatan jangka panjang organisasi, pengembangan 10 UMKM lintas angkatan yang dikelola generasi muda dengan pendampingan alumni senior, serta penguatan jaringan alumni strategis di berbagai daerah, khususnya Jakarta.

Selain itu, kepengurusan baru juga berencana menggelar berbagai kegiatan sosial rutin seperti jalan sehat, bakti sosial, hingga forum kolaborasi alumni.

“Kami ingin IKAS Mansa menjadi organisasi yang aktif, produktif, dan benar-benar hadir untuk alumni, baik senior maupun junior,” kata Norman.

Alumni Harapkan Angin Segar

Salah satu alumni SMA Negeri 1 Purwokerto angkatan 1991, advokat Djoko Susanto, menyambut positif terpilihnya Prof Norman sebagai ketua umum baru.

Menurutnya, IKAS Mansa membutuhkan figur pemersatu yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya Banyumasan.

“Terpilihnya Profesor Norman Arie Prayogo diharapkan membawa angin segar bagi IKAS Mansa. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, alumni SMA 1 Purwokerto harus tetap menjadi keluarga besar yang solid, berkontribusi bagi almamater, dan menjaga nilai-nilai budaya Banyumasan,” ujar Djoko.

Ia berharap seluruh visi dan program yang telah disampaikan dapat diwujudkan secara nyata oleh kepengurusan baru.

“Selamat kepada Profesor Dr. Ir. Norman Arie Prayogo sebagai Ketua Umum IKAS Mansa periode 2026–2030. Semoga amanah ini membawa manfaat besar bagi seluruh alumni dan SMA Negeri 1 Purwokerto,” pungkasnya.