Berita Terbaru Seputar Purwokerto dan Banyumas Sekitarnya
  • Terbaru
  • Banyumasiana
  • Pilihan
Tidak ditemukan hasil
Lihat semua salu
Berita Terbaru Purwokerto dan Banyumas Raya
  • Terbaru
  • Banyumasiana
  • Pilihan
Tidak ditemukan hasil
Lihat semua salu
Berita Terbaru Purwokerto dan Banyumas Sekitarnya

Kemdiktisaintek Visitasi Perubahan STMIK Komputama jadi Universitas

Penulis Tim Redaksi
Jumat, 22 Agustus 2025
Topik Cilacap
A A

CILACAP – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI (LLDIKTI VI) Jawa Tengah, melakukan visitasi lapangan di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Ilmu Komputer (STMIK) Komputama Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (21/8/2025).

Visitasi tersebut dilakukan dalam rangka perubahan bentuk sekolah tinggi menjadi universitas.

Visitasi lapangan sekaligus verifikasi data tersebut dilakukan oleh tim LLDIKTI dan tiga evaluator. Ketiga evaluator tersebut adalah Prof. Lita Tyesta Addy Listya dari Universitas Diponegoro (Undip), DR. Hari Wibawanto, M.T dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Barbara Gunawan, S.E, M.Si, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

BacaJuga

Kilang Cilacap – TNI Gelar Apel Kesiapsiagaan Pengamanan Instalasi Strategis Pertamina

Beli Mobil di Marketplace, Warga Banyumas Tertipu Puluhan Juta, Pelaporan ke Polisi Mandek

Sementara, dari Direktorat Kelembagaan yakni Ade Dwi Pradipta, Stepanus Danang Prasetyo, Sefryan Daru Sasongko, Mey Meliana Sari, dan Marwanto. Kemudian, dari LLDIKTI VI Jateng, yaitu Gandung Sumardi, Rudi dan Paminto.

Ketua STMIK Komputama Kusnana, M.Kom mengatakan, perubahan sekolah tinggi menjadi universitas tersebut dilakukan untuk memperluas akses pendidikan tinggi untuk masyarakat. Diketahui, saat ini di STMIK Komputama ada dua program studi, yakni Teknik Informatika dan Sistem Informasi.

Rencananya, setelah pengajuan bentuk menjadi universitas, program studi tambahan yakni Bisnis Digital, Teknologi Informasi dan Pendidikan Matematika. “Ini akan memperluas pilihan bagi masyarakat terutama di Cilacap dan sekitarnya,” kata Kusnana.

Dia mengungkapkan, ketergantungan industri terhadap teknologi memungkinan lulusan jurusan IT berkembang di masa depan. Prospek kerja dan bisnisnya akan terus merambah ke lintas industri, mulai dari hulu hingga hilir.

“Sedangkan jurusan pendidikan karena memang kita melihat bahwa masyarakat masih menganggap bahwa guru adalah pekerjaan yang membanggakan, seiring program pemerintah untuk kemajuan pendidikan dan tenaga pendidik,” ujarnya.

Sementara, Ketua Yayasan El Bayan Majenang, Prof. DR. KH Fathul Amin Aziz menjelaskan, lembaganya mendirikan peguruan tinggi untuk memberi akses seluas-luasnya bagi anak-anak di pedesaan untuk menimba ilmu setinggi-tingginya. Bahkan, yayasan menyediakan berbagai beasiswa dan fasilitas penunjang bagi yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Program tersebut di antaranya, beasiswa kuliah gratis 100 persen untuk mahasiswa di program Kuliah Tani Pondok (KTP). Dalam program ini, mahasiswa akan tinggal di asrama pondok sembari belajar bertani, beternak dan bisnis lainnya.

“Itu gratis 100 persen. Mahasiswa dan mahasiswi ada asrama masing-masing yang terpisah. Ada juga jatah bahan makanan pokok” ujarnya.

Menurut dia, pendidikan vokasi sejak dini itu penting untuk menunjang pengalaman mahasiswa untuk menghadapi pasca-lulus kuliah. Jiwa entrepreneurship sudah dipupuk sejak dini.

Di luar itu, tersedia beasiswa lainnya, yang bisa mengurangi biaya kuliah antara 30 hingga 50 persen. Di antaranya, beasiswa anak guru, beasiswa anak perangkat desa, keluarga miskin, anak berprestasi dan lain sebagainya.

“Program ini untuk membuka akses seluas-luasnya untuk anak-anak agar bisa mengakses pendidikan setinggi-tingginya,” jelas Prof Aziz.

 

 

BagikanBagikanPinBagikanBagikanKirim
Sebelumnya

Dugaan PHK Sepihak, DPRD Jateng Soroti Kejanggalan

Selanjutnya

Pekerja Pabrik Semen Bima Ajibarang Alami Kecelakaan Kerja

Sorotan

BAZNAS : Mengelola Zakat untuk Kesejahteraan Umat di Indonesia

PUrwokerto Kota untuk yang ingin Slow Living

Purwokerto: Kota yang Nyaman untuk Menjalani Slow Living

Ngapak Selatan (Paksel) : Cerita di Balik Dialek yang Jadi Identitas Budaya

Populer Minggu ini

Direktur PT Penerbit Qriset Indonesia Sampaikan Ucapan Selamat kepada drh. Aang Hasanudin atas Prestasinya sebagai PNS Terbaik se-Jawa Barat Kategori Inovatif

Transvision Perkuat Layanan dengan Frekuensi C Band, Jangkau Wilayah Bercurah Hujan Tinggi

Tertipu Jutaan Rupiah Bermodus Pengurusan IMB, Anton Laporkan Klien Bisnis

Pilihan Pembaca

Purwokerto Ke Jogja Berapa Jam

Purwokerto Ke Jogja Berapa Jam? Ini Jawabannya!

Apakah Banyumas termasuk Purwokerto

Apa Bedanya Purwokerto dan Banyumas? Ini Penjelasannya!

Sambut Harlah Ke-91, Ansor Banyumas Marathon Ziarah dan Sowan Masyayikh

  • Profil
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat Ketentun
suarabanyumas.co.id ©2025 

Tidak ditemukan hasil
Lihat semua salu
  • Terbaru
  • Banyumasiana
  • Pilihan

suarabanyumas.co.id ©2025 

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In