Lindungi Karier di Dunia Hiburan, Nayla Zahrotul Rizkiyah Wakili Banyumas di D’Academy 8, Dapat Pendampingan Hukum Peradi SAI Purwokerto

BANYUMAS – Mimpi besar tengah diperjuangkan Nayla Zahrotul Rizkiyah, gadis asal Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Dengan suara khas dan semangat pantang menyerah, mahasiswi semester 5 UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto itu kini berjuang membawa nama Banyumas di ajang pencarian bakat D’Academy (DA) 8 Indosiar.

Perjalanan Nayla menuju panggung nasional tidaklah mudah. Ia harus melewati serangkaian tahapan seleksi yang ketat, mulai dari audisi secara daring selama sekitar satu bulan hingga audisi langsung di Jakarta. Setelah berhasil lolos, Nayla kini menjalani masa karantina sebagai bagian dari proses kompetisi.

Di tengah perjuangannya mengejar impian menjadi penyanyi dangdut profesional, Nayla mendapat dukungan yang berbeda dari peserta lainnya. Ia memperoleh pendampingan hukum dari advokat H. Djoko Susanto, SH, sebagai langkah antisipatif untuk melindungi hak-haknya selama mengikuti kompetisi maupun ketika nantinya memasuki industri hiburan.

Djoko Susanto menjelaskan, pendampingan hukum tersebut bukan karena Nayla sedang menghadapi persoalan hukum. Sebaliknya, pendampingan diberikan sebagai bentuk perlindungan preventif agar seluruh proses yang dijalani sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Klien kami, Mbak Nayla Zahrotul Rizkiyah, yang merupakan wakil Banyumas di ajang D’Academy 8 Indosiar, meminta pendampingan hukum agar selama mengikuti kompetisi hingga berkarier di dunia entertainment dapat berjalan dengan baik. Dunia hiburan sangat rentan dengan persoalan hukum, mulai dari kontrak kerja, hak dan kewajiban, hingga berbagai aturan yang harus dipahami. Karena itu kami siap memberikan pendampingan dan advokasi,” ujar Djoko Susanto, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap advokat hanya dibutuhkan ketika seseorang menghadapi perkara hukum. Padahal, fungsi advokat juga mencakup pemberian konsultasi dan perlindungan hukum sejak awal agar klien memahami hak dan kewajibannya.

“Pengacara tidak selalu mendampingi orang yang bermasalah. Dalam kapasitas Nayla sebagai peserta ajang pencarian bakat, kami ingin memastikan seluruh proses berjalan lancar, tidak ada pelanggaran aturan maupun hal-hal yang dapat merugikan dirinya. Kami berharap Nayla mampu meraih prestasi terbaik dan mengharumkan nama Banyumas,” katanya.

Perjuangan Panjang Menuju Panggung Nasional

Di balik keberhasilan menembus D’Academy 8, tersimpan perjuangan panjang yang dilalui Nayla bersama keluarganya. Kakak Nayla, Atun Sutiana, menceritakan bahwa sang adik memulai perjalanan melalui audisi online yang berlangsung sekitar satu bulan sebelum akhirnya dipanggil mengikuti audisi langsung di Jakarta.

“Awalnya Nayla mengikuti audisi secara online selama kurang lebih satu bulan. Setelah itu mendapat panggilan untuk audisi offline di Indosiar. Sempat pulang ke Banyumas, kemudian sekitar sepuluh hari kemudian dipanggil kembali untuk mengikuti karantina. Sekarang sudah sekitar dua minggu menjalani karantina,” tutur Atun.

Ia mengungkapkan, seluruh kebutuhan Nayla selama mengikuti proses seleksi hingga karantina masih ditanggung secara mandiri oleh keluarga. Meski demikian, semangat keluarga untuk mendukung perjuangan Nayla tidak pernah surut.

Harapkan Dukungan Masyarakat Banyumas

Keluarga berharap masyarakat Banyumas dapat ikut memberikan dukungan, baik melalui doa maupun dukungan resmi melalui aplikasi yang digunakan dalam kompetisi D’Academy 8.

“Kami berharap Nayla bisa terus lolos dan membawa nama baik Banyumas. Kami juga mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan dan membantu memviralkan perjuangannya. Dukungan juga dapat diberikan melalui aplikasi resmi yang digunakan selama kompetisi,” ujar Atun.

Ia juga berharap pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai pihak dapat memberikan perhatian kepada talenta muda daerah yang sedang berjuang di tingkat nasional.

Menurut Atun, dukungan moral dari masyarakat akan menjadi energi tambahan bagi Nayla untuk tampil maksimal di setiap tahapan kompetisi.

Membawa Nama Banyumas ke Pentas Nasional

Perjalanan Nayla Zahrotul Rizkiyah menjadi gambaran bahwa talenta dari daerah memiliki peluang yang sama untuk bersinar di panggung nasional. Di balik setiap penampilan seorang penyanyi, terdapat proses panjang, kerja keras, pengorbanan keluarga, serta dukungan berbagai pihak.

Kini harapan masyarakat Banyumas pun tertuju kepada Nayla agar mampu melangkah semakin jauh di D’Academy 8, menorehkan prestasi, sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Banyumas di industri musik dangdut Indonesia.