PURWOKERTO – Sebanyak 45 anak yatim dan dhuafa mengikuti kegiatan Khitanan Massal Yatim dan Dhuafa 2026 yang diselenggarakan Komite SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto bekerja sama dengan Klinik Pratama Kamandaka Purwokerto, Minggu (21/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung 2 SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto tersebut menjadi bukti nyata kepedulian sosial sekolah, wali murid, serta para donatur terhadap masyarakat.
Khitanan massal tersebut tidak hanya menghadirkan layanan kesehatan gratis, tetapi juga menjadi sarana berbagi kebahagiaan kepada anak-anak yatim dan dhuafa. Para peserta mendapatkan layanan khitan, Al-Qur’an, bingkisan, obat-obatan, serta santunan dari para donatur.
Ketua Komite SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto, Dr. Dhanar Saputra, mengatakan kegiatan ini lahir dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari wali murid, komite sekolah, tenaga medis, sponsor hingga para dermawan yang memiliki kepedulian terhadap sesama.

“Khitanan massal ini bukan hanya layanan kesehatan, tetapi juga bentuk kepedulian sosial kepada anak-anak yatim dan dhuafa. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat, kebahagiaan, serta menjadi ladang amal bagi seluruh pihak yang terlibat,” kata Dhanar.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
“Kami ingin kegiatan ini memberikan dampak nyata, manfaat yang luas, sekaligus membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat,” ujarnya.
Kepala SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto, Ustadz Alfian Nur Aziz, S.Pd., menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun kepedulian di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada seluruh keluarga besar SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Klinik Pratama Kamandaka Purwokerto, Prof. Imam Tahyudin, memastikan seluruh peserta mendapatkan pelayanan medis yang aman dan nyaman. Tim medis profesional diterjunkan dengan metode khitan yang ramah anak sehingga peserta dapat menjalani proses dengan tenang.
“Kami menyiapkan tim medis yang berpengalaman serta metode khitan yang aman dan ramah anak. Harapannya anak-anak dapat menjalani proses khitan dengan nyaman dan mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik,” jelasnya.
Selain layanan khitan gratis, panitia juga menghadirkan pendampingan dan pemeriksaan kesehatan (screening) guna memastikan kondisi peserta sebelum menjalani tindakan. Suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan membuat anak-anak lebih rileks selama proses berlangsung.
Semangat gotong royong yang melibatkan sekolah, orang tua, tenaga kesehatan, dan para donatur tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya kepedulian sosial di masyarakat. Melalui program Khitanan Massal Yatim dan Dhuafa 2026, Komite SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto bersama Klinik Pratama Kamandaka Purwokerto ingin terus menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.
Mengusung tema “Khitan Bahagia, Berkah untuk Sesama”, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan dan kepedulian dapat menghadirkan kebahagiaan sekaligus keberkahan bagi mereka yang membutuhkan.