Jawab Tantangan Era Digital, Ma’had Aly Andalusia Resmikan UKM TIK & Coding

BANYUMAS — Ma’had Aly Andalusia kembali menghadirkan terobosan baru dalam pengembangan kompetensi mahasantri melalui peluncuran UKM TIK & Coding (Teknologi Informasi dan Komunikasi) pada Sabtu (2/8/2026). Kehadiran UKM ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan era digital sekaligus menjadikan Ma’had Aly Andalusia sebagai Ma’had Aly pertama di Indonesia yang memiliki Unit Kegiatan Mahasantri (UKM) di bidang Teknologi Informasi dan Coding.

Peluncuran UKM tersebut menjadi bagian dari pengembangan organisasi kemahasantrian di bawah kepemimpinan Ketua UKM periode 2026–2027, Eka Prasetya. Berbeda dengan periode sebelumnya yang memisahkan UKM Coding, pada tahun ini dilakukan penggabungan sehingga seluruh pembelajaran teknologi informasi berada dalam satu wadah yang lebih terpadu.

Gagasan lahirnya UKM TIK berawal dari inisiatif salah satu dosen Ma’had Aly Andalusia, Ustadz Rohli Maulana, yang melihat pentingnya membekali mahasantri dengan kemampuan teknologi sebagai bekal menghadapi dunia akademik maupun dunia kerja. Gagasan tersebut kemudian direalisasikan bersama kepengurusan UKM periode baru agar pembelajaran teknologi dapat berjalan secara lebih sistematis dan berkelanjutan.

Pada bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), pembelajaran diampu oleh Hartono, guru SMP Islam Andalusia yang telah lama berkecimpung di dunia teknologi informasi. Materi yang diberikan meliputi penguasaan dasar-dasar Microsoft Word, Microsoft Excel, Microsoft PowerPoint, pengelolaan administrasi digital, hingga berbagai keterampilan komputer yang sangat dibutuhkan dalam penyusunan tugas akhir, skripsi, maupun memasuki dunia profesional.

Sementara itu, bidang Coding dibimbing oleh Azhar, mahasiswa Universitas Amikom Purwokerto sekaligus alumni Pondok Pesantren At-Taujieh Al-Islamy 2 Andalusia angkatan ke-8. Pada kelas ini, mahasantri akan mempelajari dasar-dasar pemrograman, pembuatan website sederhana, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pengembangan website, hingga praktik membangun sistem digital yang dapat diterapkan dalam berbagai kebutuhan masyarakat.

Program tersebut diharapkan melahirkan output nyata berupa kemampuan mahasantri membangun website sebagai bagian dari program kerja ketika menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN). Dengan demikian, pengabdian mahasantri tidak hanya berupa kegiatan pembelajaran di masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi digital seperti website profil desa, dokumentasi potensi daerah, layanan informasi masyarakat, hingga media promosi desa.

Semangat tersebut sejatinya bukan sesuatu yang baru di lingkungan Ma’had Aly Andalusia. Sebelumnya, salah seorang mahasantri, Ramah Tegar Pambudi, pernah menginisiasi pembuatan website desa dalam program KKN sebagai bagian dari digitalisasi pelayanan masyarakat.

Keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bahwa kemampuan teknologi dapat menjadi sarana dakwah, pengabdian, sekaligus pemberdayaan masyarakat. Pengalaman inilah yang kemudian mendorong lahirnya UKM TIK & Coding agar kemampuan serupa dapat dimiliki lebih banyak mahasantri.

Ketua UKM Ma’had Aly Andalusia, Eka Prasetya, berharap kehadiran UKM baru tersebut mampu melahirkan generasi santri yang tetap kokoh dalam tradisi keilmuan Islam sekaligus siap menghadapi perkembangan teknologi.

“UKM TIK & Coding kami hadirkan sebagai ruang belajar agar mahasantri tidak hanya unggul dalam kajian keislaman, tetapi juga memiliki keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan zaman. Harapannya, setiap mahasantri mampu memanfaatkan teknologi sebagai media dakwah, pengabdian kepada masyarakat, sekaligus bekal memasuki dunia profesional tanpa meninggalkan identitasnya sebagai santri,” ujar Eka.

Melalui peluncuran UKM TIK & Coding, Ma’had Aly Andalusia kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan tinggi pesantren yang mampu memadukan kedalaman tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan teknologi modern. Kehadiran UKM ini diharapkan menjadi tonggak lahirnya berbagai inovasi digital karya mahasantri, sekaligus memperkuat posisi Ma’had Aly Andalusia sebagai pelopor transformasi teknologi di lingkungan Ma’had Aly Indonesia.