Peristiwa Kekerasan di Kampus Jadi Keprihatinan Bersama. 

Imam Santosa Dorong agar Kampus dan Aparat Penegak Hukum Responsif dan Profesional

PURWOKERTO – Peristiwa dugaan penganiayaan yang terjadi di lingkungan kampus menjadi keprihatinan publik. Kasus tersebut juga semakin menjadi sorotan masyarakat, terutama terkait lemahnya sikap bertanggungjawab hingga tindakan brutal yang jauh dari iklim intelektual akademik.

Anggota DPRD Banyumas Imam Santosa memberikan komentar terkait peristiwa yang kini marak dibicarakan masyarakat.

Menurutnya peristiwa tersebut jelas menjadi keprihatinan bersama, apalagi terjadi dilingkungan kampus.

“Jika penganiayaan itu benar bebar terjadi, ini sama saja degradasi moral, apalagi dilakukan mahasiswa, ” terangnya.

Terkait hal tersebut pihaknya mendorong agar kampus lebih responsif. Apaladi mereka adalah anak didik yang harus dibimbing.

Lebih dari itu, pendidikan penguatan katakter dan moral harus diperkuat. Apalagi makin maraknya sejumlah kenakalan yang melibatkan anak anak, remaja dan mahasiswa.

Sementara itu terkait proses hukum yang sedang berlangsung, ia juga berharap agar kepolisian bertindak profesional.

” Jangan sampai ada istilah no viral no justice. Kasus yang menjadi perhatian publik juga mencerminkan besarnya harapan masyarakat agar terpenuhinya keadilan, ” terangnya.

Lebih lanjut diungkapkan, bahwa mencegah terjadinya kekesaran ataupun pendidikan dan pembinaan generasi muda adalah tanggungjawab semua pihak.

Untuk itu Imam Santosa juga berharap agar peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi dan perenungan bersama, agar peristiwa keji dan brutal tidak terjadi lagi di lingkungan sekitar, apalagi dilingkungan kampus.