Rayakan 75 Tahun Persahabatan Dua Negara, Pameran Kaligrafi dan Lukisan Tiongkok–Indonesia Dibuka di Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan Banyumas

oleh Tim Redaksi

PURWOKERTO – Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan Purwokerto menggelar pembukaan Pameran Kaligrafi dan Lukisan Tiongkok–Indonesia, sebuah event budaya yang memperkuat jalinan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok. Acara resmi dibuka Selasa pagi di Gedung Pusat Bahasa Mandarin lantai 4, Kompleks Pendidikan Putera Harapan, Purwokerto.

Pameran digelar dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok, 70 tahun Konferensi Asia-Afrika di Bandung, serta 620 tahun pelayaran perdana Laksamana Cheng Ho. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok dan Yayasan Putera Harapan Banyumas.

Mengangkat tema “Setinggi Gunung, Sejauh Mata Memandang, Berbagi Suka dan Duka”,

pameran menampilkan 215 karya lukisan dan kaligrafi pilihan dari seniman Indonesia dan Tiongkok. Koleksi tersebut memperlihatkan ragam ekspresi seni lintas negara yang mencerminkan nilai persahabatan, saling menghormati, serta pertukaran budaya yang telah berlangsung berabad-abad.

Direktur Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan, Br. Chen Tao, B., M.M., menyampaikan bahwa pameran ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran seni dan sejarah sekaligus jembatan diplomasi masyarakat.

“Seni adalah bahasa universal. Melalui karya, kita belajar memahami satu sama lain tanpa batas negara dan budaya. Pameran ini menjadi simbol hubungan baik yang terus tumbuh antara Indonesia dan Tiongkok,” ujarnya.

Sementara itu, Assoc. Prof. Zhang Jinghuo, Direktur Pusat Bahasa Mandarin, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bukti nyata komitmen kedua negara dalam memperkuat kolaborasi pendidikan dan kebudayaan.

“Kami bangga Purwokerto menjadi tuan rumah kegiatan monumental ini. Semoga membawa manfaat bagi pelajar, seniman, dan masyarakat luas,” katanya.

Acara pembukaan berlangsung mulai pukul 09.00–11.00 WIB dan dihadiri jajaran pimpinan sekolah, tokoh pendidikan, pecinta seni, serta perwakilan media.

IMG 20251125 153313 PURWOKERTO - Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan Purwokerto menggelar pembukaan Pameran Kaligrafi dan Lukisan Tiongkok–Indonesia, sebuah event budaya yang memperkuat jalinan persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok. Acara resmi dibuka Selasa pagi di Gedung Pusat Bahasa Mandarin lantai 4, Kompleks Pendidikan Putera Harapan, Purwokerto.

Pameran ini dibuka oleh Bupati Banyumas, Bapak Sadewo Tri Lastiono yang secara khusus menerima 2 karya dari Profesor Wang Liquan, maestro shufa ternama Tiongkok.

Profesor Wang Liquan menuliskan 和而不同 (hé ér bù tóng), yang bermakna “Bhinneka Tunggal Ika”, semboyan tentang harmoni dalam keberagaman di Indonesia.

Sedangkan Profesor Chen Xiaoying, edukator sekaligus tokoh seni lukis (guo hua) di Tiongkok menyerahkan karya gunung dan sungai sebagai simbol persahabatan Indonesia-Tiongkok “setinggi gunung, dan sepanjang sungai” sekaligus simbol kewilayahan Banyumas yang berada di antara Gunung Slamet dan aliran Sungai Serayu.

Istimewanya dalam pameran kaligrafi Tiongkok ini untuk pertama kalinya di Banyumas Pusat Bahasa Mandarin Puhua menghadirkan Bapak Amir Husaini, ahli kaligrafi Arab, yang mempersembahkan kaligrafinya bertuliskan “اُطْلُبُوْا الْعِلْمَ وَلَوْ باِلصِّيْنِ” (Uthlubū al-’ilma walaw bis-shīn), yang berarti “Tuntutlah ilmu walau hingga ke negeri Cina” untuk diberikan kepada pihak Pemerintah Tiongkok melalui perwakilannya, Profesor Zhang selaku Direktur Pusat Bahasa Mandarin Puhua pihak Tiongkok. Karya ini menegaskan semangat belajar lintas budaya yang nyata.

Momen peresmian pameran semakin istimewa dengan penabuhan 10 tambur bersama, dilanjutkan penulisan shufa secara kolaboratif Bapak Bupati Banyumas dan para Pimpinan Perguruan Tinggi mitra Pusat Bahasa Mandarin Puhua.

Seluruh goresan jika digabungkan merangkai Shufa (kaligrafi Tiongkok) bertuliskan 山高水长 (shān gāo shuǐ cháng), yang bermakna “Setinggi Gunung, Sejauh Mata Memandang, Berbagi Suka dan Duka”, simbol persahabatan yang kokoh, luas, dan abadi antara dua bangsa sebagai tema utama pameran ini.

Keterlibatan Kepala Daerah, perwakilan negara Tiongkok dan pimpinan perguruan tinggi mitra Pusat Bahasa Mandarin Puhua menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang dialog dan penghormatan untuk sejarah panjang, pertukaran ilmu, dan visi masa depan budaya Indonesia–Tiongkok yang penuh kerja sama, penghargaan, dan perdamaian terutama di bidang pendidikan di Banyumas.