Hari Ini, Ratusan Driver Ojol Gelar Aksi di DPRD Banyumas, Soroti Tarif hingga Opsen Pajak

PURWOKERTO – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam komunitas Driver Online Banyumas Raya Kompak (DOBRAK) dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Kabupaten Banyumas, Rabu (20/5/2026). Aksi tersebut menjadi bagian dari gerakan serentak nasional yang berlangsung di sedikitnya 16 daerah di Indonesia.

Perwakilan driver online, Budi, mengatakan massa akan mulai berkumpul sejak pukul 08.00 WIB di Jalan S. Parman, tepatnya di jalur barat arah utara. Selanjutnya, rombongan akan bergerak menuju Gedung DPRD Banyumas sekitar pukul 09.00 WIB.

“Konvoi akan dipimpin mobil komando di bagian depan, kemudian diikuti kendaraan roda dua dan roda empat,” ujarnya.

Rute aksi dimulai dari Jalan S. Parman menuju Jalan Jenderal Soedirman. Massa juga dijadwalkan melakukan orasi singkat di sisi utara Alun-alun Purwokerto selama kurang lebih 10 menit.

Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan melalui Jalan Masjid, Jalan Jenderal Gatot Soebroto, Jalan Kolonel Soegiri, hingga Jalan Bung Karno sebelum akhirnya tiba di Gedung DPRD Kabupaten Banyumas sebagai titik akhir aksi.

Dalam aksi tersebut, para driver akan menyuarakan berbagai persoalan yang dinilai semakin memberatkan pekerja transportasi online. Orasi yang disampaikan sepanjang perjalanan maupun di depan kantor DPRD akan berfokus pada tuntutan resmi Forum Diskusi Transportasi Online Indonesia (FDTOI), serta sejumlah isu strategis terkait regulasi transportasi online.

Gerakan di Banyumas merupakan bagian dari aksi nasional yang digelar serentak di berbagai kota besar seperti Jakarta, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Medan, hingga Balikpapan.

Seluruh komunitas pengemudi bergerak di bawah payung FDTOI untuk memperjuangkan kesejahteraan driver sekaligus mendorong adanya kepastian regulasi transportasi online di Indonesia.

Menurut Budi, massa berharap para anggota DPRD Banyumas dapat menjadi jembatan aspirasi dan meneruskan tuntutan mereka kepada pemerintah pusat.

Selain membawa isu nasional, DOBRAK juga menyoroti persoalan lokal yang dianggap memberatkan para pengemudi di daerah. Salah satu tuntutan utama ialah penghapusan opsen pajak yang dinilai berdampak pada penghasilan driver.

“Untuk tuntutan lokalnya adalah penghapusan opsen pajak, yang juga menjadi tuntutan rekan-rekan kami di Semarang,” katanya.

Sementara itu, untuk tuntutan nasional, terdapat empat poin utama yang akan disampaikan kepada legislatif, yakni kenaikan tarif roda dua (R2), regulasi tarif makanan dan barang, penyesuaian tarif bersih Angkutan Sewa Khusus (ASK), serta desakan revisi maupun pembentukan Undang-Undang Transportasi Online.

Aksi ini diperkirakan akan menarik perhatian masyarakat karena melibatkan konvoi kendaraan dalam jumlah besar yang melintasi pusat Kota Purwokerto. Pengguna jalan pun diimbau untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang menjadi jalur aksi.