Milad ke-112 Al Irsyad, Syarif Ba’asyir Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter Hadapi Tantangan AI

PURWOKERTO — Al Irsyad Al Islamiyyah memasuki usia 112 tahun pada 6 September 2026. Momentum tersebut menjadi pengingat panjangnya perjalanan organisasi dalam mengembangkan dakwah, pendidikan, dan pembinaan umat di Indonesia.

Di Purwokerto, perjalanan Al Irsyad Al Islamiyyah telah berlangsung selama 96 tahun sejak hadir pada 1930. Perjalanan tersebut turut mewarnai perkembangan pendidikan dan kehidupan masyarakat di Kabupaten Banyumas.

Hal itu disampaikan Dewan Syuro PP Al Irsyad Al Islamiyyah, Ustad Syarif Ba’asyir, dalam peringatan Milad ke-112 Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto, Minggu (6/9/2026).

Syarif mengatakan, Al Irsyad Al Islamiyyah didirikan pada 6 September 1914 di Jakarta. Organisasi tersebut lahir dua tahun setelah Muhammadiyah dan sejak awal menempatkan pendidikan serta dakwah sebagai bagian penting dari gerakannya.

“Tanpa terasa, hari ini tepat tanggal 6 September Al Irsyad sudah berusia 112 tahun. Al Irsyad berdiri tahun 1914, tanggal 6 September di Jakarta, dua tahun setelah Muhammadiyah,” kata Syarif.

Menurut dia, kehadiran Al Irsyad di Purwokerto sejak 1930 menjadikan organisasi tersebut telah ikut berkontribusi selama hampir satu abad dalam mengembangkan pendidikan dan mencerdaskan masyarakat Banyumas.

“Untuk Purwokerto sendiri hari ini berarti berusia 96 tahun. Sejak tahun 1930, Al Irsyad ikut berperan mengembangkan dan mencerdaskan masyarakat Kabupaten Banyumas,” ujarnya.

Pameran Pendidikan Dinilai Relevan

Syarif menilai pameran pendidikan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Milad ke-112 merupakan kegiatan yang relevan dengan sejarah perjuangan Al Irsyad.

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu fondasi utama keberadaan Al Irsyad Al Islamiyyah di Purwokerto, selain dakwah.

“Peringatan 112 tahun Al Irsyad di sini dirayakan dengan pameran pendidikan. Saya kira ini kegiatan yang cukup tepat karena fitrah utama Al Irsyad di Purwokerto sejak 96 tahun lalu terutama di bidang pendidikan dan dakwah,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menunjukkan kontribusi nyata lembaga pendidikan Al Irsyad dalam membentuk generasi masa depan.

Generasi yang dibangun, kata dia, harus memiliki kecerdasan, akhlak, wawasan global, sekaligus kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.

“Mudah-mudahan melalui pameran ini kita bisa membentuk generasi Islam yang cerdas, berakhlak, berwawasan global dan peduli kemanusiaan,” ujarnya.

Syarif juga menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat Banyumas terhadap keberadaan Al Irsyad. Menurutnya, penerimaan masyarakat menjadi salah satu faktor yang membuat Al Irsyad Al Islamiyyah Purwokerto terus berkembang.

Ia menyebut perkembangan tersebut menjadikan Al Irsyad Purwokerto sebagai salah satu rujukan dalam pengembangan pendidikan.

“Dengan dukungan masyarakat serta penerimaan yang luas dari masyarakat, kami termasuk yang paling berkembang di Indonesia dan hari ini menjadi rujukan, menjadi standar nasional bidang pendidikan,” katanya.

Menguatkan Kader untuk Membangun Peradaban

Memasuki usia 112 tahun, Al Irsyad Al Islamiyyah mengusung semangat untuk memperkuat kader sebagai bagian dari upaya membangun peradaban.

Syarif berharap seluruh jajaran Al Irsyad mampu mempertahankan kualitas pelayanan pendidikan dan dakwah sekaligus terus melakukan inovasi menghadapi perubahan zaman.

