Berita Terbaru Seputar Purwokerto dan Banyumas Sekitarnya
  • Terbaru
  • Banyumasiana
  • Pilihan
Tidak ditemukan hasil
Lihat semua salu
Berita Terbaru Purwokerto dan Banyumas Raya
  • Terbaru
  • Banyumasiana
  • Pilihan
Tidak ditemukan hasil
Lihat semua salu
Berita Terbaru Purwokerto dan Banyumas Sekitarnya

Mas Imanda Berbagi Tips Sukses Usaha. Apa Saja?

Penulis Tim Redaksi
Sabtu, 1 Juni 2024
Topik Purwokerto
A A

PURWOKERTO, Mengawali usaha tanpa modal kapital, tanpa jaringan, bukanlah hal yang mudah. Setidaknya butuh waktu 30 tahun, sejak 1994 hingga sampai saat ini usaha yang digeluti relatif stabil bahkan tumbuh. Sejak 5 tahun terakhir ada lagi perkembangan dalam bisnis yang disebut digital ekonomi kreatif.

Demikian disampaikan Rachmat Imanda, Owner Percetakan Prima, Purwokerto saat membuka Pelatihan Digital Ekonomi Kreatif, Sabtu (1/6/2024). Diikuti perwakilan 27 kecamatan se Banyumas dan menghadirkan expert, Irfan Bachtiar alias Ibe yang lebih dikenal sebagai influencer dan owner @infopurwokerto.

“Saya mulai usaha percetakan ya modalnya ngomong. Tidak punya mesin bagaimana caranya bisa meyakinkan. Selain itu orang usaha itu harus konsisten. Tambahan lagi digitalisasi dengan segala turunannya,” kata Mas Imanda menjelaskan.

BacaJuga

Bukan Instan! Irfan ‘Ibe’ Bahtiar Cerita Perjalanan @infopurwokerto di Hadapan Gen Z Purwokerto

Baznas Banyumas Bantu Pemulangan Pasien Tidak Mampu dari Jakarta

Soal modal atau hutang, kata Mas Imanda, hampir semua pengusaha memiliki hutang. Tinggal bagaimana agar modalnya itu untuk mengembangkan usaha. Dana yang tidak kalah penting, setiap pengusaha itu punya passion. Tidak bisa dipaksanakan usaha jika tidak passion.

“Dengan ada pelatihan ini, saya berharap peserta menerima ilmu baru. Saya sangat senang bisa ikut berbagi pengalaman dalam forum ini. Selebihnya nanti Mas Ibe akan bicara banyak terutama digital ekonomi kreatif,” kata Ketua Komisi C DPRD Banyumas tersebut.

Sementara Irfan Bachtiar bicara bagaimana medsos bekerja dengan masing-masing karakter masing-masing. Misalnya Instagram berbeda dengan facebook, aplikasi X dan beda juga dengan youtube. Selain itu, Bahasa yang dipakai juga harus menyesuaikan audience.

“Sekarang ini apa saja bisa ditemukan di media social dan aneka aplikasi jualan online. Tapi kalua mau jualan online, harus diperhatikan kalimat yang digunakan. Karena semua harus disesuaikan dengan public atau pembeli,” kata Ibe.

BagikanBagikanPinBagikanBagikanKirim
Sebelumnya

Sedulur Ledug – RSKM Gelar Skrining Katarak, Cegah Kebutaan Permanen

Selanjutnya

Workshop Penguatan Kompetensi Kehumasan, Fakultas Dakwah UIN Saizu Komitmen Cetak Mahasiswa Unggul

Sorotan

Ngapak Selatan (Paksel) : Cerita di Balik Dialek yang Jadi Identitas Budaya

Purwokerto Kota Nyaman

Kenapa Purwokerto Kian Dikenal Bukan Kota yang Istimewa, Tapi Sebagai Kota yang Nyaman?

Apakah Banyumas termasuk Purwokerto

Apa Bedanya Purwokerto dan Banyumas? Ini Penjelasannya!

Populer Minggu ini

Minta Pendampingan Hukum ke Peradi SAI, Anak Perempuan Dibawah Umur Jadi Korban Kekerasan Ayah Tiri

KPU Banyumas Lakukan Audiensi ke Kantor PSI, Bahas Pemutakhiran Data SIPOL Berkelanjutan

PSI Banyumas Soroti Maraknya Tambang: “Jangan Tunggu Bencana Baru Bertindak!”

Pilihan Pembaca

Purwokerto Ke Jogja Berapa Jam

Purwokerto Ke Jogja Berapa Jam? Ini Jawabannya!

Apakah Banyumas termasuk Purwokerto

Apa Bedanya Purwokerto dan Banyumas? Ini Penjelasannya!

Sambut Harlah Ke-91, Ansor Banyumas Marathon Ziarah dan Sowan Masyayikh

  • Profil
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat Ketentun
suarabanyumas.co.id ©2025 

Tidak ditemukan hasil
Lihat semua salu
  • Terbaru
  • Banyumasiana
  • Pilihan

suarabanyumas.co.id ©2025 

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In