LENTERA Cibeunying: Nyalakan Harapan, Tumbuhkan Kemandirian Penyintas

CILACAP – Bencana tanah longsor yang melanda Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada November 2025, telah berlalu. Namun, bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan harus memulai kehidupan dari awal, perjuangan untuk bangkit masih terus berlangsung.

Sejak Februari 2026, para penyintas bencana tersebut menempati hunian sementara (huntara) di Desa Jenang, Kecamatan Majenang. Di tempat inilah, mereka perlahan menata kembali kehidupan, merajut harapan, sekaligus beradaptasi dengan lingkungan baru.

Di tengah perjalanan panjang pemulihan itu, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Cilacap terus hadir mendampingi masyarakat. Tak sekadar memberikan bantuan saat bencana terjadi, Pertamina kini mendorong para penyintas untuk kembali produktif, mengembangkan potensi, dan membangun kemandirian ekonomi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Lahan Terpadu Pemberdayaan Ekonomi Huntara (LENTERA) Cibeunying, Senin (28/9/2026). Program ini menjadi langkah nyata Kilang Cilacap dalam menghadirkan peluang usaha produktif sekaligus menumbuhkan semangat baru bagi masyarakat penyintas bencana.

Area Manager Communication, Relations & CSR RU Cilacap, Agustiawan, menyampaikan pendampingan terhadap penyintas bencana Cibeunying merupakan komitmen berkelanjutan, yang tidak berhenti pada fase tanggap darurat.

Sejak awal bencana, Pertamina hadir melalui berbagai dukungan, mulai dari bantuan logistik, pendampingan psikososial, hingga kegiatan trauma healing bersama para relawan.

Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Pertamina juga mendukung peresmian program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) serta menyalurkan 134 paket pendidikan bagi anak-anak penyintas.

“Pemulihan pascabencana bukan hanya memastikan masyarakat memiliki tempat tinggal dan kebutuhan dasar yang terpenuhi. Lebih dari itu, kami ingin memastikan mereka memiliki kesempatan untuk kembali produktif, mengembangkan potensi, dan membangun kehidupan yang lebih mandiri,” ujar Agustiawan.

Melalui LENTERA Cibeunying, Kilang Cilacap menghadirkan konsep eco farm terpadu yang mengintegrasikan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan. Konsep ini dirancang agar dapat dikelola secara berkelompok oleh masyarakat, sekaligus menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan aktivitas ekonomi produktif di lingkungan huntara.

Di bidang pertanian, Pertamina membangun enam raised bed atau bedengan tanam berukuran 14 x 1 meter yang dilengkapi sistem irigasi tetes. Teknologi ini diharapkan dapat membantu mengoptimalkan penggunaan air sekaligus mendukung kegiatan budidaya tanaman hortikultura.

Di sektor perikanan, 50 unit Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) ikan lele disiapkan dengan sistem aerasi dan sirkulasi air. Menariknya, bagian atas ember juga dimanfaatkan untuk menanam tanaman hortikultura, sehingga masyarakat dapat mengembangkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang terintegrasi.

Sementara itu, di sektor peternakan, Pertamina memberikan dua paket ayam petelur siap bertelur, masing-masing terdiri atas 10 ekor ayam betina dan dua ekor ayam jantan. Dukungan tersebut dilengkapi dengan 50 ekor ayam petelur berusia tiga minggu serta kandang yang dirancang untuk memudahkan proses pemantauan dan perawatan oleh kelompok Tangguh Mekar Jaya.

Tak hanya berfokus pada kegiatan budidaya, LENTERA juga memperhatikan ketersediaan air bersih sebagai salah satu kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas masyarakat. Pertamina memberikan bantuan toren air untuk mendukung operasional eco farm, serta paket sumur bor melalui kolaborasi dengan Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijayakusuma (SPP PWK) dan Siaga Peduli.

Dukungan ini diharapkan dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk mengembangkan kegiatan produktif secara berkelanjutan.

Sekretaris BPBD Cilacap Erni Suharti, mengapresiasi konsistensi Pertamina dalam mendampingi masyarakat penyintas bencana Cibeunying sejak masa tanggap darurat pada November 2025 hingga saat ini.

Menurutnya, kepedulian yang diberikan Pertamina tidak hanya dirasakan pada saat masyarakat menghadapi kondisi darurat, tetapi juga berlanjut melalui berbagai upaya pemulihan dan pemberdayaan yang menjawab kebutuhan warga.

“Program LENTERA jelas memberikan manfaat nyata bagi para penyintas, khususnya dalam membuka peluang ekonomi dan memperkuat kemandirian masyarakat selama menempati hunian sementara. Terimakasih Pertamina,” ujarnya.

Bagi para penyintas Cibeunying, perjalanan untuk bangkit mungkin masih panjang. Namun, melalui dukungan, kolaborasi, dan semangat kebersamaan, harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik terus tumbuh.

Melalui LENTERA Cibeunying, Pertamina Patra Niaga RU Cilacap menegaskan, kepedulian terhadap masyarakat tidak berhenti ketika masa tanggap darurat usai. Sebaliknya, kepedulian itu terus menyala, menemani setiap langkah pemulihan, hingga masyarakat mampu kembali berdiri, produktif, dan mandiri.