Berita Terbaru Seputar Purwokerto dan Banyumas Sekitarnya
  • Terbaru
  • Banyumasiana
  • Pilihan
Tidak ditemukan hasil
Lihat semua salu
Berita Terbaru Purwokerto dan Banyumas Raya
  • Terbaru
  • Banyumasiana
  • Pilihan
Tidak ditemukan hasil
Lihat semua salu
Berita Terbaru Purwokerto dan Banyumas Sekitarnya

Pemuda Patikraja Diperas dan Disekap, Pelaku Mengaku Anggota Polisi

Korban Minta Pendampingan Hukum ke Peradi SAI

Penulis Tim Redaksi
Selasa, 25 November 2025
Topik Purwokerto
A A

PURWOKERTO – Seorang warga Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Prasetyo Raharjo (23), melaporkan dugaan tindak pemerasan, penyekapan, dan kekerasan yang dilakukan empat orang yang mengaku anggota kepolisian. Laporan resmi dibuat pada Rabu, 19 November 2025, pukul 15.00 WIB, disertai bukti transfer, foto terduga pelaku, dan rincian kerugian materi. Selain itu iya juga minta pendampingan hukum ke Peradi SAI. 

Kepada media di Klinik Hukum Peradi SAI Purwokerto, Selasa 25 November 2025, Prasetyo menceritakan peristiwa itu terjadi pada Rabu malam, 13 November 2025 sekitar pukul 23.00 WIB. Ia mengaku dipaksa oleh seorang remaja bernama Basit, yang disebut berusia sekitar 16 tahun dan berdomisili di Baturraden, untuk membeli obat. 

Setelah memperoleh barang tersebut, Prasetyo bersama rekannya Aurel diminta mengantarkan pesanan ke sebuah warung di depan Lapangan Patikraja. Namun sesampainya di tempat, tiba-tiba muncul mobil putih diduga jenis Agya atau Ayla berisi empat orang yang langsung menangkap dan memborgol keduanya.

BacaJuga

Radio Masih Jadi Primadona di Jawa Tengah: 89,6% Responden Tetap Setia Mendengarkan Radio

280 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Diserahkan kepada Penarik Becak Banyumas

“Tiba-tiba mobil datang, mengaku polisi, langsung borgol saya. Basit kabur waktu itu. Di dalam mobil saya dipukuli dan dipaksa mengaku sebagai bandar, padahal saya tidak tahu apa-apa,” ujar Prasetyo.

Diperas Hingga Rp 6,7 Juta, Handphone Dirampas

Prasetyo menuturkan dirinya dibawa berputar menuju Purwokerto sebelum mobil berhenti di SPBU Karanglewas. Di lokasi tersebut, para pelaku meminta uang Rp10 juta sebagai syarat pembebasan.

Karena tidak mampu memenuhi permintaan itu, pelaku mengambil uang tunai milik Prasetyo sebesar Rp1,2 juta yang merupakan uang neneknya. Prasetyo kemudian dipaksa menghubungi temannya, Dimas, hingga mentransfer Rp5,5 juta ke rekeningnya.

Menurutnya, salah satu pelaku lalu merampas ponsel miliknya dan mentransfer uang itu ke rekening BCA atas nama Farrel Hermanu Rifat, diduga salah satu pelaku.

“HP saya juga dibawa. Mereka suruh reset supaya bukti hilang, padahal saya tidak tahu password emailnya,” ucapnya.

Setelah menerima dana tersebut, para pelaku menurunkan Prasetyo dan Aurel di Lapangan Rejasari, Purwokerto, sementara motor miliknya telah diletakkan di lokasi berbeda.

Dalam laporan resmi, kerugian Prasetyo meliputi:

Transfer Rp5.500.000, Uang tunai Rp1.200.000

Satu unit handphone. 

Ia juga menyertakan foto terduga pelaku dan bukti transaksi transfer.

Kuasa Hukum dari Peradi SAI Purwokerto, H. Djoko Susanto, SH, menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar kriminal biasa, melainkan kejahatan serius yang meresahkan publik.

 “Ini tindakan yang sama sekali tidak bisa ditoleransi. Korban diborgol, disekap, dimintai uang lebih dari enam juta rupiah, bahkan HP-nya dirampas. Kami meminta Kapolri, Kapolda Jateng, dan Kapolres Banyumas segera menangkap pelaku dalam waktu 1×24 jam,” tegas Djoko.

Ia menambahkan, modus mengaku polisi untuk memeras warga merupakan tindak pidana berat yang harus diusut tuntas agar tidak menambah korban lain.

 

 

 

BagikanBagikanPinBagikanBagikanKirim
Sebelumnya

MURI Resmi Catat Pelantikan 13.149 Pramuka Garuda Banyumas Cinta Bangga Paham Rupiah Masuk Rekor Indonesia

Selanjutnya

Rayakan 75 Tahun Persahabatan Dua Negara, Pameran Kaligrafi dan Lukisan Tiongkok–Indonesia Dibuka di Sekolah 3 Bahasa Putera Harapan Banyumas

Sorotan

Purwokerto Kota Nyaman

Kenapa Purwokerto Kian Dikenal Bukan Kota yang Istimewa, Tapi Sebagai Kota yang Nyaman?

Karakteristik Kota Kecil yang Cocok untuk Gaya Hidup Slow Living

Escape to Serenity: Karakteristik Kota Kecil yang Cocok untuk Gaya Hidup Slow Living

Tren Slow Living & Sleep Tourism

Gaya Hidup untuk Mengistirahatkan Tubuh dan Jiwa

Populer Minggu ini

Direktur PT Penerbit Qriset Indonesia Sampaikan Ucapan Selamat kepada drh. Aang Hasanudin atas Prestasinya sebagai PNS Terbaik se-Jawa Barat Kategori Inovatif

Transvision Perkuat Layanan dengan Frekuensi C Band, Jangkau Wilayah Bercurah Hujan Tinggi

Sambut Ramadhan 2026 Masjid Agung Baitussalam Siapkan Program “Masjid Berdaya Berdampak”

Pilihan Pembaca

Purwokerto Ke Jogja Berapa Jam

Purwokerto Ke Jogja Berapa Jam? Ini Jawabannya!

Apakah Banyumas termasuk Purwokerto

Apa Bedanya Purwokerto dan Banyumas? Ini Penjelasannya!

Sambut Harlah Ke-91, Ansor Banyumas Marathon Ziarah dan Sowan Masyayikh

  • Profil
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat Ketentun
suarabanyumas.co.id ©2025 

Tidak ditemukan hasil
Lihat semua salu
  • Terbaru
  • Banyumasiana
  • Pilihan

suarabanyumas.co.id ©2025 

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In