Berita Terbaru Seputar Purwokerto dan Banyumas Sekitarnya
  • Terbaru
  • Banyumasiana
  • Pilihan
Tidak ditemukan hasil
Lihat semua salu
Berita Terbaru Purwokerto dan Banyumas Raya
  • Terbaru
  • Banyumasiana
  • Pilihan
Tidak ditemukan hasil
Lihat semua salu
Berita Terbaru Purwokerto dan Banyumas Sekitarnya

Drama Tari Musikal “Senandung Asmara Baturraden” Memukau Penonton di Gedung Soetedja

Penulis Tim Redaksi
Sabtu, 22 November 2025
Topik Banyumas
A A

BANYUMAS  — Paguyuban Kakang Mbekayu Banyumas (PAKEMAS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengangkat kekayaan seni dan budaya lokal melalui sebuah karya pertunjukan spektakuler bertajuk Drama Tari Musikal “Senandung Asmara Baturraden”. Pementasan ini digelar pada Jumat, 21 November 2025 pukul 19.00 WIB di Gedung Kesenian Soetedja Purwokerto. dan live streaming di kanal Duta Wisata Banyumas dan Banyumas Arts Council.

Mengusung kisah romansa legendaris wilayah Baturraden yang penuh intrik, keindahan alam, serta nilai sejarah Banyumas, pertunjukan ini dipastikan menghadirkan pengalaman visual dan emosional yang kuat. 

Dibungkus dalam konsep drama musikal yang menggabungkan unsur teater, tari tradisi, musik etnik, dan koreografi kontemporer, “Senandung Asmara Baturraden” digadang menjadi salah satu pertunjukan budaya terbesar Banyumas sepanjang tahun 2025.

BacaJuga

Hari AIDS 2025, Wabup Banyumas: “Jauhi Penyakitnya, Bukan Orangnya”

Kades Klapagading Penuhi Panggilan Inspektorat, Klarifikasi Dugaan Kerugian Negara

Pertunjukan ini disutradarai oleh Ridwan “Bungsu” dengan naskah karya Jarot C. Setyoko, dibantu asisten sutradara Vania, serta diproduksi oleh Hafiz Beruk. 

Komposisi tari dirancang oleh Sulaiman & Resi Aji, sementara Budi & Ardi bertanggung jawab sebagai penata musik, menghadirkan kombinasi instrumen tradisional dan nuansa musikal modern.

Dalam pementasan ini, Resi Aji memerankan tokoh utama Jaka Suta, sementara Vania berperan sebagai Limansih, sosok perempuan yang menjadi poros cerita asmara. Karakter Adipati Kutaliman akan diperankan oleh Dewa, dan Bagus Satria tampil sebagai Buyut Kertayasa. 

Nama-nama lainnya yang memperkuat penampilan antara lain Seno (Banyak Waringin), Ejje (Siluman), serta para penari karakter satwa seperti Zahra (Merak), Prajna (Kupu-Kupu), Pipit (Kidang), dan Prabu (Monyet).

Barisan talent juga diperkuat oleh Bedayan Gendhis, Rara, Naya, dan Osa, serta pasukan Prajurit Manda, Amel, Melisa, Rere, dan Hasan, menjadikan pertunjukan ini semakin megah dengan kekuatan kolektif di atas panggung.

Acara ini turut didukung berbagai sanggar seni ternama di Banyumas, antara lain Jagabaya Nuswantara, Banyumas DwipaReksa, Beruk Budaya, dan Samudra, yang selama ini menjadi pilar pelestarian seni tradisional di wilayah Barlingmascakeb.

Melalui gelaran ini, PAKEMAS berharap masyarakat Banyumas dan sekitarnya dapat semakin mencintai seni pertunjukan dan memahami nilai historis cerita Baturraden yang selama ini menjadi identitas budaya daerah.

“Senandung Asmara Baturraden bukan sekadar pementasan, tetapi ruang untuk merayakan keindahan seni dan identitas Banyumas,” ujar tim produksi dalam pernyataannya.

Acara yang menampilkan kekayaan seni budaya Banyumas ini mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Bupati Banyumas, Dwi Asih Lintarti, yang hadir sekaligus memberikan sambutan resmi. 

Dalam kesempatan tersebut, Lintarti menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama menyukseskan penyelenggaraan pagelaran tersebut

“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan pagelaran ini. Terima kasih kepada keluarga besar PAKEMAS, para penggiat seni, sanggar-sanggar tari, para pelatih, serta para pendukung acara yang telah berkolaborasi menghadirkan mahakarya malam ini,”ucapnya

Sementara itu, ditemui disela-sela pagelaran, ketua Paguyuban Kakang Mbekayu Banyumas(PAKEMAS), R. Dwi Hana, turut memberikan apresiasi atas suksesnya pagelaran ini. Ia menekankan bahwa pagelaran seperti ini memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan sejarah lokal kepada masyarakat luas

“Pagelaran ‘Senandung Asmara Baturraden’ adalah wujud nyata bagaimana seni dapat menjadi bahasa universal untuk menyampaikan sejarah dan nilai-nilai Banyumasan. Melalui visualisasi yang indah, masyarakat dapat merasakan kedekatan emosional dengan budaya daerahnya sendiri,” ujarnya

BagikanBagikanPinBagikanBagikanKirim
Sebelumnya

Sedulur Pantomime Purwokerto Gelar “SILA TURAH MIME”, Ruang Ekspresi Seniman Muda Banyumas

Selanjutnya

Kolaborasi Konservasi Lingkungan, PT. Dinar Batur Agung & Yayasan Alam Wana Nusantara Tanam Vetiver & Balsa

Sorotan

PUrwokerto Kota untuk yang ingin Slow Living

Purwokerto: Kota yang Nyaman untuk Menjalani Slow Living

Muspimwil V PKB Jateng Tegas Tolak Full Day School

Purwokerto Ke Jogja Berapa Jam

Purwokerto Ke Jogja Berapa Jam? Ini Jawabannya!

Populer Minggu ini

Direktur PT Penerbit Qriset Indonesia Sampaikan Ucapan Selamat kepada drh. Aang Hasanudin atas Prestasinya sebagai PNS Terbaik se-Jawa Barat Kategori Inovatif

Transvision Perkuat Layanan dengan Frekuensi C Band, Jangkau Wilayah Bercurah Hujan Tinggi

Sambut Ramadhan 2026 Masjid Agung Baitussalam Siapkan Program “Masjid Berdaya Berdampak”

Pilihan Pembaca

Purwokerto Ke Jogja Berapa Jam

Purwokerto Ke Jogja Berapa Jam? Ini Jawabannya!

Apakah Banyumas termasuk Purwokerto

Apa Bedanya Purwokerto dan Banyumas? Ini Penjelasannya!

Sambut Harlah Ke-91, Ansor Banyumas Marathon Ziarah dan Sowan Masyayikh

  • Profil
  • Kebijakan Privasi
  • Syarat Ketentun
suarabanyumas.co.id ©2025 

Tidak ditemukan hasil
Lihat semua salu
  • Terbaru
  • Banyumasiana
  • Pilihan

suarabanyumas.co.id ©2025 

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In