JAKARTA– Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) memperkuat komitmennya dalam mendorong lahirnya talenta digital Indonesia melalui kerja sama strategis dengan Adobe dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah memberikan akses premium gratis Adobe Express selama enam bulan kepada seluruh pelanggan Indosat.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap teknologi kreatif berbasis kecerdasan buatan (AI) sekaligus meningkatkan kemampuan generasi muda dalam menghasilkan karya digital yang bernilai ekonomi.
Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dari sisi kreativitas dan talenta muda. Namun, banyak anak muda masih membutuhkan akses terhadap perangkat dan peluang yang tepat untuk mengembangkan ide mereka.
“Dengan menggabungkan kekuatan AI, kreativitas, dan kolaborasi, kami ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi diri mereka sendiri maupun komunitas di sekitarnya,” ujarnya.
Selain akses premium Adobe Express, pelanggan Indosat juga akan mendapatkan berbagai materi pembelajaran dari Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Materi tersebut mencakup keterampilan kreatif, pemasaran digital, hingga pemanfaatan AI untuk mendukung produktivitas dan pengembangan karier.
Adobe Digital Academy sendiri merupakan program global yang dirancang untuk membantu masyarakat mengembangkan kompetensi kreatif dan digital yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.
Kolaborasi ini juga diperkuat melalui program GENSi (Generasi Terkoneksi), platform pemberdayaan generasi muda milik Indosat. Setelah berhasil membekali lebih dari 10.000 anak muda Indonesia dengan literasi digital dan keterampilan kreatif, GENSi menargetkan menjangkau 15.000 peserta sepanjang tahun 2026.
Melalui jaringan komunitas yang tersebar di berbagai daerah, GENSi akan membantu generasi muda memahami cara memanfaatkan peluang digital, membangun identitas kreatif di ruang digital, serta memanfaatkan teknologi untuk menciptakan dampak sosial dan ekonomi.
Program tersebut sejalan dengan inisiatif ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) atau Ekraf Goes to School and Campus yang dijalankan Kemenekraf. Melalui ECHOES, pemerintah mendorong peningkatan literasi ekonomi kreatif, pemanfaatan AI, serta pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif modern.
Ke depan, Indosat, Adobe, dan Kemenekraf akan mengintegrasikan berbagai pelatihan, perangkat kreatif, dan akses teknologi untuk mendukung peserta ECHOES di sekolah maupun perguruan tinggi.
Melalui sinergi ini, ketiga pihak berharap semakin banyak generasi muda Indonesia mampu bergerak dari tahap belajar menjadi berkarya, lalu berkembang hingga mampu menghasilkan pendapatan dari kreativitas mereka. Dengan dukungan teknologi, pelatihan, dan akses pasar yang lebih luas, ekonomi kreatif Indonesia diharapkan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional pada era digital.