“Mohon dukungan dan doa restunya. Mudah-mudahan tahun-tahun ke depan kami tetap bisa menjadi yang terbaik dalam melayani masyarakat dan mengembangkan umat,” katanya.

Ia menegaskan, cita-cita tersebut sejalan dengan semangat Milad ke-112, yakni “Menguatkan Kader untuk Membangun Peradaban.”

Peradaban yang dimaksud bukan hanya kemajuan secara intelektual dan teknologi, tetapi juga peradaban yang berlandaskan nilai-nilai Islam serta akhlakul karimah.

“Cita-cita kita adalah membangun peradaban Islami, peradaban yang tinggi, peradaban yang berakhlakul karimah di Indonesia,” ujarnya.

Pendidikan Menghadapi Tantangan Kecerdasan Buatan

Dalam kesempatan tersebut, Syarif juga mengingatkan adanya tantangan baru yang dihadapi dunia pendidikan. Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai akan mengubah cara manusia memperoleh pengetahuan dan membentuk generasi masa depan.

Menurut dia, sekolah dan pendidik tidak lagi menjadi satu-satunya sumber informasi bagi anak-anak. Teknologi digital kini memungkinkan anak memperoleh jawaban dan pengetahuan secara cepat.

“Kita semua sudah tahu ada ‘super guru’, ada ‘super orang tua’, ada ‘super pendidik’ yang jauh lebih kuat dari kemampuan kita di sekolah, yaitu AI,” katanya.

Syarif menilai kemampuan AI dalam mengolah dan menyediakan informasi harus disikapi secara bijak. Jika tidak diarahkan dengan nilai dan tujuan yang benar, perkembangan teknologi justru berpotensi membawa generasi muda pada arah peradaban yang tidak terkendali.

“Anak-anak kecil pun sekarang sudah bisa bermain-main mencari data. Kalau tidak tahu arah yang benar, kita harus mengarahkan peradaban yang akan muncul,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tanpa penguatan karakter dapat membuat manusia justru kehilangan kendali terhadap teknologi yang diciptakannya sendiri.

“Jangan sampai peradaban yang muncul menjadi tidak terarah dan kita sebagai manusia malah menjadi budak robot yang ada di masa yang akan datang,” kata Syarif.

Dorong Al Irsyad Semakin Kreatif

Menghadapi perubahan tersebut, Syarif mendorong jajaran Al Irsyad Al Islamiyyah, khususnya di Purwokerto, untuk tidak berhenti berinovasi.

Ia meminta seluruh pengelola pendidikan, pendidik, kader, dan organisasi otonom Al Irsyad menjadikan perkembangan zaman sebagai tantangan untuk meningkatkan kreativitas.

“Saya berharap jajaran Al Irsyad Al Islamiyyah di Purwokerto pada khususnya dan di Indonesia seluruhnya semakin kreatif dan semakin tertantang dengan perkembangan zaman yang ada,” katanya.

Ia menekankan bahwa penguasaan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak. Kemampuan akademik dan kecakapan digital, menurutnya, harus tetap berada dalam kerangka nilai yang diwariskan Rasulullah SAW.

Dengan demikian, pendidikan Al Irsyad diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, tanggung jawab sosial, dan kemampuan menghadapi perubahan global.

Pada akhir sambutannya, Syarif menyampaikan selamat atas Milad ke-112 Al Irsyad Al Islamiyyah serta mengapresiasi seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam perjalanan Al Irsyad di Purwokerto.

“Selamat dan terima kasih kepada seluruh jajaran dan aktivitas Al Irsyad Purwokerto. Mudah-mudahan saudara-saudara semua betul-betul bisa menghadapi tantangan zaman yang akan datang dengan semuanya ada dalam naungan akhlakul karimah yang diperjuangkan dan dibawa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam,” pungkasnya.