LLDIKTI Jateng Apresiasi Lompatan Mutu UMP di Usia Ke-61, Hampir 50 Persen Prodi Sudah Terakreditasi Unggul

PURWOKERTO– Momentum Milad ke-61 Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menjadi ajang evaluasi sekaligus penguatan komitmen peningkatan mutu pendidikan tinggi. Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Aisyah Indah Palupi, M.Pd., mengapresiasi perkembangan pesat UMP, khususnya dalam peningkatan kualitas program studi, internasionalisasi, serta inovasi pembelajaran.

Menurut Aisyah, hasil pemetaan yang dilakukan bersama UMP menunjukkan capaian akreditasi program studi sudah sangat menggembirakan. Dari total 57 program studi yang dimiliki UMP, hampir separuhnya telah meraih predikat akreditasi unggul.

“Dari 57 program studi yang dimiliki UMP, hampir 50 persen sudah terakreditasi unggul. Kemudian sekitar 30 persen lainnya telah memperoleh predikat baik sekali dan baik. Ini menunjukkan perkembangan kualitas akademik UMP yang sangat signifikan,” ujarnya usai menghadiri rangkaian Milad ke-61 UMP.

Ia menjelaskan, LLDIKTI bersama UMP juga telah menyusun peta jalan akreditasi seluruh program studi agar peningkatan mutu dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Kami sudah memetakan program studi mana saja yang akan mengikuti akreditasi pada tahun 2026, kemudian yang dijadwalkan pada 2027 hingga 2028. Pada saat yang sama juga akan dipersiapkan re-akreditasi untuk Akreditasi Perguruan Tinggi (APT),” jelasnya.

Menurutnya, perencanaan yang matang tersebut menjadi modal penting bagi UMP untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas institusi di masa mendatang.

Aisyah mengaku optimistis UMP akan terus berkembang. Hal itu, menurutnya, terlihat dari berbagai capaian yang dipaparkan Rektor UMP dalam laporan tahunan pada peringatan Milad ke-61.

“Saya yakin dengan pertumbuhan UMP seperti yang disampaikan Pak Rektor dalam laporan tahunan, perkembangan universitas ini berlangsung sangat pesat,” katanya.

Selain peningkatan mutu akademik, Aisyah juga menyoroti inovasi UMP dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program tersebut dinilai mampu memberikan kesempatan bagi masyarakat, termasuk mahasiswa dari luar negeri, untuk melanjutkan pendidikan dengan pengakuan terhadap pengalaman belajar maupun kompetensi yang telah dimiliki sebelumnya.

“Tadi juga disampaikan adanya pembelajaran yang memfasilitasi mahasiswa asing maupun mahasiswa Indonesia yang berada di luar negeri melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau. Hal ini akan mempermudah mereka karena capaian pembelajaran sebelumnya dapat diakui, sehingga bisa melanjutkan studi dan menjadi lulusan yang memberikan dampak sesuai bidang keahliannya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Aisyah turut mengapresiasi peresmian Rumah Bertumbuh Indonesia, salah satu inovasi baru yang diperkenalkan UMP pada momentum milad kali ini. Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia yang berdampak bagi masyarakat.

Ia berharap, memasuki usia ke-61 tahun, UMP semakin kokoh menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu melahirkan lulusan yang berkontribusi bagi pembangunan daerah, nasional, hingga tingkat internasional.

“Semoga UMP di usia ke-61 ini semakin maju, terus memberikan dampak positif, mencerdaskan anak bangsa, serta melahirkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional,” pungkasnya.